Industri Mamin Indonesia Merambah Hingga Slowakia-Jerman

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 20 Maret 2018 - 12:03 WIB

Produk Mamin (ist)
Produk Mamin (ist)

INDUSTRY.co.id - London- Berbagai produk industri (mamin( makanan dan minuman Indonesia merambah Slowakia dengan adanya pertemuan antara distributor dan importir produk Indonesia di Eropa seperti NIVO BV dan InterAromat B.V dari Belanda, Indofood di Jerman, Mayora di Polandia dan Olagafood di Ceko.

Dubes RI untuk Republik Slowakia, Adiyatwidi Adiwoso Asmady di London, Senin (19/3/2018)  menjelaskan, pertemuan mereka difasilitasi KBRI di Bratislava, Slowakia, bekerja sama dengan Atase Perdagangan KBRI di Den Haag untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia di Slowakia.

Adiyatwidi mengaku, tujuan utama program ini adalah memperluas pasar produk makanan dan minuman Indonesia yang sempat berjaya di Slowakia sampai beberapa tahun silam.

Dikatakan misinya adalah untuk meningkatkan nilai perdagangan bilateral yang masih jauh dari potensi sesungguhnya, salah satunya melalui peningkatan keberadaan produk makanan dan minuman Indonesia di Slowakia.

Atase Perdagangan RI di Den Haag, Belanda, Dewi Rochayati, mengatakan kehadiran distributor dan representatif yang ada di Eropa memudahkan penyaluran produk-produk Indonesia ke Slowakia.

Pensosbud KBRI Bratislava, Lely Meiliani mengatakan dalam pertemuan itu juga digelar "one-on-one meeting" dengan pengusaha di Bratislava seperti Kon-Rad dan Yeme, dua distributor terbesar di Slowakia.

Distributor utama Slowakia Kon-Rad dan Yeme menyampaikan kepuasan atas prakarsa kegiatan dan segera melakukan pemesanan saus sambal, kecap manis dan makanan minuman organik. Toko Asia yang ada di Bratislava telah melakukan pemesanan, terutama mie instan dan bumbu masak.

Kon-Rad, yang berdiri sejak tahun 1990, memiliki lebih dari 7.000 jenis produk dan 2.000 pelanggan, melayani logistik industri gastronomi, restoran, kedai kopi dan teh yang ada di seluruh Slowakia dan ekspor.

Sedangkan Yeme, pemain utama distribusi bahan makanan dan minuman berkualitas tinggi/premium di Slowakia. Toko-toko tersebut telah puluhan tahun melayani kebutuhan produk makanan dan minuman Asia yang menjual produk dari Asia Tenggara, Asia Tengah, dan Timur Tengah.

Berdasarkan riset Nielsen atas ekonomi Slowakia pada 2017, tingkat konsumsi masyarakat Slowakia naik sebesar 6,3 persen, jauh lebih tinggi daripada Hungaria (5,9%), Ceko (4,8%), Polandia (4,3%).

Pada 2016, tingkat konsumsi Slowakia juga yang tertinggi di Eropa (3,4%) dengan rata-rata hanya tumbuh 0,4 persen. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Foto Ist)

Selasa, 17 Juli 2018 - 20:00 WIB

Ini Nama-Nama Menteri Kabinet Kerja Berpartisipasi Nyaleg

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan sejumlah menteri dalam Kabinet Kerja dan pejabat di lingkungan kepresidenan akan ikut berpartisipasi sebagai calon anggota legislatif pada pemilihan…

Wapres Jusuf Kalla (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 17 Juli 2018 - 19:35 WIB

Cawapres Jokowi 2019 Harus Mampu Tingkatkan 15 Persen Suara

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan calon pendamping Joko Widodo dalam Pemilu 2019 harus dapat mendongkrak perolehan suara minimal 15 persen.

Danu Wicaksana, CEO TCASH (kiri) - (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Selasa, 17 Juli 2018 - 19:09 WIB

Buka Layanan Lintas Operator, Ini Tiga Keunggulan TCASH Wallet

TCASH secara resmi telah membuka layanan aplikasi TCASH wallet untuk seluruh operator telekomunikasi. Pelanggan lintas operator dapat menikmati beragam layanan transaksi non-tunai TCASH dengan…

Ilustrasi Jalan Tol (ist)

Selasa, 17 Juli 2018 - 18:55 WIB

BNI Beri Tambahan Kredit Jalan Tol Manado-Bitung

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk turut membiayai Proyek Jalan Tol Ruas Manado-Bitung, Sulawesi Utara, dengan memberikan tambahan fasilitas kredit modal kerja (KMK) dana talangan tanah…

BTPN Syariah (Foto MediaIndonesia)

Selasa, 17 Juli 2018 - 18:40 WIB

Pembiayaan BTPN Syariah Tumbuh 19,1 Persen

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Syariah Tbk (BTPN Syariah) hingga akhir Juni 2018 membukukan pembiayaan Rp6,87 triliun, tumbuh 19,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya…