OJK Rekomendasikan Saham Reksadana yang Beresiko Kecil

Oleh : Herry Barus | Selasa, 27 Februari 2018 - 09:27 WIB

Ilustrasi Reksa Dana (bisnisfranchiseindonesia)
Ilustrasi Reksa Dana (bisnisfranchiseindonesia)

INDUSTRY.co.id - Makassar- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengajak masyarakat yang ingin berinvestasi saham untuk lebih memilih reksadana dengan pertimbangan resiko kerugian yang lebih kecil.

Deputi Direktur Penilaian Keuangan Perusahaan Sektor Jasa Departemen Pengawasan Pasar Modal OJK, M Maulana mengatakan untuk berinvestasi saham memang menyediakan berbagai jenis sesuai keinginan seperti reksadana, beli saham langsung, beli obligasi dan sukuk secara langsung.

"Namun untuk reksadana memang disarankan karena faktor resiko itu. Reksadana itu sudah dikelolah oleh pihak yang terpercaya dan profesional. Apalagi yang mengelolah itu sudah memiliki ijin dari OJK," ujarnya seperti dilansir Antara.

Ia menjelaskan, untuk membeli saham secara langsung memang tidak ada masalah. Namun masyarakat yang berinvestasi lewat cara ini harus lebih rajin untuk membaca dan mendapatkan informasi lebih banyak khususnya masalah resiko yang mungkin dihadapi kedepan.

Jika tidak memiliki pengetahuan, maka dinilai akan lebih sulit jika menghadapi persoalan kedepan. Ini juga menjadi perhatian bagi masyarakat sebelum memutuskan berinvestasi seperti itu.

"Reksadana ada yang mengelolah, masyarakat tinggal memasukkan uangnya dan ada yang akan mengelolah untuk diinvestasikan ke saham atau lainnya. Jadi ada dua pilihan namun dari segi resiko lebih baik reksadana," ujarnya.
 

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kerbau di persawahan

Rabu, 20 Maret 2019 - 07:38 WIB

Kementan tingkatkan pengawasan terhadap pemasukan daging kerbau asal India

Jakarta, Adanya pemberitaan di beberapa media online terkait kejadian kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di beberapa negara bagian di India, telah meningkatkan sikap kehati-hatian dan kewaspadaan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.