Industri TPT Butuh Tenaga Kerja

Oleh : Kormen Barus | Minggu, 18 Maret 2018 - 08:15 WIB

Achmad Sigit Dirjen Kemenperin (dok INDUSTRY.co.id)
Achmad Sigit Dirjen Kemenperin (dok INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Solo, Industri TPT berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau menyumbang 21,2 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka (IKTA) Achmad Sigit Dwiwahjono, mewakili Menteri Perindustrian menjadi pembicara pada Kuliah Umum di Akademi Komunitas Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) atau biasa disebut AK Tekstil Solo Surakarta, di Solo, Jawa Tengah, Senin lalu.

Dia mengatakan, industri TPT nasional sedang membutuhkan tenaga kerja terampil yang cukup banyak seiring dengan adanya ekspansi dan investasi baru.

Misalnya di Boyolali, perusahaan tekstil lagi mencari tenaga kerja lebih dari 5.000 orang.

Di samping itu, industri TPT kita tahun lalu mampu tumbuh 3,45 persen, melonjak tajam dibanding tahun sebelumnya yang minus satu persen.

Jadi peningkatan investasi di sektor industri harus disambut dengan upaya penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja sesuai kebutuhan dari perkembangan teknologi dan proses manufaktur saat ini.

Hal tersebut bertujuan untuk memacu produktivitas dan daya saing industri sehingga mampu kompetitif dalam memenuhi pasar konsumen baik di domestik maupun internasional.

Oleh karena itu, Kementerian Perindustrian melakukan beberapa terobosan dalam membuat program percepatan guna penyiapan ketersediaan SDM industri dan peningkatan kompetensinya yang sesuai permintaan dunia kerja sekarang, ujarnya.

Sigit menegaskan, untuk mempertahankan kinerja industri tetap positif, salah satunya diperlukan aspek kualitas dan jumlah tenaga kerja.

Dalam hal ini, Kemenperin telah menjalankan sejumlah langkah strategis, antara lain pelaksanaan program pendidikan dan pelatihan vokasi yang link and match antara industri dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kemenperin sendiri kata dia telah meluncurukan program tersebut di beberapa wilayah Indonesia hingga lima tahap, meliputi Jawa Timur, Jawa Tengah dan Yogyakarta, Jawa Barat, Sumatera Utara, serta DKI Jakarta dan Banten.

Total industri yang terlibat mencapai 558 perusahaan dengan menggandeng 1.537 SMK.

Khusus untuk memasok tenaga kerja di industri TPT, Kemenperin memiliki unit pendidikan AK Tekstil Solo dan penyelenggaraan Diklat 3in1 (pelatihan, sertifikasi kompetensi, dan penempatan kerja) untuk operator mesin garmen.

Selain itu, kami juga melakukan restrukturisasi mesin dan peralatan produksi, yang akan diganti baru terutama berbasis digital sesuai perkembangan teknologi terkini, imbuhnya.

Industri TPT berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional, antara lain melalui penyerapan tenaga kerja sebanyak 3,58 juta orang atau menyumbang 21,2 persen dari total tenaga kerja industri manufaktur.

Selanjutnya, penghasil devisa negara yang signifikan dari nilai ekspor TPT sebesar USD 12,59 miliar atau 10,1 persen dari total ekspor manufaktur tahun 2017.

Industri TPT kita juga berkontribusi 1,07 persen terhadap PDB nasional, dan mencatatkan nilai investasi hingga Rp10,19 triliun pada tahun 2017, sebutnya.

Berdasarkan Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional (RIPIN) 2015-2035, industri TPT merupakan salah satu sektor andalan karena berorientasi ekspor dan padat karya serta diprioritaskan dalam pengembangannya agar semakin berkinerja positif dan berdaya saing global.

Sigit menambahkan, industri TPT mulai memanfaatkan teknologi produksi terkini.

Misalnya, di sektor hulu, proses pembuatan bahan baku yang dapat menciptakan serat generasi baru, seperti nano fiber untuk pakaian olahraga, serta bio fiber atau synthetic spider silk.

Pada sektor industri antara, mulai menggunakan multimaterial, dengan prosesnya yang dikendalikan dengan sistem sensor dan integrated grinding system.

Sedangkan di sektor hilir, pada produksinya sudah dilakukan pembuatan prototipe secara cepat untuk desain khusus atau pengukuran dan pembuatan prototipe secara digital.

"Sementara itu, untuk perluasan pasar ekspor, penjualan dan jaringan pemasarannya telah menggunakan RFID untuk logistik sehingga meningkatkan transparansi dan akurasi dalam inventarisasi," paparnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mochtar Ngabalin Perkuat Tim Tenaga Ahli KSP, Komisaris AP1 (Foto Tribun)

Jumat, 20 Juli 2018 - 05:54 WIB

Pengeritik Jokowi, Sekarang Komisasris Angkasa Pura 1

Kementerian BUMN merombak susunan komisaris PT Angkasa Pura I (Persero) dengan memasukkan tiga nama baru yaitu Djoko Sasono, Tri Budi Satriyo, dan Ali Mochtar Ngabalin.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:40 WIB

Aksi Teroris Ancaman Utama Asian Games 2018

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menilai terorisme menjadi ancaman paling diantisipasi oleh jajarannya dalam persiapan pengamanan Asian Games 2018 yang tinggal sebulan lagi.

Partai Golkar (Foto Ist)

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:20 WIB

ICW Anggap Golkar Berkilah Soal Caleg Mantan Koruptor

Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Ade Irawan menilai alasan Partai Golkar tetap mengajukan sejumlah bekas narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif pada Pemilu 2019…

Partai Golkar (Foto Ist)

Kamis, 19 Juli 2018 - 22:00 WIB

Golkar Tetap Calonkan Mantan Napi Korupsi, Ini Alasannya

DPP Partai Golkar memiliki alasan mengapa tetap mencalonkan sejumlah mantan narapidana korupsi sebagai calon anggota legislatif di Pilpres 2019.

Fujitsu dukung program industry 4.0 (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Kamis, 19 Juli 2018 - 21:28 WIB

Dukung Penerapan Industry 4.0, Fujitsu Bentuk Public Service Business Development

Hal tersebut juga menjadi perhatian khusus bagi perusahaan IT asal Jepang, PT Fujitsu Indonesia dalam mendukung program pemerintah tersebut.