PT Pupuk Indonesia-Ferrostaal Percepat Pembangunan Industri Petrokimia

Oleh : Herry Barus | Senin, 23 Januari 2017 - 03:06 WIB

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Duber RI untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo, serta Direktur Investasi PT. Pupuk Indonesia Gusrizal (kiri) menerima dokumen MoU dari CEO Ferrostaal Klaus Lesker (kanan) di Dusseldorf, (21/1/2017)
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Duber RI untuk Republik Federal Jerman Fauzi Bowo, serta Direktur Investasi PT. Pupuk Indonesia Gusrizal (kiri) menerima dokumen MoU dari CEO Ferrostaal Klaus Lesker (kanan) di Dusseldorf, (21/1/2017)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menghargai serah terima nota kesepahaman antara PT Pupuk Indonesia dan Ferrostraal untuk mendorong percepatan pembangunan industri petrokimia di Teluk Bintuni, Papua Barat.

"Dalam hal ini, kami memberikan apresiasi kepada PT Pupuk Indonesia dan Ferrostaal yang akan bekerja sama dalam penelitian untuk pengembangan pabrik petrokimia senilai 1,5 miliar dollar AS di Teluk Bintuni, Papua Barat, kata dia, dalam penyataan, di Jakarta, Minggu (22/1/2017).

Dia katakan itu seusai penandatanganan nota kesepahaman dari CEO Ferrostaal, Klaus Lesker, kepada Direktur Investasi PT Pupuk Indonesia, Gusrizal, di Dusseldorf, Jerman.

Menurut Airlangga, nota kesepahaman itu wujud pernyataan minat kedua perusahaan untuk mengevaluasi manfaat dari kajian bersama dan juga menjadi acuan dalam pembangunan proyek.

Kedua belah pihak berkomitmen akan memberikan data-data komprehensif yang dimiliki terkait proyek pengembangan pabrik petrokimia, seperti data teknis, keekonomian, pasar dan lainnya, ujar dia.

Diketahui, Teluk Bintuni sebagai salah satu kawasan yang memiliki sumber bahan baku bagi industri petrokimia, yakni gas.

Karenanya, kami akan mendukung alokasi gas dengan harga terjangkau yang akan ditentukan, tegas Airlangga.

Terlebih lagi, industri petrokimia merupakan salah satu sektor yang akan mendapatkan penurunan harga gas sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 tentang Penetapan Harga Gas Bumi.

Menurut data Kemenperin, pembangunan industri petrokimia di Teluk Bintuni mempunyai beberapa alasan, antara lain potensi gas bumi di kawasan tersebut yang sudah diidentifikasi.

Adapun potensi gas bumi diidentifikasi sebesar 23,8 triliun standar kaki kubik (TSCF), dengan 12,9 TSCF sudah dialokasikan untuk 2 train liquefied natural gas (LNG), dan sisanya sebesar 10,9 TSCF untuk 1 train LNG. Selain itu, ditemukan cadangan baru sebesar 6-8 TSCF.

Terdapat dua sumber gas potensial, yaitu di proyek Tangguh dan di blok eksplorasi Kasuri yang berada di selatan Tangguh sampai Kabupaten Fakfak, ungkap Airlangga.

Adanya peluang tersebut, diharapkan segera muncul keputusan untuk memberikan izin kepada perusahaan-perusahaan yang akan membangun pabrik petrokimia di Teluk Bintuni.

Potensi gas yang tersedia dapat pula digunakan sebagai bahan baku industri amonia untuk mendukung industri urea dan bahan baku industri metanol untuk mendukung industri pusat olefin.

Selain itu, pembangunan industri melalui program hilirisasi termasuk di sektor petrokimia akan berdampak luas pada peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Gusrizal memastikan seperti dikutip Antara menyatakan pihaknya berminat untuk membangun pabrik petrokimia di Teluk Bintuni, dengan memanfaatkan alokasi gas pada area tersebut. Melalui MoU ini, kami akan berperan sebagai lead role dan akan berhubungan dengan instansi terkait perihal alokasi dan harga gas, ujarnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero) rencananya ingin membangun industri pengolahan gas bumi menjadi metanol, etilena, polipropilena, dan polietilena.

Hal senada juga disampaikan Lesker, Ferrostaal GmbH telah menyatakan komitmennya melakukan penyertaan modal kepada perusahaan patungan untuk sebuah proyek dan kerja sama dengan mitra bisnisnya dalam pengembangan industri pertrokimia.

Hal tersebut dilakukan, mengingat perusahaan asal Jerman ini mempunyai pengalaman serta pengetahuan mengenai pembentukan, pembangunan dan pendanaan proyek industri petrokimia dengan skala besar.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menkumham, Yasonna Laoly

Senin, 23 Juli 2018 - 21:40 WIB

Menkumham Hanya Bisa Stress Terkait OTT Lapas Sukamiskin

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengaku stres pasca peristiwa operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin Bandung.

Wahid Husein Kapalaps Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 23 Juli 2018 - 21:20 WIB

KPK: Kekayaan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein Rp600 juta dan 2.752 Dolar AS

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan bahwa kepatuhan menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di Kementerian Hukum dan HAM masih rendah.

Lapas Sukamiskin Bandung (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 23 Juli 2018 - 21:00 WIB

DPR Desak Menkumham Usut Pengelolaan Lapas

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo meminta Komisi III mendorong Menteri Hukum HAM untuk mengusut tuntas dan menyeluruh pengelolaan lembaga pemasyarakatan guna mencegah terulangnya praktik dugaan…

Indosat

Senin, 23 Juli 2018 - 20:58 WIB

Paket Super Plan Setahun dari Huawei dan Indosat Ooredoo, Siap Dinikmati Netizen Indonesia!

Sekarang para netizen Indonesia yang aktif dan mobile tidak perlu takut lagi kehabisan kuota internet tiap bulan, karena Huawei Devices Indonesia dan Indosat Ooredoo menyediakan Paket Super…

BincangShopee - diskusi mendidik anak di era digital bersama Najelaa Shihab dan Rezki Yanuar

Senin, 23 Juli 2018 - 20:50 WIB

Sambut Hari Anak Nasional 2018, Shopee Berikan Edukasi Mendidik Anak di Era Digital

Perangkat digital dan akses internet telah menjadi bagian dari kehidupan anak-anak masa kini. Menyambut Hari Anak Nasional 2018 tahun ini, BincangShopee edisi ketiga membahas topik Tips Cerdas…