Rayakan 17 Tahun Berkarya, Band Radja Luncurkan Malaikat Cinta

Oleh : Amazon Dalimunthe | Selasa, 20 Maret 2018 - 10:12 WIB

Band Radja Rayakan 17 Tahun Berkarya dengan "Malaikat Cinta"
Band Radja Rayakan 17 Tahun Berkarya dengan "Malaikat Cinta"

INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Eksistensi sebuah grup musik memang ditandai dengan banyaknya manggung dan melahirkan karya terbaru. Hal ini disadari betul kumpulan Band Radja. Meski masih sering manggung, mereka tetap menganggap bahwa melarkan karya terbaru merupakan salah satu bentuk eksistensi.

Lima tahun lebih vakum, band yang digawangi lan Kasela (vokal), Moldyansyah Kusnadi (gitar), Indra Riwayat (bas) dan Seno Wibowo (drum) ini menganggap 2018 sebagi tahun kebangkitan Radja. Apalagi tahun ini menandai 17 tahun band ini berdiri. Mereka meluncurkan singel terbaru mereka, Malaikat Cinta.

Lewat lagu Malaikat Cinta, Radja kembali memperlihatkan ciri khas mereka dengan lagu bernuansa pop ballad ini. Aliran melodi dengan lirik yang sederhana lewat vocal Ian Kasela membuat tembang ini easy listening.

"Kami bikin karya yang jujur saja agar mendapat hasil yang indah. Alhamdulillah kalau lagu-lagu Radja disukai banyak orang. Semoga lagu Malaikat Cinta membawa angin segar untuk penikmati musik,” kata Moldy di Hard Rock Café, Senin (20/3) petang.

Sebelumnya, Radja memang vakum sejak 2010. Hal ini karena mereka keluar dari label lama dan mendirikan label baru. Namun, para personelnya tetap memperlihatkan karya mereka. Pada 2017 misalnya, band ini sempat membuat mini album lagu-lagu daur ulang milik D'Loyd.

Namun, hadirnya Malaikat Cinta ini terasa istimewa. Pasalnya pada lagu ini Radja hadir dengan formasi awal, yaitu dengan  Indra (bassist) dan Seno (drum). Keduanya sudah kembali bergabung dengan Radja sejak 2015.

“Kita hadir kembali, tepat 17 tahun dan 17 tahun bukan angka yang sedikit. Ibaratnya kalau orang itu sudah bisa bertanggung jawab dan Radja bertanggung jawab dengan musik Indonesia, kita keluarkan single Malaikat Cinta,” terang Ian Kasela,

Sebenarnya, Malaikat Cinta sudah diperkenalkan di 120 stasiun radio di seluruh Indonesia pada 14 Februari 2018 lalu. Lagu pop ballad yang diciptakan Moldy ini langsung diapresiasi secara positif oleh penikmati musik Tanah Air.

“Kehadiran kita ini memang sudah ditunggu Radjaku (sebutan fans Radja). Kalau kita manggung itu selalu mereka tanya, kapan keluarkan album, kapan keluarkan single? Sebetulnya kita selalu berkarya dan mengeluarkan single dan album (daur ulang lagu D’Loyd), tetapi sekarang kita keluarkan lagu Malaikat Cinta,” terang Ian. (AMZ)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 18 November 2018 - 08:00 WIB

BI: Penggunaan B20 Bisa Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Deputi Gubenur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan kewajiban penggunaan biodiesel 20 persenn (B20), yang sudah dicanangkan pemerintah, bisa mengurangi defisit neraca transaksi berjalan…

Presiden Ri Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping (Foto: Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 07:00 WIB

Presiden Jokowi-Presiden Xi Bahas Perkembangan Ekonomi Digital

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping dan membahas perdagangan hingga ekonomi digital dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 06:37 WIB

Aceh Tengah Targetkan Produksi Kopi 800 Kh/Ha

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pertanian daerah setempat menargetkan produksi komoditas kopi di kawasan tersebut mencapai 800 kilogram per hektare pada 2018.

Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 06:00 WIB

Impinan APEC Diharapkan Bantu Negara-Negara Pasifik

Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) diharapkan membantu negara-negara di Kepulauan Pasifik menghadapi dampak perubahan iklim dan menangani isu-isu kelautan.

 Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 05:18 WIB

BI Pastikan Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memastikan adanya penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 dari kisaran sebelumnya sebesar 5,1-5,5 persen.