Pertumbuhan Ekonomi Triwulan-1 Lebih 5,01 Persen

Oleh : Herry Barus | Selasa, 13 Maret 2018 - 22:54 WIB

Gubernur BI Agus Martowardojo (Foto Rizki Meirino)
Gubernur BI Agus Martowardojo (Foto Rizki Meirino)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo meyakini pertumbuhan ekonomi domestik di kuartal-I 2018 akan melebihi 5,01 persen (tahun ke tahun/yoy) atau realisasi pertumbuhan di kuartal I 2017.

Menurut Agus di Jakarta, Selasa (13/3/2018)  pendorong pertumbuhan di kuartal I tahun ini adalah kinerja dunia usaha dan juga berlanjutnya program-program pemerintah yang terindikasi dari meningkatnya laju impor untuk bahan baku sejak Desember 2017 hingga Feuari 2018.

Namun, pertumbuhan ekonomi di paruh pertama tahun ini melambat jika dibandingkan kuartal IV 2017 yang sebesar 5,19 persen (yoy).

"Sejak Desember pertumbuhan impor cukup tinggi dan banyak dikontribusi oleh impor bahan baku. Kami perkirakan juga Feuari 2018 itu neraca perdagangan masih defisit," kata dia.

Selain itu konsumsi rumah tangga selama tiga bulan pertama ini, ujar Agus, juga membaik, dibanding tren konsumsi tahunan di kuartal I-2018. Penyebabnya adalah sudah disalurkannya dana desa untuk tahap awal di Feuari 2018. Dana desa yang sudah dicairkan adalah Rp2,92 triliun atau 24,4 persen dari pagu tahap awal sebesar Rp12 triliun. Adapun total dana desa yang disiapkan tahun ini adalah Rp60 triliun.

Bahkan, menurut Agus, dana desa ditambah bantuan sosial dari pemerintah akan menjaga kontribusi konsumsi rumah tangga untuk pertumbuhan ekonomi tahun ini. Konsumsi rumah tangga pada 2017 hanya mencatatkan pertumbuhan 4,9 persen atau di bawah tren tahunan yang sebesar lima persen.

"Jadi secara umum sumber pertumbuhan kita di 2018 ada di investasi, ekspor, dan juga konsumsi," ujar Mantan Menteri Keuangan itu.

Bank Sentral menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini akan berada di rentang 5,1-5,5 persen (yoy), setelah pada 2017 hanya tumbuh 5,07 persen. Sedangkan untuk inflasi ingin dijangkar Bank Sentral di 2,5-4,5 persen (yoy) setelah pada 2017 sebesar 3,6 persen (yoy). (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Maskapai Garuda Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 12:00 WIB

Garuda Indonesia Siapkan 10 Penerbangan Tambahan Selama Pertemuan IMF-WB

Maskapai Garuda Indonesia menyiapkan 10 penerbangan tambahan selama penyelenggaraan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia (IMF-WB) di Bali pada 12-14 Oktober 2018.

Smartphone Realme

Selasa, 25 September 2018 - 11:53 WIB

Catat Tanggalnya, Smartphone Dengan Layar Notch Pertama Realme 2 Akan Segera Diluncurkan

Setelah secara resmi mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia, Realme akan segera menggelar konferensi pers di Indonesia dan Asia Tenggara untuk pertama kalinya pada tanggal 9 Oktober…

Dirjen IKTA Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono bersama Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri saat mengunjungi Pabrik Pabrik Pelumas Shell Indonesia di Marunda, Bekasi (Foto: Dok. Industry.co.id)

Selasa, 25 September 2018 - 11:49 WIB

Importir Keberatan Aturan Wajib SNI Pelumas

Baru-baru ini Kementerian merilis aturan standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk pelumas, melalui peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 tentang pemberlakuan SNI Pelumas secara wajib.…

Pertambangan di Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 11:36 WIB

Dua Perusahaan Ini Bergabung Jadi Penambang Emas Terbesar Dunia

Barrick Gold, salah satu perusahaan penambangan emas terbesar di dunia, membeli perusahaan saingannya Randgold. Penggabungan dua penambang emas ini menciptakan penguasa baru di industri emas…

Lion Air (Foto Ist)

Selasa, 25 September 2018 - 11:30 WIB

Tingkatkan Sektor Logistik, Lion Bidik Terbang ke Myanmar

Lion Air Group membidik Myanmar untuk pengembangan rute internasional di kawasana Asia Tenggara.