Empat Film Nasional Bertarung Berebut Penonton Hari Ini

Oleh : Amazon Dalimunthe | Kamis, 12 April 2018 - 10:55 WIB

Film Nasional The Perfect Husband dan Film Enak Tho Jamanku yang bertarung berebut penonton
Film Nasional The Perfect Husband dan Film Enak Tho Jamanku yang bertarung berebut penonton

INDUSTRY.co.id - JAKARTA— Tak terelakkan. Empat film nasional tayang serentak hari kamis 12 April 2018 ini. Artinya film-film ini akan berebut penonton film. Meski secara tema atau jenis ke 4 film ini masing-masing memiliki penontonnya sendiri. Ke empat film itu adalah Reuni Z (genre Komedi), Perfect Husband (Drama Remaja), Hallo Makasar (komedi  dengan muatan lokal) dan Enak Tho Jamanku, Piye Kabare (Drama action).

Hal lain yang membedakan antara film yang satu dengan yang lainnya, adalah jumlah layar tempat ditayangkannya film tersebut. Inilah yang selalu menjadi pokok persoalan tata edar film nasional di mana pihak eksibisionis (pemilik bioskop) sangat menentukan atas jumlah layar yang diberikan.

Menurut Qdemanj, produser film Enak Tho Jamanku Piye Kabare, film yang diproduksinya memperoleh 53 layar di seluruh Indonesia. “Itu pun setelah bernegosiasi  dengan keras dengan pihak studio. Saya hanya katakan bahwa kapan lagi berpihak kepada produser nasional jika tidak pernah diberi kesempatan,” katanya.

Jika film Enak Tho Jamanku, memperoleh 53 layar, konon film Hallo Makassar hanya memperoleh separuh dari itu. Dari data yang diperoleh Industry.co.id, film dengan muatan lokal yang kental ini diputar hanya 20 an layar.

Hal ini berbeda dengan film Reuni Z produksi Rapi Film dan film The Perfect Husband produksi Screenplay Pictures yang konon memperoleh lebih dari 100 layar bioskop. Selain karena faktor negosiasi, pihak pemilik bioskop yang saat ini dikuasai oleh pemain besar seperti grup Twentyone (21), Cinemaxx, CGV,  juga memperhitungkan faktor trend penonton dan pemain.

Jika film tersebut dibuat untuk segmen remaja, misalnya, maka terbuka kemungkinan mendapat layar yang cukup banyak. Demikian juga dengan genre Komedi yang saat ini tengah booming. Ditambah dengan pemain –pemain yang dianggap memiliki penggemar yang banyak, maka potensi untuk memperoleh layar yang banyak semakin terbuka. (AMZ)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…