AAJI Optimalkan Apilkasi Digital Industri Asuransi Tingkatkan Penetrasi Pasar

Oleh : Heryr Barus | Kamis, 22 Februari 2018 - 15:54 WIB

Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)
Ilustrasi Asuransi (bisnisasuransiindo.com)

INDUSTRY.co.id - Nusa Dua- Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mendorong anggotanya untuk mengoptimalkan pemanfaatan aplikasi teknologi digital industri asuransi secara menyeluruh untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berubah seiring dengan kecanggihan sistem informasi.

"Kami harap dalam waktu mendatang kanal distribusi harus lebih terbuka kepada masyarakat dan ini akan mendekatkan kami dengan pasar," kata Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim setelah pembukaan seminar dan pameran digital dan manajemen risiko dalam asuransi (DRiM) di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Hendrisman mengatakan dari sisi industri, persiapan dalam penerapan transformasi digital masih perlu ditingkatkan.

Dia mengutip data dari transformasi digital microsoft Asia yang menyebutkan bahwa sebanyak 90 persen pebisnis di Indonesia melakukan transformasi digital namun hanya 27 persen di antaranya yang memiliki strategi menyeluruh.

Untuk itu pihaknya mendorong perusahaan asuransi khususnya asuransi jiwa untuk senantiasa menciptakan terobosan baru bidang digital sehingga hal itu akan menarik konsumen termasuk menjawab persaingan yang semakin kompetitif saat ini.

Hendrisman mengungkapkan dari 58 anggota yang bernaung di bawah AAJI, hampir seluruhnya sudah memanfaatkan teknologi digital.

Ia mendorong perusahaan asuransi jiwa yang memanfaatkan teknologi digital untuk mendaftarkan produknya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebagai bentuk pengawasan karena sistem teknologi itu juga rentan terhadap penyalahgunaan atau "fraud" termasuk tindak pidana seperti pencucian uang.

Sementara itu terkait posisi agen asuransi di tengah perkembangan digitalisasi, Hendrisman mengungkapkan agen masih tetap memegang peranan penting karena terkait kemampuan komunikasi dan pendekatan dengan calon konsumen.

"Saya yakin walau pun masuk era digital, tetapi peran agen belum bisa hilang lima hingga 10 tahun ke depan karena budaya Indonesia, orang masih membeli asuransi karena hubungan emosional," ucapnya.

Di sisi lain, berdasarkan data dari OJK hingga saat ini belum ada aturan khusus terkait asuransi jiwa berbasis digital.

Saat ini aturan terkait asuransi diatur dalam Peraturan OJK Nomor 23 tahun 2015 tentang produk asuransi dan pemasaran produk asuransi.

Dalam aturan itu mengatur ketentuan polis asuransi yang dapat diterbitkan dalam bentuk bentuk digital dan elektronik.

Anggota Dewan Komisioner OJK Riswinandi yang turut hadir dalam kesempatan itu mengatakan pihaknya tetap mengelompokkan risiko teknologi informasi itu dalam modul operasional termasuk memastikan produk yang dijual terdaftar di OJK.

"Sebagai regulator, kami mengedepankan pendekatan pengaturan dan pengawasan yang sesuai, dengan melihat tren pasar, ekspektasi masyarakat dan apa yang sudah dilakukan perusahaan asuransi dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ucapnya dalam sambutan pembukaan. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Girls Group 'TWICE' (Foto: soompi/stardailynews)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:00 WIB

Pelaku Ancaman Pembunuhan Girlband TWICE Ditangkap Polisi

Seorang pengguna forum Ilbe membuat sebuah postingan yang berisi ancaman pembunugan terhadap personel TWICE Mina pada Juni 2017 lalu. Ia bahkan mengunggahnya dengan foto sebuah pisau.

Pesawat AirAsia Tampilkan Logo Wonderful Indonesia (Foto Dije)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:30 WIB

AirAsia X Pastikan Tambah 34 Airbus A330neo

Afiliasi AirAsia, AirAsia X memastikan telah memesan tambahan 34 pesawat Airbus A330neo berbadan lebar.

Ilustrasi Exit Tol

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:26 WIB

Perbankan Danai Rp3,3 Triliun Tol Kunciran-Serpong

Pihak perbankan yang terdiri atas sindikasi empat bank memberikan dana pinjaman Rp3,3 triliun untuk pembangunan ruas jalan tol Kunciran-Serpong oleh PT Marga Trans Nusantara (MTN), yang merupakan…

Terminal LCC di Bandara Soetta (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 16:22 WIB

Terminal 4 Soetta Bukan untuk LCC

PT Angkasa Pura II (Persero) menyatakan Terminal 4 Bandara Internasional Soekarno-Hatta tidak didesain untuk penerbangan berbiaya murah (low cost carrier/LCC).

Dian Sastro dan Mikha Tambayong dalam jumpa pers Torch Relay Asian Games 2018. (Foto: Detik.com)

Sabtu, 21 Juli 2018 - 15:30 WIB

Ini Deretan Seleb yang Jadi Pembawa Obor Torch Relay Asian Games 2018

Pagelaran Asian Games 2018 tinggal menghitung hari. Pesta olahraga se-Asia ini diselenggarakan pada 18 Agustus hingga 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang. Ini menjadi momentum berharga…