Terbantu Ritel, Industri Mamin Dipatok Naik 8 Persen

Oleh : Chodijah Febriani | Sabtu, 21 Januari 2017 - 12:31 WIB

Ilustrasi transaksi di minimarket. (Rizki Meirino/INDUSTRY.co.id)
Ilustrasi transaksi di minimarket. (Rizki Meirino/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id, Bandung - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) Adhi S Lukman memprediksi pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) di tahun 2017 tumbuh diangka delapan persen. Pertumbuhan itu ditopang oleh bisnis ritel dengan menjamurnya minimarket di perkotaaan. Selain itu, pertumbuhan itu juga didukung tingginya tingkat konsumsi masyarakat dan naiknya jumlah populasi.

"Industi mamin masih didukung oleh retailer, minimarket pertumbuhannya luar biasa, makin hari makin lebih baik. Indomaret dan Alfamart ini sangat membantu pertunbuhan mamin. Kita masih banyak tumbuh di sana," ujar Adhi kepada INDUSTRY.co.id saat ditemui di sela Talkshow dengan tema 'Prospek Ekonomi dan Peluang Bisnis Sektor Industri Tahun 2017' di Crown Plaza, Bandung, Jumat (20/1/2017).

Meski begitu, Adhi tidak mengecilkan peran pasar tradisional yang mencapai angka 60 persen penjualan daripada pasar modern. Karena itu, Adhi tetap berharap pemerintah di masing-masing daerah mau membenahi pasar tradisional.

"Kalau tidak dibenahi, penjualan di pasar tradisional akan terus menurun. Yang terpenting itu kemudahan belanja. Nah, karena itulah kita harus membenahi tradisional market," tukas Adhi.

Adhi mematok pertumbuhan Industri makanan dan minuman tahun ini di kisaran delapan persen. Pertumbuhan industri makanan dan minuman ini setiap tahun memang cukup tinggi. Dari 2011 hingga 2016 setidaknya memiliki pertumbuhan rata-rata sebesar 7,8 persen. Meski begitu, Adhi tidak sesumbar pasalnya bahan industri mamin masih tergantung pada pasokan impor.

"Industri mamin tergantung sekali pada kurs dollar karena banyak yang impor. Tahun ini relatif stabil, ini yang menambah optimisme jauh lebuh baik daripada 2016," tegas Adhi.

Selain itu, yang memompa optimisme Adhi adalah kontribusi pemerintah yang mencapai 33 persen. Dia hanya berharap Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mau menjaga supaya tidak ada gejolak tenaga kerja. "Industri ini player-nya juga cukup banyak, tenaga kerjanya yang langsung 4 juta lebih. Tinggal tugasnya Apindo memastikan pembinaan supaya kita tetap harmonis dalam bekerja," ujarnya memungkasi.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

fot tren mikro

Selasa, 23 Oktober 2018 - 22:27 WIB

Guna Perluas Pasar, Trend Micro Tunjuk ECS sebagai Distributornya di Indonesia

Trend Micro, penyedia solusi keamanan terkemuka untuk perlindungan gaya hidup digital, serta keamanan internet, memperluas jangkauan bisnisnya di Indonesia.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 23 Oktober 2018 - 20:05 WIB

Di Era Pemerintahan Jokowi-JK, Investasi Sektor Industri Terus Meningkat

Sepanjang empat tahun kerja pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla (Jokowi-JK), investasi sektor industri terus meningkat dari tahun ke tahun.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat membuka sidang tahunan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA)

Selasa, 23 Oktober 2018 - 19:43 WIB

Kadin Dorong Peningkatan Peranan G2G Serta Interaksi B2B untuk Majukan Kemitraan Ekonomi Negara-negara Anggota ICCIA

Sidang tahunan The Islamic Chamber of Commerce, Industry and Agriculture (ICCIA) diselenggarakan 22 23 Oktober 2018 di Ritz Carlton Hotel, Jakarta.

Ketua DPRD Kota Bengkulu Baidari Citra Dewi

Selasa, 23 Oktober 2018 - 19:37 WIB

Dilaporkan ke Mapolda, Ketua DPRD Kota Bengkulu: Itu Hak Masing-masing, Saya Tidak Bisa Mencegah

Dilaporkannya Ketua DPRD Kota Bengkulu Baidari Citra Dewi oleh Pimpinan Redaksi media siber Garuda Daily Doni Supardi di Mapolda Bengkulu terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) Pers Nomor…

Menteri Pariwisata, Arief Yahya (ist)

Selasa, 23 Oktober 2018 - 19:10 WIB

Sepanjang Pemerintahan Jokowi-JK, Sektor Pariwisata Indonesia Tumbuh Lampaui Negara Jiran

Sektor pariwisata diharapkan menjadi motor pembangunan nasional di era pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan dan penerimaan devisa yang terus…