Ekonomi Banyak Kejutan, Ini Antisipasi Pengusaha Mamin

Oleh : Chodijah Febriani | Sabtu, 21 Januari 2017 - 13:00 WIB

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. (Heriyanto/INDUSTRY.co.id)
Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman. (Heriyanto/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id, Bandung - Terpilihnya Donald Trump menjadi Presiden Amerika Serikat dan perang dagang antara China dengan negara-negara lain disebut bakal membuat perekonomian gonjang-ganjing.

"Situasi ekonomi sekarang banyak kejuatan di luar dugaan tentunya kita harus antisipasi," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman saat berbincang dengan INDUSTRY.co.id di sela Talkshow dengan tema 'Prospek Ekonomi dan Peluang Bisnis Sektor Industri Tahun 2017' di Crown Plaza, Bandung, Jumat (20/1/2017).

Menurut Adhi, kendati bertumbuh pasar ekspor industri makanan dan minuman belum cukup membaik tahun depan. Pasalnya banyak negara lebih memproteksi terkait perdagangannya. Saat ini banyak negara melakukan hubungan dagangnya secara Bilateral. Beberapa negara yang menurut Adhi perlu mendapat perhatian terkait proteksi adalah Taiwan dan China.

"Kalau di pasar dunia, Indonesia masih jauh lebih bagus pertumbuhannya. Indonesia juga sangat menarik untuk investasi, 2016 sampai september sudah melebihi ranking 2. Sayangnya namun kita tetap negatif untuk barang eskpor-impornya. Kita harus hati-hati dengan Taiwan dan kita juga harus wasapadai akses untuk China. Kita harus waspada dan cerdas," tegas Adhi.

Selain itu, Trump effect juga membawa pengaruh terhadap sektor riil.
saya yakin untuk industri untuk pangan dan agro ,kita tidak akan berdampak langsung oleh trump. dan kita msh positif 200jutaan.

Sebelumnya, Trump, dalam kampanyenya, cenderung proteksionis terkait perdagangan untuk mengembalikan kedigdayaan AS. Hal itu tercermin dari keinginan Trump untuk merenegosiasi sejumlah perjanjian dagang AS dengan negara lain.

Selain itu, Trump juga ingin menaikkan tarif impor barang dari China sebesar 45 persen dan Meksiko sebesar 35 persen. "Selama ini, pengalaman kami, AS berganti-ganti pemerintah tidak terlalu pengaruh terhadap ekspor impor, terutama untuk pangan dan produk pertanian," katanya memungkasi.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)