Rayakan Hari Jadi, Movenpick Hotels & Resorts Hadirkan Tujuh Hidangan Lezat

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 03 Maret 2018 - 14:00 WIB

Mvenpick Hotels & Resorts Menampilkan Tujuh Hidangan dalam Rangka Merayakan 70 Tahun Inovasi Kuliner
Mvenpick Hotels & Resorts Menampilkan Tujuh Hidangan dalam Rangka Merayakan 70 Tahun Inovasi Kuliner

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Untuk memperingati hari jadi ke 70 tahun Mövenpick Hotels & Resorts merayakan dengan menggunggulkan inovasi kuliner. Director Food & Beverage Europe, Thomas Hollenstein, dan tim kokinya, telah meluncurkan menu tujuh hidangan luar biasa yang mengawinkan yang dulu dengan yang baru menu populer klasik dan kesukaan para tamu.

Promosi ‘70 years of culinary excellence’ tersedia di restoran di semua properti Mövenpick di seluruh dunia mulai dari 10 Maret hingga 20 April 2018, memperkenalkan tujuh hidangan penuh inovasi yang memberi penghormatan kepada Ueli Prager.

Pada saat Prager memperkenalkan penikmat makanan pada masakan bersahaja yang berbeda, seperti Riz Casimir berbahan dasar kari pertama di Eropa  hingga 70 tahun berlalu, para koki Mövenpick telah menciptakan menu-menu kreasi tak rumit dan inspiratif namun mengejutkan, yang kesemuanya menggunakan bahan-bahan segar, otentik dan mempromosikan kesehatan.

Menu-menu tersebut termasuk Scallops & avocado tartare legenda beef tartare yang populer di Mövenpick, dipengaruhi oleh masakan Mediterania salade belle fermière penggambaran secara nyata dari Salade François, yang menjadi terkenal di tahun 1948 melalui film musikal Amerika, “Easter Parade” mille feuille saumon & caviar d’olive versi gurih yang menggabungkan salmon asap halus, puff pastry dan kaviar zaitun keemasan mushrooms and vegetables Zurich style versi tanpa daging dari daging sapi muda gaya Zurich yang menggabungkan sayuran akar aromatik dan jamur Shitake asap seafood Casimir gabungan hidangan boga laut kukus, ikan dan salicornia (asparagus laut), dan beragam potongan jeruk, dipasangkan dengan beras liar; bare beef burger Café de Paris – potongan daging sapi prime yang dipasangkan dengan kentang goring tipis bertabur parmesan; dan wafel wortel penafsiran unik dari kue wortel klasik Swiss.

Hidangan-hidangan ini tak hanya mengambil inspirasi dari pendekatan Prager terhadap visi masakan, namun gagasan awalnya untuk konsep restoran baru: tempat yang mutakhir namun santai di mana para tamu dapat mencoba hidangan-hidangan dengan harga terjangkau.

Selagi menyusuri tepi Danau Zurich bersama seorang teman dan mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinannya, seekor burung camar (atau Möwe dalam Bahasa Jerman), menukik ke bawah untuk mengambil makanan dengan ahli saat sedang terbang. Gerakan elegan tersebut merangkum idenya dan dengan begitu ‘Mövenpick’ (Möwe mengambil) dan lahirlah pengalaman bersantap santai pertama di Eropa.

Restoran Prager pertama, dibuka di Zurich pada bulan Juli 1948, menawarkan hidangan-hidangan sederhana yang dapat dipesan satuan – alternatif menarik dari menu set konvensional dan pertama dari banyak inovasi Mövenpick.
 
Dua puluh lima tahun kemudian, di tahun 1973, Prager memanfaatkan reputasi merek untuk kualitas makanan, keterjangkauan, standar pelatihan staf dan inovasi dengan membuka dua hotel pertama perusahaan tersebut. Hal ini menandai peluncuran resmi Mövenpick Hotels & Resorts dan kini, nilai-nilai yang ia miliki merasuk ke dalam setiap aspek dari bisnis Mövenpick Group, termasuk Mövenpick Gastronomy, Mövenpick Wine dan Mövenpick Fine Foods.

“Kisah di balik Mövenpick sangat menakjubkan, didasarkan pada komitmen terhadap layanan, keaslian, keunggulan kuliner dan inovasi, dan pada tahun 2018, kami merayakan nilai-nilai tersebut dan warisan kami yang kaya dengan cara terbaik yang kami tahu – dengan memanjakan para tamu di seluruh dunia dengan pengalaman gastronomi yang inspiratif,” ungkap Olivier Chavy.
 
“Promosi ‘70 years of culinary excellence’ merupakan penghargaan yang pantas untuk Ueli Prager, yang benar-benar berpikir jauh di luar masanya saat mendirikan perusahaan kami, dan kami terus membangun warisannnya dengan masakan-masakan eksperimental dan konsep-konsep baru dengan tetap menjaga visi awalnya melakukan hal-hal biasa dengan cara yang luar biasa," pungkasnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mensos Agus Gumiwang (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 15:30 WIB

Mensos Targetkan Februari 2019 Tuntaskan Transformasi Rastra

Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan pada awal Februari 2019 menuntaskan transformasi Bantuan Sosial Beras Sejahtera (Rastra) ke Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Direktur Utama PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), M. Kuncoro Wibowo (kanan), memberikan plakat kepada Kepala Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Toto Pranoto

Rabu, 26 September 2018 - 15:15 WIB

BGR Tandatangani Kerjasama dengan Lembaga Management FEB Universitas Indonesia

PT Bhanda Ghara Reksa (Persero), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) penyedia jasa logistik dan Lembaga Management Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LMFEB UI) menandatangani nota…

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Rabu, 26 September 2018 - 15:00 WIB

Citibank N.A., Indonesia: Bank Kustodian Pertama yang Mengoperasikan Layanan Account Operator di Indonesia

Sejak tanggal 20 Agustus 2018, Citibank N.A., Indonesia (Citibank) secara resmi menjadi bank kustodian pertama di Indonesia yang mengoperasikan layanan Account Operator bagi para pialang lokal,…

Ilustrasi Pameran KriyaNusa

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

Resmi Dibuka, Pameran Kerajinan KriyaNusa Dongkrak Industri Kreatif Indonesia

Dewan Kerajinan Nasional menggelar pameran kerajinan KriyaNusa 2018 dalam rangka memperingati HUT yang ke-38, dengan mengangkat tema Tingkatkan Sinergitas dan Kreativitas Wirausaha Milenial.

Federal International Finance (Foto Dok Industry.co.id)

Rabu, 26 September 2018 - 14:55 WIB

BEI Dorong Investor Ritel Masuk ke Obligasi

Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong investor ritel masuk ke dalam instrumen surat utang (obligasi) korporasi dengan menurunkan denominasi hingga Rp1 juta.