IHSG Hari Ini Coba Reli di Level 6510

Oleh : Wiyanto | Senin, 12 Maret 2018 - 07:38 WIB

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)
Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Jakarta-Diperkirakan IHSG akan bergerak cenderung mencoba menguat terbatas pada awal pekan dengan rentan pergerakan 6380-6510.

Lanjar Nafi, analis Reliance Sekuritas Indonesia menyodorkan saham-saham yang masih dapat diperhatikan diantaranya ASRI, BBNI, BMRI, BSDE, CPIN, INCO, INDF, INDY, ITMG, SMRA, BRPT, BIPI.    

"Pergerakan IHSG terkonsolidasi seakan momentum reversal kurang begitu kuat dibandingkan formasi double top yang memberikan indikasi bearish. Indikator stochastic memberikan signal golden-cross pada area oversold dengan Indikator RSI yang terlihat berbalik arah positif. Meskipun demikian potensi penguatan cukup terbatas melihat pergerakan masih tertahan pada level MA5," ujar dia di Jakarta, Senin (12/3/2018).

Mengakhiri pekan mayoritas indeks saham di Asia melanjutkan penguatannya dimana Indeks Nikkei (+0.47%) dan TOPIX (+0.32%) ditutup naik seiring pelemahan Yen. Indeks Hangseng (+1.11%) dan CSI300 (+0.77%) ditutup menguat signifikan. Yen turun bahkan saat Bank of Japan tetap bertahan dengan stimulus moneternya.

IHSG (-0.15%) turun -9.70 poin dilevel 6433.32 setelah bergerak terkonsolidasi hampir tertekan signifikan disaat mayoritas indeks saham di Asia menguat. Sektor industri dasar (+1.12%) menjadi penahan pelemahan sedangkan sektor aneka industri (-0.90%) menjadi penekan pelemahan. Gejolak fluktuasi nilai tukar Rupiah, Inflasi dan prospek suku bunga menjadi faktor kekhawatiran investor saat ini. Investor asing pun tercatat net sell 938.20 Miliar rupiah dengan saham BBRI. BBCA dan ASII menjadi top net sell value.

Bursa saham Eropa dibuka terkonsoldasi diakhir pekan. Indekstoxx (-0.18%), FTSE (+0.06%), DAX (-0.50%) dan CAC40 (-0.14%) dibuka sedikit berubah dengan beberapa indeks melemah setelah investor mengalihkan fokus dari Korea Utara ke AS pada data pekerja diakhir pekan guna melihat signal prospek kebijakan moneter. Sentimen pekan depan investor akan kembali terfokus pada data ekonomi di AS yang menjadi signal spekulasi prospek suku bunga diantaranya tingkat inflasi, Penjualan ritel hingga indeks harga produksi di AS.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 14 Desember 2018 - 06:00 WIB

Jokowi-Maruf Masih Teratas di Medsos

Hasil pantauan PoliticaWave di media sosial menyebutkan pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) masih unggul dibanding pasangan nomor…

Kang Emil Gubernur Jawa Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:16 WIB

Ini 12 Modus KKN di Wilayah Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan ada 12 modus yang dilakukan oknum kepala daerah melalukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) untuk memperkaya diri sendiri.

Dirut Semen Padang Yosviandri

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:13 WIB

Semen Padang Cegah Perilaku Curang Berbisnis

PT Semen Padang menyatakan komitmen untuk mencegah korupsi dan perilaku curang di lingkungan perusahaan serta menaati prosedur yang berlaku dalam menjalankan hubungan bisnis.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:10 WIB

Aliran Dana Aksi Terorisme Terus Ditelusuri Polisi

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa saat ini yang menjadi fokus penegak hukum dalam memberantas kasus terorisme adalah penelusuran aspek pendanaannya.

Grup Band Slank

Jumat, 14 Desember 2018 - 04:47 WIB

Slank akan Jadi Duta Kelor untuk NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menobatkan para personel grup musik Slank menjadi duta tanaman kelor melalaui perayaan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-60 Provinsi NTT yang…