BAPAKKU

Oleh : Dhitta Puti Sarasvati | Sabtu, 07 April 2018 - 09:05 WIB

Dhitta Puti Sarasvati dan Rizal Ramli
Dhitta Puti Sarasvati dan Rizal Ramli

INDUSTRY.co.id - PENAMPILAN bapakku, selalu seperti itu, tubuhnya gemuk kencang, diselimuti oleh kulit sawo matang.

Pakaian yang paling sering digunakan adalah kemeja kotak kotak atau kemeja biru polos dan celana pendek, ya, motif yang dipakainya selalu statis, tak banyak berubah seperti matahari yang senantiasa terbit di Timur.

Bila menatap wajah bapak, akan terlihat kumisnya yang cukup tebal, menghiasi senumnya yang hangat, dengan giginya yang putih (Walaupun pasta giginya bukan Close Up). Di atas hidungnya yang pendek, dapat dilihat dua pasang mata yang tajam mencerminkan ketegasannya, dibingkai oleh kacamata hitam, yang modelnya juga tidak pernah berubah. Dan dia atas kepalanya, ada rambut yang warnanya merupakan gradasi antara hitam dan putih. (Yeah…. Black And White seperti lagunya Michael Jackson).

Orang yang selalu membesarkanku ini merupakan orang yang jujur dan pekerja keras. Ia bagaikan burung kecil yang sedang belajar untuk terbang, yang senantiasa mencoba dan mencoba terus. 

Bapak bukanlah orang yang pantang menyerah. Ia juga seorang yang sederhana, ia tak malu untuk makan di kaki lima, atau membeli baju yang murah, selama bahannya masih enak di pakai, ia juga selalu menyempatan diri untuk mengangkat pakaian kotor dari kamar mandi ke belakang.

Aku merasa beruntung karena mempunyai seorang bapak yang kaya pengalaman. Aku tumbuh dengan segudang kisah kisahnya, saran-sarannya, dan segala didikannya. Kadang ia menceritakan tentang kebandelannya, tentang kesusahan dan kegagalan yang pernah ditempuhnya, tentang teman-temannya yang banyak mendukung dan membantunya, tentang masa sekolahnya, dan banyak lagi. 

Bapakku memang pandai bercerita. Ia juga pandai mendongeng. Dulu ia mendongeng untukku dan untuk Dipo, kini ia suka mendongeng untuk adikku Daisy. Pendengar akan tertawa terpingkal-pingkal melihat mimiknya yang lucu dan aksennya dalam bercerita.

Bapakku juga banyak membaca. Bukunya banyak dan inilah satu hal yang membuatnya menjadi seseorang yang cerdas. Tangannya juga gesit dan cekatan dalam melakukan segala hal, bila di pegang akan terasa kuat dan kencang.

Bapak bagaikan musik Wagner yang menggambarkan kekuatan dan semangat, sesungguhnya di balik kehidupan bapak, ada sebuah meodi yang indah. Seperti kata Sherina. “Lihatlah lebih dekat dan kau akan mengerti.”

*Ditulis oleh Dhitta Puti Sarasvati ketika masih SMA sebagai hadiah ulang tahun untuk Rizal Ramli

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).