Industri Kulit Tembus Rp7,6 Triliun

Oleh : Dhiyan W Wibowo | Sabtu, 24 Februari 2018 - 16:21 WIB

Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)
Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Industri kulit, produk kulit dan alas kaki menunjukkan kinerja yang positif.

Hingga menjelang akhir tahun 2017, investasi sektor ini telah mencapai Rp7,62 triliun atau naik empat kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Di sektor industri alas kaki, Indonesia berhasil menduduki posisi kelima sebagai eksportir dunia setelah Tiongkok, India, Vietnam, dan Brasil dengan market share-nya di pasar internasional mencapai 4,4 persen.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Ngakan Timur Antara, mengatakan, industri kulit, produk kulit dan alas kaki dalam negeri perlu mempertahankan desain, suplai bahan baku serta keberlanjutan industri untuk meningkatkan daya saingnya.

Kendati produk kulit dari Indonesia telah masuk ke pasar ekspor, sektor ini masih harus mengejar produk negara lain dari segi desain serta branding, tuturnnya beberapa waktu lalu.

Salah satu tantangan utama di sektor ini adalah kecenderungan konsumen memilih produk branded.

Karenanya, kita perlu mendorong agar produk lokal kita merajai di tingkat nasional, ujar Ngakan.

Berdasarkan data Trade Map, pertumbuhan ekspor industri ini juga terlihat positif, dari USD 4,85 miliar pada tahun 2015 menjadi USD 5,01 miliar tahun 2016 atau naik 3,3 persen.

Menurut Ngakan,ada tiga faktor yang mendorong industri dapat maju, yakni investasi, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM).

Ketiga faktor itu harus saling melengkapi, ujarnya.

Khusus faktor SDM, Ngakan menegaskan, perlunya peningkatan kompetensi untuk memenuhi kebutuhan dunia industri saat ini.

Oleh karena itu,pendidikan vokasi disiapkan guna menyiapkan tenaga kerja yang terampil.

Pemerintah juga terus memberikan bekal ilmu pengetahuan dasar terkait industri kepada anak didik di bangku sekolah yang kemudian akan dikembangkan oleh dunia industri, tuturnya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Mensos Idrus Marham dan Dirjen Rehabilitasi Sosial Edi Suharto dan Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Rachmat Koesnadi

Minggu, 27 Mei 2018 - 08:30 WIB

Mensos: Pemerintah Pusat-Daerah Perlu Sinergi Tangani ODGJ

Menteri Sosial Idrus Marham mengatakan bahwa pemerintah pusat dan daerah serta dunia usaha perlu bersinergi untuk menangani "orang dengan gangguan jiwa" (ODGJ).

Tagana Kementerian Sosial (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 27 Mei 2018 - 08:20 WIB

Tagana Kemensos Dampingi Data Pengungsi Erupsi Merapi

Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kementerian Sosial melakukan pendampingan dan pendataan bagi warga yang mengungsi akibat erupsi Gunung Merapi.

Ilustrasi Berhenti Merokok (ist)

Minggu, 27 Mei 2018 - 07:00 WIB

Jadikan Bulan Ramadhan Momentum Berhenti Merokok

Kementerian Kesehatan menyarankan agar bulan suci Ramadhan menjadi momentum untuk berhenti merokok dengan adanya ibadah puasa dan dilanjutkan tidak merokok di bulan-bulan berikutnya.

 Haji DKI

Minggu, 27 Mei 2018 - 06:00 WIB

Pelunasan BPIH Tahap II Ditutup

Pelunasan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2018 tahap II ditutup pada Jumat sore (25/5/2018) dan masih menyisakan kuota 943 porsi sehingga sisa itu akan diisi jamaah cadangan.

Mensos Idrus Marham (Foto Dok Industry.co.id)

Minggu, 27 Mei 2018 - 05:30 WIB

Mensos Idrus Borong Kaus Buatan Penderita HIV Sukabumi

Menteri Sosial Idrus Marham memborong 500 kaus buatan penderita HIV yang direhabilitasi di Panti Sosial Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (ODHIV) Kahuripan Sukabumi, Jawa Barat.