Arcandra: Energi Terbarukan Jadi Sumber Energi Yang Tumbuh Paling Cepat di Dunia

Oleh : Hariyanto | Kamis, 15 Maret 2018 - 12:40 WIB

Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar
Wakil Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Arcandra Tahar

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan, beberapa tahun terakhir penggunaan energi di dunia sudah mulai beralih dari sumber energi fosil menuju sumber energi baru terbarukan (EBT). 

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian ESDM juga menyatakan keseriusannya dalam pengembangan EBT di Indonesia dengan menargetkan porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 mencapai 23%.

"Energi terbarukan menjadi sumber energi yang tumbuh paling cepat di dunia, dengan konsumsi meningkat rata-rata 2,3% per tahun antara tahun 2015, Indonesia bertekad untuk meningkatkan bauran energinya menjadi 23% pada tahun 2025," ungkap Arcandra saat pembicara pada acara Learning Innovation Summit di Jakarta, Rabu (14/3/2018).

Menurut data dari International Energy Outlook 2017, jika dibandingkan dengan energi fosil seperti batubara, konsumsi batubara sejak tahun 2000an hingga saat ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan, malah semakin lama akan digantikan oleh sumber energi nonfosil lainnya seperti gas bumi, dan energi terbarukan serta tenaga nuklir (khususnya di China) untuk pembangkit tenaga listrik.

"Sebagai ilustrasi, China negara yang selama ini konsumsi batubaranya terbesar di dunia, namun penggunaan batubara diproyeksikan akan menurun sebesar 0,6%  pertahun dari tahun 2015 sampai 2040," jelas Arcandra.

Sejauh ini sumber EBT yang mendominasi dikembangkan di dunia adalah energi matahari dan angin, yang mampu menyumbang sekitar US$226 miliar di seluruh dunia pada tahun 2016, atau sekitar 90% dari investasi di sektor EBT. Namun sayangnya, negara-negara maju yang masih mendominasi untuk pengembangan investasi energi terbarukan dibandingkan dengan negara berkembang.

Arcandra juga menjelaskan bahwa Indonesia sebagai negara berkembang terus menelurkan kebijakan yang mendukung iklim investasi di sektor ESDM dan juga memprioritaskan penggunaan sumber daya EBT sehingga diharapkan dapat memenuhi target bauran energi serta mengurangi emisi gas rumah kaca yang menjadi komitmen bersama pada Konferensi COP 21 di Paris pada tahun 2015.

"Indonesia bertekad untuk meningkatkan bauran energinya menjadi 23% pada tahun 2025. Sampai tahun 2017, porsi EBT dalam bauran energi masih 8,43%, ada celah sekitar 15%. Kesenjangan ini harus diisi melalui reformasi kebijakan untuk memberdayakan lebih banyak EBT dalam skala ekonomi dan harga yang terjangkau", pungkasnya.

Awal pekan ini, Kementerian ESDM juga telah menyetujui Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT PLN (Persero) tahun 2018 - 2027 yang di dalamnya telah mengakomodasi pemanfaatan EBT dalam perencanaan pembangunan pembangkit tenaga listrik, terlihat dari porsi EBT dalam bauran energi pembangkitan tenaga listrik pada tahun 2025 mencapai 23% atau lebih tinggi daripada porsi EBT pada RUPTL PLN 2017-2026 sebesar 22,6%. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 07:00 WIB

Market Cap Tembus Rp.500 Triliun , BBRI Cetak Rekor Baru Pekan ini

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) untuk kedua kalinya selama sepekan menorehkan prestasi terbaiknya di perdagangan bursa saham.

Gubernur Papua, Lukas Enembe, (Foto: Fadli/Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 06:00 WIB

Rp5 Miliar Disiapkan Pemprov Papua untuk Korban Banjir

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menyiapkan bantuan uang sebesar Rp5 miliar untuk membantu penanganan korban banjir bandang di Kabupaten Jayapura.

Tersangka Korupsi (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 23 Maret 2019 - 04:50 WIB

KPK Benarkan Amankan Direktur Krakatau Steel

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengamankan sebanyak empat orang terkait dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang diduga berhubungan dengan salah satu Direktur Krakatau Steel.

Kingston Partner Gathering, Kamis (21/3/2019)

Jumat, 22 Maret 2019 - 23:00 WIB

Perkuat Pasar, Kingston Miliki Puluhan Mitra Reseller di Indonesia

Kingston Technology, salah satu pemimpin dunia dalam solusi produk dan teknologi penyimpanan memori, secara bersama-sama dengan para mitra penjualan mengumumkan program mitra resmi di Indonesia.

Suasana diskusi yang bertajuk “Kasus Privatisasi JICT Jilid II (2015-2039), Kemana Pemerintah dan KPK” yang digelar Serikat Pekerja (SP) JICT di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta, Kamis (21/03/2019) petang.

Jumat, 22 Maret 2019 - 20:49 WIB

Pakar Hukum UGM: Perpanjangan Kontrak Pelindo II dan Hutchison Ports Tetap Sah

Oce Madril, pakar Tindak Pidana Korupsi Universitas Gajah Mada (UGM), menilai perjanjian perpanjangan kontrak PT Jakarta International Container Terminal (JICT) antara PT Pelindo II dan Hutchison…