Konferensi Musik Bahas Kemajuan Musik Sebagai Kekuatan Ekonomi

Oleh : Dina Astria | Kamis, 08 Maret 2018 - 11:31 WIB

Glenn Fredly, Dirut TVRI Helmi Yahya, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Dir. Pemberitaan TVRI. Apni Jaya. (Foto: AMZ)
Glenn Fredly, Dirut TVRI Helmi Yahya, Kepala Bekraf Triawan Munaf, Dir. Pemberitaan TVRI. Apni Jaya. (Foto: AMZ)

INDUSTRY.co.id - Ambon- Konferensi Musik Indonesia yang digelar di kota Ambon 7-9 Maret 2018 membahas kemajuan musik sebagai kekuatan ekonomi Indonesia di masa depan.

Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf di Ambon, Rabu (7/3/2018) mengatakan, Konferensi Musik Indonesia pertama kali digelar untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi para musisi di Indonesia.

"Hari pertama pelaksanaan konferansi musik kita membahas berbagai hal yang terkait kemajuan musik sebagai kekuatan ekonomi," katanya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indarwati menjadi pembicara di sesi pertama konferensi musik Indonesia dengan topik yang dibahas yakni statistik kontribusi musik terhadap GDP dan potensi kontribusi musik terhadap GDP.

Bekraf lanjutnya juga memaparkan sejumlah kebijakan yang sudah dan yang akan dilakukan dalam memajukan musik Indonesia sebagai kekuatan ekonomi masa depan.

"Musik merupakan subsektor prioritas dari 15 subsektor lainnya yang ditangani Bekraf yakni musik, film, animasi dan Video.Ketiga subsektor ini harus mendapat perhatian bersama, sehingga nantinya menjadi sektor yang diunggulkan," ujarnya.

Ia menjelaskan, konfrensi musik juga menghadirkan Anggota komisi X DPR RI Anang Hermansyah yang memaparkan terkait Undang-Undang pemajuan kebudayaan sebagai pendorong musik menuju kekuatan ekonomi masa depan.

Selain itu juga dibahas peran pengelolaan kekayaan intelektual dalam pengembangan musik yang dipaparkan Ari Juliano Gema Direktur HAKI Bekraf Indonesia, serta musisi Farix RM terkait pandangan musisi terhadap peran negara terhadap musik.

Sementara di sesi kedua hari pertama dibahas terkait tata kelola musik diera digital dengan menghadirkan pembicara Semuel Abrijani Pengerapan selaku Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Hari Santosa Sungkari deputi infrastruktur Bekraf, Chandra Darusman World Intellectual property Organization, Irvan Aulia Massive music dan David Karto selaku labek atau distributor.

Seluruh pembicaraan dalam konferensi musik Indonesia yang diikuti ratusan musisi, pelaku industri musik dan pemerintah semata-mata untuk mewujudkan kesejahteraan para musisi di masa akan datang.

"Yang terpenting juga dari kegiatan ini adalah mewujudkan kota Ambon menuju kota musik dunia di tahun 2019," katanya. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

Senin, 12 November 2018 - 20:15 WIB

HARRIS Hotels Merayakan Hari Kesehatan Nasional 2018 Menyediakan Healthy Corner

HARRIS Hotels mengadakan program Healthy Corner di semua hotel di dalam jaringannya yang kini berjumlah 23 hotel di seluruh pelosok Indonesia dengan tujuan untuk memberikan inspirasi kepada…

GE

Senin, 12 November 2018 - 19:54 WIB

GE Healthcare Resmikan Pemasangan 1000 CT Scan di Kawasan Asia Tenggara

GE Healthcare, penyedia teknologi dan solusi kesehatan, terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

Menteri BUMN Rini Soemarno (Foto Humas BUN))

Senin, 12 November 2018 - 19:51 WIB

Tol Ngawi-Kertosono Bisa Dilalui Januari 2019

PT Jasamarga Ngawi Kertosono Kediri (JNK), anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk yang mengelola tol Ngawi-Kertosono menyatakan tol seksi 3 Wilangan-Kertosono akan beroperasi pada awal 2019.…

IHSG (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:45 WIB

Urban Jakarta IPO di Kisaran Rp1.000-Rp1.250

PT Urban Jakarta Propertindo Tbk akan melepas sebagian sahamnya ke publik melalui skema penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) di kisaran harga Rp1.000-Rp1.250 per saham.

Pengunjung mengamati papan elektronik yang memperlihatkan pergerakan IHSG di gedung BEI (Foto Rizki Meirino)

Senin, 12 November 2018 - 19:40 WIB

BEI: Penghitungan Free Float Praktik Umum Bursa Dunia

Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai bahwa metode penghitungan terhadap kelompok saham atau indeks dengan memasukan rasio "free float" merupakan praktik umum di bursa dunia.