Menhub Tinjau Pembuatan SIM A Umum Taksi Online di Yogyakarta

Oleh : Ahmad Fadli | Minggu, 11 Maret 2018 - 19:13 WIB

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Tito Karnavian meninjau pembuatan SIM A Umum di Polresta Yoyakarta, Minggu (11/3/2018)
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Tito Karnavian meninjau pembuatan SIM A Umum di Polresta Yoyakarta, Minggu (11/3/2018)

INDUSTRY.co.id, Yogyakarta - Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Darat bersama Polda DI Yogyakarta, Dishub DI Yogyakarta menggelar pembuatan SIM A Umum untuk pengemudi Angkutan Sewa Khusus maupun pengemudi taksi reguler, di Satpas Polresta Yogyakarta, Minggu (11/3).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi bersama Kapolri Tito Karnavian meninjau pembuatan SIM A Umum, mulai dari proses registrasi, foto, uji teori, dan lain sebagainya.

Yogyakarta menjadi kota keempat penyelenggara SIM A Umum setelah Jakarta, Surabaya, dan Bandung. Hal ini dilakukan agar pengemudi angkutan dapat memenuhi peraturan yang termuat dalam Peraturan Menteri Nomor 108 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang Dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak Dalam Trayek.

"Keselamatan diutamakan, pengemudi yang membawa penumpang wajib mempunyai SIM Umum. Kali ini kami memberikan kegiatan subsidi SIM A Umum dari APBN dan program CSR di 10 kota," tutur Menhub Budi.

Menhub Budi pun mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Kapolda yang telah memberikan dukungan yang luar biasa.

Kapolri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan jalan tengah yang baik antara taksi reguler dan angkutan sewa khusus. Perkembangan teknologi tidak bisa dibendung karena merupakan fenomena global.

"Adanya terobosan pemberian SIM A Umum untuk pengemudi angkutan sewa khusus dapat menjadi jalan tengah, semua kepentingan termasuk masyarakat bisa terakomodir. Terimakasih kepada Pak Menhub. Kita menghimbau kepada angkutan sewa khusus dan reguler tolong jangan lagi ribut-ribut," ujar Kapolri Tito.

Pada kesempatan ini, terdapat 159 pengemudi angkutan sewa khusus dan taksi reguler mengikuti Pembuatan Sim A Umum Kolektif di SATPAS Polresta Yogyakarta.

Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi juga menjelaskan terkait pembatasan kuota SIM A Umum. Hal ini sangat diperlukan demi mengamankan wilayah kerja masing-masing. Dirjen Budi berharap kendaraan dari luar Yogyakarta beroperasi di Yogyakarta.

Tak hanya itu, Dirjen Budi juga menjelaskan terkait asuransi. Apabila terjadi kecelakaan dan pengemudi belum memiliki SIM A Umum maka anda tidak akan mendapat asuransi.

“Jika terjadi kecelakaan, anda belum punya SIM A Umum, dan penumpang anda terluka, tidak akan mendapat asuransi dari Jasa Raharja. Tetapi jika sudah punya SIM A Umum, semua kejadian kecelakaan bisa ditanggung asuransi,” pungkas Dirjen Budi.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dirjen Perhubungan Darat Budi Setiyadi, Sesditjen Perhubungan Darat Hindro Surahmat, Direktur Angkutan Multimoda Perhubungan Darat Cucu Mulyana, dan Kepala BPTD Jateng DIY Prasetyo.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi pelayanan Jamkrindo. (Foto: Istimewa)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:54 WIB

Perum Jamkrindo Terima 30 Mahasiswa Program Magang

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia meneriman sebanyak 30 orang Mahasiswa magang dari Vokasi Universitas Indonesia, Universitas Negeri…

Agus Harmurti Yudhoyono (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 21:00 WIB

Terima Kasih AHY, GN, RR, dan MMD!

Kita dapat menilai budi pekerti seseorang dari kenyataan sikap diri menghadapi musibah yang menimpa.

Melany Dian Risiyantie,

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:34 WIB

Melany Dian Risiyantie Nilai Artis Nyaleg Punya Nilai Positif & Negatif

Dalam Daftar Calon Sementara (DCS) Legislatif yang sudah diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Senin, 13/8, kemarin terdapat 54 orang nama artis atau selebritas. Hal ini menunjukkan dunia…

Kementerian PUPR terapkan teknologi RISHA

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:32 WIB

Kementerian PUPR Terapkan Teknologi RISHA Rekonstruksi Rumah di Lombok

Konstruksi rumah tahan gempa diperlukan sebagai mitigasi bencana karena wilayah Lombok termasuk salah satu wilayah rawan gempa.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Asman Abnur (Foto Ist)

Selasa, 14 Agustus 2018 - 20:20 WIB

Beda Koalisi dengan Jokowi, Asman Abnur Bukan Lagi Menteri Aparatur Negara

Wakil Ketua Umum DPP PAN, Viva Yoga Mauladi, mengonfirmasi Asman Abnur telah mengundurkan diri dari Kabinet Kerja. Dengan begitu, Abnur bukan lagi Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi…