Tiga Perusahaan BUMN Bersinergi Tingkatkan Penggunaan FABA Menjadi Semen

Oleh : Hariyanto | Minggu, 18 Maret 2018 - 14:22 WIB

Ilustrasi industri semen. (Ist)
Ilustrasi industri semen. (Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tiga perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yaitu PT PLN, PT Semen Indonesia (Persero) dan PT Semen Baturaja (Persero) bersinergi untuk tingkatkan pemanfaatan penggunaan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) sebagai produk samping energi menjadi semen yang ditandai dengan nota kesepahaman di Jakarta, Jumat (16/3/2018). 

Penandatanganan dilakukan di Kantor Kementerian BUMN dan disaksikan Oleh Deputi Menteri Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kementerian BUMN.

Dengan adanya kerja sama ini, nantinya produk samping PLN yakni berupa gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) akan dipasok ke PT Semen Indonesia dan PT Semen Baturaja.

Pemanfaatannya berkontribusi menjadi gedung pencakar langit, jalan tol, dan jembatan layang. Beberapa industri semen di Indonesia tercatat sudah memasukkan fly ash dalam komposisi produksinya. Fly ash mampu menggantikan sampai 30% semen portland dengan kualitas dan ketahanan jauh lebih baik.

Produk utama PLN adalah listrik dan PLN mempunyai produk samping yakni berupa gypsum, Fly Ash dan Bottom Ash, Selama ini kami biasanya memasok FABA ini ke pabrikan semen non BUMN, jadi kami berfikir untuk mengembangkannya dengan cara bekerjasama dengan saudara sendiri (sesama BUMN).

"Diharapkan dengan kerjasama ini selain bisa memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak, terpenting adalah bisa mensupport lingkungan," kata Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali.

Ali menambahkan bottom ash bisa digunakan oleh pabrik semen pada proses produksi awal. Sedangkan fly ash, bisa dicampurkan pada produk akhir semen. 

"Perusahaan semen kan harus ambil kapur dari gunung. Nah, kalau pakai dari bottom ash-nya akan mengurangi penggunaan kapur dari gunung. Kalau itu bisa dimanfaatkan dengan bagus, tadi 5,2 juta ton/tahun (FABA) pasti akan membantu kelestarian lingkungan," ungkapnya

Edwin Hidayat Abdullah mengatakan, Penandatanganan nota kesepahaman ini dilaksanakan dalam rangka untuk mewujudkan sinergi di bidang usaha energi, logistik, kawasan dan pariwisata.

BUMN sebagai agent of development memiliki posisi penting dan strategis dalam pembangunan nasional, antara lain melalui perannya sebagai salah satu tulang punggung perekonomian nasional, motor penggerak pembangunan serta berperan dalam program-program ekonomi kerakyatan.

Selain itu BUMN sebagai agen pembangunan berperan besar dalam menyukseskan berbagai program pemerintah, khususnya di bidang ekonomi kerakyatan, antara lain penurunan harga semen di Papua dimana harga sebelumnya adalah Rp2 juta menjadi Rp500 ribu per sak.

"Kemudian pemberdayaan petani melalui pembuatan Kartu Tani yang memberikan subsidi langsung kepada 2,7 juta petani pemilik kartu, maupun di sektor ketenagalistrikan, dimana rasio elektrifikasi mengalami peningkatan pesat dari 84% menjadi 93% di tahun 2014 dan lebih dari 70 ribu desa telah mendapatkan pasokan listrik," ungkap Edwin.

Edwin berharap implementasinya segera ditindaklanjuti dalam bentuk kontrak-kontrak yang lebih konkret dan dapat memunculkan lebih banyak lagi bentuk sinergi antar BUMN dan anak perusahaan BUMN. (ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Asuransi Jiwasraya (Foto Industry.co.id)

Selasa, 16 Oktober 2018 - 00:55 WIB

OJK Monitor Penyelesaian Kewajiban Jiwasraya

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Direksi dan pemegang saham PT. Jiwasraya (Persero) berkaitan…

BRI Syariah

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:37 WIB

Produk Halal BRIsyariah Sukses Gaet Milenial Jogja

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Jogja Halal Fest 2018 yang digelar di Yogyakarta pada tanggal 11 sd 14 Oktober lalu, menjadi bukti besarnya animo masyarakat terhadap produk…

Japan Airlines (JAL) (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 21:00 WIB

Japan Airlines Beroperasi di Terminal 3 Bandara Soetta

Japan Airlines (JAL) beroperasi di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta mulai 26 Oktober 2018 mendatang.

Christine Lagarde Terkesan dengan Paviliun Indonesia (Foto Humas BUMN)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:45 WIB

Indonesia Pavilion Pukau Ribuan Peserta Annual Meeting IMF-WB 2018

Kehadiran Indonesia Pavilion sebagai wajah pembangunan dan budaya Indonesia yang digagas oleh Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak 8 Oktober - 14 Oktober 2018, mendapat banyak perhatian…

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 15 Oktober 2018 - 20:15 WIB

Pemerintah Usulkan Asumsi Rupiah 2019 Rp15.000

Pemerintah mengusulkan perubahan asumsi nilai tukar rupiah dalam RAPBN 2019 menjadi Rp15.000 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.500 per dolar AS.