500 Pebalap Sepeda Meriahkan Grand Fodo Solo

Oleh : Herry Barus | Kamis, 08 Maret 2018 - 08:52 WIB

Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)
Ilustrasi Balap Sepeda (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kejuaraan balap sepeda Grand Fondo Solo yang berlangsung 14 April 2018 akan memberikan tantangan kepada seluruh pecinta balap sepeda yaitu tanjakan menantang tepatnya di Cemoro Sewu Karanganyar, Jawa Tengah.

Ketua Penyelenggara Grand Fondo Solo, Putu Lani di Jakarta, Rabu (7/3/2018) mengatakan pada kejuaraan yang pertama kali digelar ini pihaknya tidak hanya menyuguhkan tantangan berat, namun juga memadukan dengan pariwisata yang akan di Kota Batik tersebut. Cemoro Sewu sendiri merupakan lereng Gunung Lawu.

"Total jarak yang akan ditempuh peserta sejauh 120 km. Untuk jalur sudah kami cek. Dan tantangan terberat memang di Cemoro Sewu. Disitu peserta akan bersaing menjadi yang terbaik," tuturnya.

Menurut dia, Grand Fondo Solo memang sebuah tantangan bagi dirinya bersama dengan tim. Pihaknya tidak ingin penyelenggaraannya kurang maksimal. Apalagi sudah mendapatkan dukungan dari pemerintah dari Surakarta dan sekitarnya.

Solo, kata dia, kedepannya akan dijadikan destinasi baru kejuaraan Grand Fondo karena selama ini hanya fokus di Mataram, Yogyakarta maupun Bali. Apalagi Solo dan sekitarnya mempunyai tempat wisata yang layak untuk diunggulkan.

"Intinya bersepeda sambil berwisata. Tapi juga tidak meninggalkan unsur persaingan karena ini juga sebuah perlombaan," kata wanita yang kenyang pengalaman menggelar kejuaraan Grand Fondo itu.

Ditanya soal target peserta, Putu Lani menjelaskan adalah 500 peserta. Saat ini pendaftaran sudah dibukan dan hingga saat ini sudah ada 300 peserta yang telah mendaftar dan peserta tersebut tidak hanya dari Kota Solo, namun dari seluruh Indonesia.

"Pendaftaran sejak bulan lalu sebesar Rp800 juta, tapi mulai besok pendaftaran naik menjadi Rp1 juta. Yang jelas jumlah pendaftar sudah luar biasa," ujar Putu Lani, menegaskan.

Sementara itu Race Director Grand Fondo Solo, Mark Bali kepada awak media  mengatakan jika untuk memperlancar kejuaraan pihaknya telah menjalani kerja sama sama dengan aparat kepolisian dan Dinas Perhubungan.

"Koordinasi dengan pihak terkait terus kami lakukan mengingat pelaksanaan Grand Fondo tidak lama lagi. Kami berharap semua tahapan berjalan dengan lancar," katanya saat dikonfimasi.

Grand Fondo Solo 2018 akan terbagi dalam beberapa kategori. Untuk putra ada kelas 30-39 tahun, 40-49 tahun dan 50 tahun keatas. Sedangkan untuk putri hanya dua kelas saja yaitu 18-39 tahun dan 40 tahun ke atas.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Sederet agensi terkenal Korea Selatan menjalin kerjasama untuk mendirikan perusahaan platform konten baru pada Kamis (19/7). (Foto: Soompi)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 19:30 WIB

Tujuh Agensi Korsel Jalin Kerjasama Dirikan Perusahaan Konten Baru

Sederet agensi terkenal Korea Selatan, mulai dari SM Entertainment, YG Entertainment, BigHit Entertainment, JYP Entertainment, FNC Entertainment, Star Empire, dan Mystic Entertainment menjalin…

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).