Ngopi Cantik Sembari ditemani Burung Hantu, Berani Coba?

Oleh : Chodijah Febriyani | Kamis, 08 Maret 2018 - 16:15 WIB

Akiba Fukurou Kafe Bertema Burung Hantu di Tokyo, Jepang (Foto: w-webmagazine.com)
Akiba Fukurou Kafe Bertema Burung Hantu di Tokyo, Jepang (Foto: w-webmagazine.com)

INDUSTRY.co.id, Tokyo - Terkenal dengan keunikannnya, Jepang memilki berbagai kafe yang bertema unik dan menarik. Salah satunya yaitu kafe bertema binatang. Selain Kafe Ular, Jepang juga memiliki kafe yang bernama Akiba Fukuro. Kafe ini disebut juga sebagai Kafe Burung Hantu.

Dikutip dari matcha-jp, Kamis (8/3/2918), lokasinya sekitar dua menit dengan berjalan kaki dari ari pintu keluar tengah Stasiun JR Akihabara. Hal unik yang menjadikan kafe ini menjadi populer karena, para pengunjung dapat berinteraksi langsung dan berfoto dengan hewan nokturnal tersebut.

Akiba Fukurou merupakan dobutsu kafe (kafe hewan) dengan sistem reservasi. Kafe ini, menempati peringkat ke dua setelah Fushimi Inari Taisha di Kyoyo dalam survey Tempat Wisata Populer di Jepang (Tahun 2017) yang diadakan oleh situs wisata, TripAdvisor.

Jika Kamu tidak melakukan reservasi, Kamu akan menemukan antrian di depan kafe. Selagi menunggu giliran masuk, tamu wajib membaca buku penjelasan tentang peraturan, tata cara saat berinteraksi dengan burung hantu, dan juga tentang kehidupan burung hantu. Saat ini buku penjelasan sudah tersedia dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris. Untuk bahasa Mandarin sedang dipersiapkan oleh pihak kafe.

Adapun peraturannya seperti jam tangan dan perhiasan harus dilepas, boleh mengambil foto, namun dilarang menyalakan flash, merekam video, memakai tongkat selfie atau tripod, telepon seluler harus dalam mode senyap supaya tidak mengejutkan burung hantu, dilarang bersiul, berdecak, bersuara keras, dan bergerak dengan cepat, dilarang merokok di dalam ruangan serta anak berumur di bawah tujuh tahun dilarang masuk.

Kafe ini, memiliki berbagai jenis burung hantu seperti jenis Sunda Scops yang berasal dari Amerika Utara yaitu burung hantu berukuran kecil yang tenang. Sosoknya saat memutar lehernya sendiri terlihat sangat lucu.

Setelah berfoto, kamu dapat mencetaknya menjadi kartu pos dan akan diberikan ketika tamu keluar dari kafe. Para pengunjung, hanya diberikan waktu satu jam untuk berinteraksi sepuasnya dengan burung hantu di kafe ini. Akiba Fukuro terletak di Kanda Neribeicho, Chiyoda, Tokyo, Jepang.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.