IKPP Menyerap Tenaga Kerja Terbanyak Industri Pulp-Kertas

Oleh : Herry Barus | Kamis, 29 Maret 2018 - 09:34 WIB

Industri Pulp n Paper (Foto Dok Industry.c.id)
Industri Pulp n Paper (Foto Dok Industry.c.id)

INDUSTRY.co.id - Bogor- Unit usaha Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas, PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Tbk, hari ini meraih penghargaan dari Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai Penyerap Tenaga Kerja Terbanyak untuk kategori industri pulp dan kertas.

Penyerahan penghargaan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada Direktur APP Sinar Mas Suhendra Wiriadinata tersebut menjadi salah satu rangkaian acara Silaturahmi Presiden RI dengan Pengguna Fasilitas Kepabeanan dan Peluncuran Perizinan Online yang berlangsung di Cileungsi, Kabupaten Bogor.

"Kami bersyukur atas penghargaan yang diberikan. APP Sinar Mas berkomitmen mendukung peningkatan ekonomi di Indonesia, salah satunya melalui penyerapan tenaga kerja, khususnya di bidang manufaktur," ungkap Suhendra.

Bank Dunia mencatat jumlah pekerja di Indonesia mencapai 121 juta pada Agustus 2017 atau tumbuh sebesar 2,2% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tercatat sektor manufaktur menciptakan 1,5 juta lapangan pekerjaan pada 2017.

Sementara itu, dalam acara yang dihadiri perwakilan dari 1.400 perusahaan ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjanjikan adanya peningkatan ekspor dan investasi tahun 2018. Hal ini direalisasikan dengan memperbarui beberapa sistem seperti pemangkasan jumlah izin serta waktu pengurusan izin.

Sri Mulyani mengungkapkan, upaya mempermudah proses perizinan dapat berkontribusi terhadap aktivitas ekspor-impor. Sebagai contoh, implementasi Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (KITE) dan Tempat Penimbunan Berikat (TPB) sepanjang tahun lalu mampu menyumbang 54,8 miliar dolar AS atau setara dengan 37,7% dari jumlah ekspor nasional tahun lalu.

"Kami menyambut baik dan mendukung upaya pemerintah dalam mempermudah iklim usaha di Indonesia. Dengan sistem baru ini, diharapkan ekonomi Indonesia akan semakin meningkat," sambut Suhendra.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Patung Garuda Wisnu Kencana dinyatakan selesai dibangun di lokasi baru, Garuda Wisnu Kencana Culture Parki. Icon baru Bali, salah satu patung tertinggi di dunia, 271 meter, Habiskan 3.000 ton atau setara 2,5 hektar lembaran tembaga.

Minggu, 23 September 2018 - 08:10 WIB

GWK Patung Tembaga dan Tertinggi Ketiga di Dunia

Presiden Joko Widodo merasa senang dan bangga dengan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang menurutnya merupakan mahakarya anak bangsa. Patung GWK layak disebut mahakarya karena merupakan salah…

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 23 September 2018 - 08:00 WIB

KH Maruf Amin Resmi Mundur Sebagai Rais Aam PBNU

Ma'ruf Amin resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Rais Aam Ma'ruf Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Sabtu (23/8/2019)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung Bali, Sabtu (22/9/2018) malam. (Foto: Humas Biro Staf Presiden)

Minggu, 23 September 2018 - 07:44 WIB

28 Tahun Berproses, Jokowi Resmikan Patung GWK di Bali

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di kawasan GWK Cultural Park, Bukit Ungasan, Kabupaten Badung Bali, Sabtu (22/9/2018) malam. Patung GWK layak disebut…

Menhan Ryamizard Ryacudu-foto RiauOnline.com

Minggu, 23 September 2018 - 07:40 WIB

Menhan Ajak Masyarakat Lampung Bersatu Dalam Perdamaian

Menteri Pertahanan RI Ryamizard Ryacudu ketika melakukan kunjungan di Lampung dan bertatap muka dengan elemen masyarakat setempat di Gedung Graha Karya Utama, Bandarlampung, Sabtu (22/9/2018)…

Dirut PT Bank BTN, Maryono bersama Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljono saat pembukaan IPEX 2018

Minggu, 23 September 2018 - 07:32 WIB

BTN Bidik Penyaluran Kredit Baru Rp 5 Triliun di IPEX 2018

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) membidik penambahan kredit baru Rp 5 triliun dalam pameran Indonesia Properti Expo (IPEX) 2018 yang berlangsung 22 hingga 30 September 2018 di Jakarta Convention…