Tingkatkan Branding Wonderful Indonesia, Kemenpar Bentuk Winning Team

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 12 Maret 2018 - 19:10 WIB

Menpar Arief Yahya (Foto: Kemenpar)
Menpar Arief Yahya (Foto: Kemenpar)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden RI Joko Widodo yang telah menetapkan Indonesia sebagai leading sector membuat Kementerian Pariwisata tak hentinya melakukan berbagai upaya untuk terus mempromosikan dan mengembangkan pariwisata Indonesia.

Salah satunya dengan menggandeng berbagai pihak terkait seperti industri pariwisata untuk mendukung pemenangan branding Wonderful Indonesia pada ajang penghargaan pariwisata internasional.

Oleh karena itu, Kementerian Pariwisatamenggelar Rapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata Tingkat Internasional di Hotel Santika Hayam Wuruk, Jakarta, Senin (12/3/2018).

Menurut data dari Global Competitiveness Report yang dirilis oleh World Economic Forum, dimana pada tahun 2018 Indonesia meraih ranking 36 dari 137 negara, naik lima peringkat dari posisi 41 di tahun 2017.

Selain itu, menurut Travel and Tourism Competitiveness Report 2017 yang juga dikeluarkan oleh WEF, Indonesia menempati peringkat ke 42, naik delapan peingkat dibanding peringkat 50 di tahun 2015.

Menurut Arief Yahya, Menteri Pariwista mengatakan bahwa Indonesia telah meraih 46 penghargaan internasional selama tahun 2016 dantahun 2018 ini Kementerian Pariwisata menargetkan raih 50 penghargaan internasional.

"Hal itu meningkatkan confidence, calibratiion dan credibility kita. Makanya, harus ada Tim Pemenangan atau Winning Team yang sudah dibentuk. Sebab, kemenanagan itu direncanakan," kata Arief Yahya pada pembukaanRapat Koordinasi Menaikkan Posisi Indonesia pada Kompetisi Pariwisata Tingkat Internasional, di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Sementara, menurut I Gde Pitana selaku Deputi Pengembangan Pemasaran I mengatakan, bahwa pencapaian awards-awards tersebut dapat mendatangkan turis dan dapat pengakuan dari dunia.

"Awards bukan hanya selembar kertas, tetapi mengandung unsur 3 C juga yaitu calibration, confidence, dan credibility. Di mana, untuk bidang pemasaran juga digunakan untuk membantu promosi pariwisata," ujarnya.

Saat ini Kementerian Pariwisata telah memetakan prioritas yang dianggap sebagai program utama pemenangan Branding Wonderful Indonesia pada ajang kompetisi penghargaan (awards) kepariwisataan tingkat internasional, yaitu fora United Nation-World Tourism Organization (UNWTO), The World Legacy Awards (WLA), Asean Tourism Association (ASEANTA), The World Travel & Tourism Council (WTTC) dan Travel FilmFest (TRAFF).

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi (Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Presiden Jokowi akan Hadri Seminar Revolusi Industri 4.0 di Surabaya

Presiden Jokowi jadi pembicara kunci seminar berjudul "Revolusi Industri 4.0 Meningkatkan Daya Saing, Menjadi Bangsa Pemenang" bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini beserta Gubernur Jawa…

Petani sedang membajak lahan persawahan

Selasa, 19 Maret 2019 - 08:00 WIB

Pendekatan E Commerce, Penjualan Pertanian Lebih Cepat

Sentul - Riyanto, Ekonom Universitas Indonesia, menuturkan implementasi teknologi 4.0 di sektor pertanian sangat bermanfaat bagi konsumen dan petani untuk mendekatkan distribusi.

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:54 WIB

Stop Impor Pangan Harga Beli Petani Tidak Jatuh

Sentul - Impor pangan memang seharusnya terus dikurangi terutama masa panen. Jika tanpa impor saat itu, petani bisa menikmati untung hasil jerih payahnya.

Petani desa di tengah sawah (Foto: Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:44 WIB

Kementerian Pertanian Dorong Generasi Milenial Masuk Industri Pertanian 4.0

Sentul - Kementerian Pertanian (Kementan) RI siap memasuki revolusi industri 4.0 dalam rangka mendorong modernisasi pertanian dan generasi milenial di sektor pertanian. Berbagai kebijakan yang…

Jalan Tol (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 07:00 WIB

Di Tengah Masa Ekspansi, Jasa Marga Berhasil Pertahankan Laba Bersih

Pada tahun 2018 Jasa Marga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp. 2,20 Triliun, tetap stabil di tengah ekspansi bisnis jalan tol. Hal ini juga didukung oleh keberhasilan Perseroan dalam…