Presiden Jokowi Ingin Menteri Jonan Selesaikan Dua Tugas Utama Ketenagalistrikan

Oleh : Hariyanto | Jumat, 23 Maret 2018 - 13:25 WIB

Pembangkit Listrik PLN (rino/industry.co.id)
Pembangkit Listrik PLN (rino/industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menginstruksikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan untuk menyelesaikan dua tugas utama dalam memberikan akses ketenagalistrikan di seluruh wilayah tanah air, yaitu rasio elektrifikasi lebih dari 99% dan keterjangkauan tarif listrik.

"Arahan Presiden ada dua. Satu itu pemeratan kelistrikan di seluruh Indonesia. Kita mencoba sebisa mungkin rasio elektrifikasi itu kalau bisa 99,9% di akhir 2019. Akhir tahun lalu 95%. Tahun ini mudah-mudahan 97,5 sampai 98%," kata Jonan pada acara Diseminasi Rencana Usaha Penyediaan Pembangkit Tenaga Listrik (RUPTL) Perusahaan Listrik Negara 2018-2027 di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Di samping peningkatan rasio elektrifikasi, pekerjaan lain yang harus segera diselesaikan Jonan adalah tarif listrik yang terjangkau masyarakat. "Masyarakat itu harus mampu beli listrik. Kalau ada layanan kelistrikan, terus masyarakat tidak mampu beli listrik akhirnya percuma," tambah Jonan.

Jonan menekankan prinsip utama pengelolaan energi berpegang pada market driven, yaitu menjual listrik berdasarkan kemampuan daya beli konsumen, bukan pada kemampuan biaya produksi. "PLN dan mitranya harus mulai berpikir customer oriented. Fokusnya harus market driven, tidak lagi production driven," tegas Jonan.

Seperti diketahui, Pemerintah sudah memutuskan tarif listrik tidak akan mengalami perubahan selama dua tahun mendatang. Hal ini dilakukan agar menjaga kestabilan daya beli masyarakat.

Untuk mengimplementasikan tugas tersebut, Jonan menggunakan asas berkeadilan supaya terjadi pemerataan dalam pembangunan dan akses energi. "(Pengelolaan) Energi sesuai arahan Presiden harus menggunakan sila kelima, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tandas Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…

Tommy Soeharto Ketum Partai Berkarya (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:00 WIB

Tommy Soeharto: Kami Hadir Memberi Bukti, Bukan Janji

Ketua Umum Partai Berkarya Tommy Soeharto mengatakan partainya berkomitmen memberi solusi dan bukti, bukan janji, untuk meningkatkan produksi pangan nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Jumat, 22 Maret 2019 - 19:05 WIB

Kemenperin Dorong IKM Logam Perluas Kemitraan Dengan Perusahaan Otomotif

Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil Menegah dan Aneka (IKMA) meenggelar acara Kick-Off IKM dalam Supply Chain Industri Otomotif Nasional.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi sentra IKM logam Ngingas, Sidoarjo, Jawa Timur

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:18 WIB

IKM Siap Berkontribusi dalam Rantai Pasok Industri Otomotif Nasional

Industri Kecil Menengah (IKM) siap berkontribusi dalam rantai pasok industri otomotif nasional yang diwujudkan melalui keberhasilan Koperasi Batur Jaya (KBJ) yang sejak awal Januari 2019 berhasil…

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUMN))

Jumat, 22 Maret 2019 - 18:00 WIB

Tingkat Layanan Jalan Tol, Menteri Rini Ikut Simulasi RFID Jasa Marga

PT Jasa Marga Tbk menggelar simulasi transaksi nir sentuh berbasis Radio-Frequency Identification (RFID) atau Single Lane Free Flow (SLFF) untuk meningkatkan layanan dan kenyamanan bagi para…