Bank asal Jepang Ini Minati Proyek Jakarta -Surabaya

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 13 Maret 2018 - 11:03 WIB

Ilustrasi Kereta Cepat (Ist)
Ilustrasi Kereta Cepat (Ist)

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya tampaknya menarik minat sejumlah pihak untuk ikut terlibat di dalamnya. Salah satunya adalah Japan Bank for International Cooperation (JBIC).

CEO, Executive Managing Director JBIC Tadashi Maeda mengatakan pihaknya tak hanya tertarik dalam hal pendanaan melainkan juga bagaimana membuat proyek kereta Jakarta-Surabaya lebih menarik bagi para investor.

"Enggak hanya soal pendanaan, tapi juga beberapa saran bagaimana kami bisa membuat proyek ini lebih menarik bagi calon investor dari swasta," ujarnya dalam keterangan persnya kemarin.

Menurut JBIC, proyek kereta yang menghubungkan dua kota terbesar Indonesia itu tak hanya sekedar proyek kereta dengan kecepatan tinggi. Tetapi, juga menjadi bentuk upaya pemerintah dalam mengembangkan kawasan tersebut, termasuk pengembangan perekonomiannya.

Tadashi menegaskan proyek kereta Jakarta-Surabaya cukup penting bagi Jepang. Pasalnya, rasa kecewa mereka masih cukup membekas mengingat proyek kereta cepat Jakarta-Bandung telah diambil alih oleh China.

"Jakarta-Surabaya sangat penting karena kita sudah kalah di proyek [kereta] Jakarta-Bandung oleh China. Sejauh ini [proyek itu] belum mulai kan? Kami bukan China, kami Jepang, dan lebih tepat waktu," tegasnya.

Saat ini, JICA tengah melakukan pre-feasibity study untuk proyek kereta Jakarta-Surabaya.

Berdasarkan catatan Bisnis, groundeaking proyek tersebut akan dimulai pada akhir tahun ini. Pemerintah memproyeksi nilai proyeknya mencapai kisaran Rp60 triliun-Rp100 triliun.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi sempat menyatakan sejauh ini pembicaraan perihal pembiayaan untuk proyek tersebut berasal dari pinjaman Jepang

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Smartphone Realme

Selasa, 25 September 2018 - 11:53 WIB

Catat Tanggalnya, Smartphone Dengan Layar Notch Pertama Realme 2 Akan Segera Diluncurkan

Setelah secara resmi mengumumkan kehadirannya di pasar Indonesia, Realme akan segera menggelar konferensi pers di Indonesia dan Asia Tenggara untuk pertama kalinya pada tanggal 9 Oktober…

Dirjen IKTA Kemenperin Achmad Sigit Dwiwahjono bersama Direktur Pelumas PT Shell Indonesia Dian Andyasuri saat mengunjungi Pabrik Pabrik Pelumas Shell Indonesia di Marunda, Bekasi (Foto: Dok. Industry.co.id)

Selasa, 25 September 2018 - 11:49 WIB

Importir Keberatan Aturan Wajib SNI Pelumas

Baru-baru ini Kementerian merilis aturan standar nasional Indonesia (SNI) wajib untuk pelumas, melalui peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 tentang pemberlakuan SNI Pelumas secara wajib.…

Pertambangan di Indonesia

Selasa, 25 September 2018 - 11:36 WIB

Dua Perusahaan Ini Bergabung Jadi Penambang Emas Terbesar Dunia

Barrick Gold, salah satu perusahaan penambangan emas terbesar di dunia, membeli perusahaan saingannya Randgold. Penggabungan dua penambang emas ini menciptakan penguasa baru di industri emas…

Lion Air (Foto Ist)

Selasa, 25 September 2018 - 11:30 WIB

Tingkatkan Sektor Logistik, Lion Bidik Terbang ke Myanmar

Lion Air Group membidik Myanmar untuk pengembangan rute internasional di kawasana Asia Tenggara.

Digital Technology Indonesia bakal berlangsung pada Rabu 28 November 2018 di Jakarta Convention Center. Event tersebut mengusung tema Digital Transformation & Industry 4.0.

Selasa, 25 September 2018 - 11:23 WIB

Digitech Indonesia 2018, Ajang Kesiapan Industri Sambut Revolusi Industri 4.0

Sekira 200 perusahan di bidang teknologi dan informasi bakal memeriahkan ajang Digital Technology Indonesia yang bakal berlangsung pada Rabu 28 November 2018 di Jakarta Convention Center. Event…