Sritex Raih Penghargaan The Best Liability Management

Oleh : Abraham Sihombing | Senin, 16 Januari 2017 - 13:36 WIB

Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)
Ilustrasi industri tekstil. (Tarko Sudiarno/AFP/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), produsen tekstil berbasis di Solo, Jawa Tengah, memperoleh penghargaan The Asset Triple A bertajuk “The Best Liability Management” dari Asset Publishing and Research Ltd., sebuah perusahaan riset Hongkong, di Four Season Hotel, Hongkong, pada 11 Januari 2017.
 
Dalam keterbukaan informasi perseroan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (13/1/2017), Willy Salam, Corporate Secretary perusahaan berkode SRIL itu, mengungkapkan, penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk penghargan atas keberhasilan SRIL menerbitkan obligasi global bernilai USD350 juta berjangka lima tahun yang akan jatuh tempo pada Juni 2021.
 
“Dana hasil penerbitan obligasi tersebut digunakan untuk refinancing sebagian besar utang obligasi lama perseroan dan utang bank sehingga profil kredit SRIL menjadi lebih solid,” tulis Willy.
 
Sebelumnya, SRIL berniat menerbitkan obligasi global tersebut bernilai USD420 juta atau sekitar Rp5,74 triliun dengan asumsi kurs nilai tukar pada Juni 2016 sebesar Rp13.689 per dolar AS. Setelah melalui berbagai pertimbangan, akhirnya manajemen SRIL menerbitkan obligasi tersebut hanya sebesar USD350 juta dan dicatatkan di bursa saham Singapura.
 
Dalam keterbukaan informasi ke BEI, Selasa (24/05/2016), Iwan Setiawan, Direktur Utama SRIL mengungkapkan, dana hasil penerbitan obligasi itu digunakan untuk refinancing seluruh utang obligasi lama bernilai USD270 juta yang suku bunga 9% per tahun dan akan jatuh tempo pada 2019. Sisanya disalurkan SRIL ke Golden Mountain Textile and Trading Pte Ltd.

Refinancing utang tersebut membuat likuiditas SRIL menjadi lebih fleksibel karena surat utang tidak memiliki amortisasi atas pinjaman serta memiliki suku bunga tetap, rendah dan syarat kredit yang lebih baik.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Industri kaca lembaran. (Foto Ist)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:15 WIB

Makin di Ujung Tanduk, Asosiasi Kaca Lembaran Desak Pemerintah Turunkan Harga Gas Serta Redam Impor Kaca dari Malaysia

Membanjirnya produk impor dan masih tingginya harga gas industri di Tanah Air telah membawa industri kaca nasional berada di ujung tanduk.

Launching Calender of Event (CoE) 2018 Provinsi Riau di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) (Foto:Chodijah Febriyani/Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 16:00 WIB

Wisman Malaysia Pilih Riau untuk Wisata Ramadhan

Provinsi Riau memiliki daya tarik untuk mendatangkan wisatawan dari negara serumpun Malaysia untuk melakukan kunjungan wisata selama bulan Ramadhan 1439 H.

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan

Senin, 28 Mei 2018 - 15:52 WIB

Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan Buat Prototipe Pesawat Tanpa Awak Pemadam Kebakaran

Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama PROPEDER Prototype Robot Terbang Pemadam Kebakaran.

Perry Warjiyo Gubernur Bank Indonesia (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 28 Mei 2018 - 15:00 WIB

BI Antisipasi Modal Keluar Jelang Pertemuan FOMC

Bank Indonesia menyebutkan terus meningkatkan pengawasan dan mitigasi terhadap potensi keluarnya modal asing yang bisa menggerus nilai tukar rupiah terutama menjelang rapat Komite Pasar Terbuka…

Dealer Honda / http://idolosol.com

Senin, 28 Mei 2018 - 14:54 WIB

Honda Siapkan 114 Bengkel Siaga Hadapi Mudik Lebaran 2018

PT Honda Prospect Motor (HPM) kembali menghadirkan program Honda emergency service atau bengkel siaga Honda. Program ini dirancang untuk menemani konsumen Honda selama melakukan perjalanan mudik.…