Leeteuk Akui Popularitas Super Junior Tak Sama Seperti Dulu

Oleh : Dina Astria | Selasa, 20 Maret 2018 - 15:05 WIB

Leeteuk Super Junior. (Foto: STARNEWS)
Leeteuk Super Junior. (Foto: STARNEWS)

INDUSTRY.co.id - Korea Selatan - Leader dari boyband Super Junior, Leeteuk baru saja membahas mengenai popularitas Super Junior melalui wawancara dengan Sport Seoul beberapa waktu lalu.

Menurutnya, popularitas Super Junior mulai turun. Selama kurang lebih 14 tahun memulai debutnya, boyband pelantun ‘MAMACITA’ ini harus mengakui jika sekarang semua tidak  berjalan seperti dulu.

Munculnya boyband baru yang lebih muda dan fresh, sistem kegiatan wajib militer yang panjang dan beberapa skandal membuat Super Junior kehilangan kekuatan mereka.

“Saat itu gila saat kami tenar. Aku tidak tahu bagaimana itu terjadi, tapi kami tenar begitu saja. Banyak selebriti akan kecewa saat mereka turun dari posisi normal,” ungkap penyanyi sekaligus host berusia 34 tahun itu.

Dirinya juga mengungkap bahwa tidak mudah menghadapi popularitas yang turun.

“Setelah aku merasakannya, aku jadi berfikir, jadi seperti ini rasanya. Aku bisa melakukan lebih tapi aku merasa kehilangan energi lebih banyak dari sebelumnya,” tambah Leeteuk.

Leeteuk mengakui bahwa akhir-akhir ini dirinya sering memikirkan jika para member Super Junior bertambah usia bersama penggemar mereka, menuar bersama dan mereka menghabiskan waktu bersama seperti teman.

“Fanclub kami, Everlasting Friends, seperti namanya, aku merasa bahwa fans kami adalah teman untuk selamanya. Sebelumnya kami menyapa dengan ‘anyeong haseyo’, sekarang kami hanya bilang ‘anyeong’. Rasanya sebelumnya mereka melihat kami dari jauh, namun sekarang mereka seakan-akan duduk disamping kami,” tutup Leeteuk.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Biodiesel 20 Persen (B20)

Minggu, 18 November 2018 - 08:00 WIB

BI: Penggunaan B20 Bisa Kurangi Defisit Transaksi Berjalan

Deputi Gubenur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo mengatakan kewajiban penggunaan biodiesel 20 persenn (B20), yang sudah dicanangkan pemerintah, bisa mengurangi defisit neraca transaksi berjalan…

Presiden Ri Joko Widodo dan Presiden Xi Jinping (Foto: Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 07:00 WIB

Presiden Jokowi-Presiden Xi Bahas Perkembangan Ekonomi Digital

Presiden Joko Widodo bertemu dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Xi Jinping dan membahas perdagangan hingga ekonomi digital dalam pertemuan bilateral yang digelar di sela KTT APEC.

Tanaman kopi (foto Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 06:37 WIB

Aceh Tengah Targetkan Produksi Kopi 800 Kh/Ha

Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Pertanian daerah setempat menargetkan produksi komoditas kopi di kawasan tersebut mencapai 800 kilogram per hektare pada 2018.

Menlu Retno Marsudi (Foto Istimewa)

Minggu, 18 November 2018 - 06:00 WIB

Impinan APEC Diharapkan Bantu Negara-Negara Pasifik

Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) diharapkan membantu negara-negara di Kepulauan Pasifik menghadapi dampak perubahan iklim dan menangani isu-isu kelautan.

 Dody Budi Waluyo Deputi Gubernur BI (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 18 November 2018 - 05:18 WIB

BI Pastikan Revisi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2019

Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo memastikan adanya penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi pada 2019 dari kisaran sebelumnya sebesar 5,1-5,5 persen.