Ini Tanggapan Menpar Tentang Video Sampah di Manta Point, Bali

Oleh : Chodijah Febriyani | Selasa, 13 Maret 2018 - 17:30 WIB

Rich Horner WIsatawan Asal Inggris di Manta Point, Nusa Penida, Bali (Foto: ibtimes.co.in)
Rich Horner WIsatawan Asal Inggris di Manta Point, Nusa Penida, Bali (Foto: ibtimes.co.in)

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Pariwisata Indonesia, beberapa hari lalu dikejutkan dengan video yang diunggah oleh wisatawan asal Inggris bernama Rich Horner. Sayangnya, Ia menggungah sebuah video di yang memperlihatkan keindahan bawah laut di Pulau Dewata yang banyak sampah plastik.

Dalam video tersebut, Horner merekam kondisi bawah laut di Manta Point, Bali pada 3 Maret 2018 lalu. Tempat tersebut merupakan salah satu spot selam atau spot diving yang populer di kawasan Nusa Penida yang dipenuhi oleh sampah plastik dan bungkus makanan yang mengapung di dasar laut. Bahkan, tidak terlihat biota laut seperti ikan dan terumbu karang yang hidup di sana.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengungkapkan atas kejadian tersebut. "Yang pertama, harus kita klarifikasi, akan  lebih baik masukan itu kalau yang memberi masukan itu jelas, sehingga tidak seperti sekarang. Ada temen di Lembongan bilang kejadian tersebut tidak seperti itu, makanya harus diklrafikasi lagi," kata Arief Yahya saat ditemui usai Rapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata International, di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Arief juga meminta untuk menindaklanjuti kejadian tersebut kepada sejumlah lembaga dan Kementerian untuk menuntaskan hal tersebut.

"Kita akan menindaklanjuti akan hal itu, teman-teman dari Kementerian LHK (Lingkungan Hidup dan Kehutanan)  dan Kemenko Kemaritiman akan me-lead (memimpin) pembersihan sampah. Itu yang sekarang menjadi perhatian pemerintah pusat," ujar Arief.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Presiden Jokowi akan Hadri Seminar Revolusi Industri 4.0 di Surabaya

Presiden Jokowi jadi pembicara kunci seminar berjudul "Revolusi Industri 4.0 Meningkatkan Daya Saing, Menjadi Bangsa Pemenang" bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta Gubernur Jawa…

Petani sedang membajak lahan persawahan

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Pendekatan E Commerce, Penjualan Pertanian Lebih Cepat

Sentul - Riyanto, Ekonom Universitas Indonesia, menuturkan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani untuk mendekatkan distribusi.

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:54 WIB

Stop Impor Pangan Harga Beli Petani Tidak Jatuh

Sentul - Impor pangan memang seharusnya terus dikurangi terutama masa panen. Jika tanpa impor saat itu, petani bisa menikmati untung hasil jerih payahnya.

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:44 WIB

Kementerian Pertanian Dorong Generasi Milenial Masuk Industri Pertanian 4.0

Sentul - Kementerian Pertanian (Kementan) RI siap memasuki revolusi industri 4.0 dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan generasi milenial di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang…

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:00 WIB

Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

Pada tahun 2018 Jasa Marga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 2,20 Triliun, tetap stabil di tengah ekspansi bisnis jalan tol. Hal ini juga didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam…