Urgensi Pembentukan Holding BUMN Tambang

Oleh : Fahmy Radhi | Jumat, 16 Maret 2018 - 14:27 WIB

Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM (Foto Dok Industry.co.id)
Fahmy Radhi, Pengamat Ekonomi Energi UGM (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Mahkamah Agung (MA) telah menolak gugatan uji materil aturan holding BUMN Tambang yang diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Penyelamat BUMN. Gugatan tersebut diajukan terhadap Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2017, yang menghapus status 3 perusahan BUMN untuk dimasukan ke dalam holding BUMN Tambang, dinilai melanggar konstitusi karena bertentangan dengan Pasal 33 ayat 2 dan 3 Undang Undang Dasar (UUD) 1945, UU Keuangan Negara, UU BUMN, dan UU Minerba.

Namun, hasil putusan MA pada 6 Maret 2018 atas perkara itu menegaskan bahwa PP 47/2017 tidak melanggar ketentuan UU BUMN dan UU Keuangan Negara, sehingga tetap sesuai dengan tujuan UUD 1945 pasal 33 ayat 2 dan 3. Dengan hasil putusan MA itu, semua pihak, termasuk Koalisi Masyarakat Sipil, mestinya legowo menerima putusan MA, selanjutnya mendukung pembentukan holding BUMN Tambang bagi sebesarnya kemakmuran rakyat

Holding BUMN Tambang dibentuk berdasarkan PP 47/2017 yang menunjuk PT Asahan Inalum (Pesero) sebagai perusahaan induk BUMN Tambang dengan anggota terdiri dari: PT Aneka Tambang Tbk, PT Bukit Asam Tbk, dan PT Timah Tbk. Salah satu tujuan pembentukan Holding Tambang adalah untuk memperkuat struktur keuangan, mencapai efisiensi dan integrasi usaha, serta menciptakan value creation, sehingga BUMN Tambang sehingga dapat bersaing di pasar global dan memenuhi pasal 33 UUD 1945

Pembentukan Holding Tambang menjadi semakin mendesak lantaran dipersiapkan untuk menguasai 51% saham Freeport Indonesia. Kendati Freeport sudah menyetujui kesepakatan dasar, termasuk recana smelterisasi dan divestasi 51% saham, tetapi Freeport  belum juga sepakat dengan mekanisme divestasi dan metode penetapan harga saham Freeport. Tidak bisa dihindari, perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan penetapan harga saham Freeport. Inalum sebagai Perusahaan Induk Holding BUMN tambang harus segera menyelesaikan perundingan tersebut agar 51% saham Freeport dapat segera digenggam oleh Pemerintah Indonesia.

Semakin berlarutnya proses divestasi 51% saham Freeport akan menimbulkan berbagai potensi resiko, baik resiko ekonomi, maupun resiko sosial dan politik. Resiko itu termasuk pemberian izin ekspor konsentrat kepada Freeport, yang ditenggarai melanggar UU Minerba. Selama PT Inalum tidak bisa segera menyelesaikan proses perundingan, maka selamanya Menteri ESDM akan dipaksa untuk memperpanjang izin ekspor konsentrat agar terhindar dari berbagai potensi resiko yang akan timbul.

Oleh karena itu, PT Inalum harus benar-benar berkomitmen secara serius dan terus menerus untuk segera menuntaskan perundingan terkait smelterisasi dan divestasi 51% sebelum 30 Juni 2018, sehingga izin ekspor tidak perlu diperpanjang lagi. Kalau PT Inalum tidak mampu menyelesaikan divestasi 51% saham saham Freeport hingga 30 Juni 2018, tidak dapat dihindari bahwa PT Inalum kemungkinan besar akan menghadapai hambatan lebih serius dari pihak Freeport.

Dr. Fahmy Radhi, MBA: Pengamat Ekonomi Energi UGM, Mantan Anggota Tim Reformasi Tata Kelola Migas

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mentan Amran Sulaiman

Kamis, 18 Oktober 2018 - 11:34 WIB

Membangunkan Potensi Pangan "Raksasa Tidur" di Selatan Indonesia

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, memetakan persoalan dengan cepat, data baku lahan dan dukungan sarana produksi benih, pupuk khusus…

Foto Doc Kementan

Kamis, 18 Oktober 2018 - 11:20 WIB

Pemerintah Respon Aspirasi dan Beri Solusi Peternak Ayam Petelur

INDUSTRY.co.id -

Blitar - Pemerintah merespon aspirasi petani peternak ayam layer (petelur) mandiri yang mengeluhkan perkembangan harga jagung untuk pakan. Direktur…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:44 WIB

Rupiah Hari Ini di Level 15.158-15.132

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 15.158-15.132. Masih adanya sejumlah sentimen positif, terutama dari dalam negeri cukup membantu…

Kristian Nairn Pemeran 'Hodor' dalam serial permainan HBO, Game of Thrones akan hadir di ICC

Kamis, 18 Oktober 2018 - 10:20 WIB

Tokoh Tokoh Ternama Budaya Pop Dunia Siap Ramaikan ICC 2018

ReedPop melalui Reed Panorama Exhibitions kembali hadirkan para tokoh dan ikon budaya populer dunia hanya di Indonesia Comic Con 2018. Acara tahunan ini akan digelar pada tanggal 27 28 Oktober…

Seminar pariwisata

Kamis, 18 Oktober 2018 - 09:58 WIB

Bangun Potensi Tour Leader di Era Digital

INDUSTRY.co.id -

Jakarta--Dalam rangka mencetak tour leader profesional, Lembaga Bahasa (LB) LIA Pramuka menggelar seminar dan workshop pariwisata bertema Membangun…