CSR, Prudential Indonesia Donasikan Rp 4,5 Miliar Renovasi Bangsal RS Dharmais

Oleh : Ahmad Fadli | Senin, 26 Maret 2018 - 20:48 WIB

Prudential Indonesia dan Standard Chartered Bank Luncurkan VERSAlink Capital Protection
Prudential Indonesia dan Standard Chartered Bank Luncurkan VERSAlink Capital Protection

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Prudential Indonesia, bekerja sama dengan Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI), hari ini merealisasikan komitmennya dengan menyerahkan donasi sebesar Rp4.5 miliar untuk renovasi bangsal di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

“ Kami sangat senang bisa berbagi kebahagiaan lewat donasi dari PRUsyariah yang kami harap dapat bermanfaat bagi pengembangan perawatan kanker, khususnya melalui Yayasan Onkologi Anak Indonesia dan Rumah Sakit Kanker Dharmais,” kata Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch dalam siaran tertulisnya, Senin (26/3/2018).

Prudential berkomitmen untuk menyumbangkan sejumlah uang dari dana perusahaan untuk setiap pembelian polis PRUsyariah di tahun 2017. Jumlah dana yang telah mencapai Rp4.5 miliar akan digunakan untuk membangun bangsal, area tunggu, ruang konsultasi, ruang perawatan dan sejumlah fasilitas lainnya yang dikhususkan untuk para remaja penderita kanker di Rumah Sakit Kanker Dharmais.

Sementara Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia, Rahmi Adi Putra Tahir mengatakan perkembangan YOAI lewat kerja sama ini, sejumlah inisiatif telah dilakukan seperti pemberian bantuan pengobatan, pembuatan bangsal, seminar pengenalan dini kanker pada anak, dan donasi mesin Apheresis ke tujuh rumah sakit di berbagai kota.

“Ke depannya, tentu kami berharap kontribusi yang dapat kami berikan bersama para donator bagi para pasien kanker di Indonesia bisa semakin besar lagi,” jelas Rahmi Adi Putra Tahir, Ketua Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI).

Prof. Dr. H. Abdul Kadir, Ph.D, Sp. THT – KL(K), MARS, Direktur Utama Rumah Sakit Kanker Dharmais menyatakan, pihaknya sangat mengapresiasi kegiatan CSR yang akan dilakukan oleh teman-teman dari Prudential Indonesia dan YOAI sebagai kelanjutan dari sumbangsih yang sebelumnya telah mereka berikan kepada Rumah Sakit Kanker Dharmais sejak tahun 2005.

“Kami yakin bahwa perluasan bangsal remaja dan sejumlah fasilitas lainnya ini akan membantu meningkatkan pengalaman berobat yang lebih nyaman bagi para pasien.”

Prudential Indonesia telah menjalankan banyak program tanggung jawab sosial sejak pertama kali perusahaan didirikan 22 tahun yang lalu, dan sejak tahun 2014 program-program terkait telah berhasil menyentuh lebih dari sejuta jiwa.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.