EKI Pentaskan Tari Prajurit Majapahit di India

Oleh : Herry Barus | Jumat, 13 Januari 2017 - 10:15 WIB

Tari Prajurit Majapahit (Foto:hiburan.akurat.)
Tari Prajurit Majapahit (Foto:hiburan.akurat.)

INDUSTRY.co.id - Kelompok tari Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI) yang mewakili Indonesia mengikuti Festival Tari Internasional Asia-Pasific Broadcasting (ABU) akan mementaskan tari tentang prajurit berkuda Bhayangkara milik Kerajaan Majapahit, pada 15 Januari di Hyderabad, India.

"Tarian ini bernama Bala Turangga yang terinspirasi dari cerita pasukan elit berkuda pada zaman Majapahit," kata salah satu penari Siswanto Kodrata di Jakarta, Rabu (11/1/2017.

Dia mengatakan tarian itu menggambarkan kemegahan dan kegagahan pasukan berkuda Majapahit yang terdiri dari laki-laki dan perempuan.

Lewat tarian itu mereka ingin menunjukkan bahwa sejak zaman dahulu perempuan sudah mendapatkan tempat yang sama dengan laki-laki.

Asisten koregrafer Takako Leen mengatakan gerakan pada tarian tersebut berakar dari tarian Jawa dan dinamis namun tetap menghadirkan suasana mistis.

Meski tarian tersebut kental dengan budaya Jawa, mereka juga menambah unsur budaya Indonesia lain ke dalamnya seperti terlihat pada kostum yang akan digunakan penari.

"Kostum bewarna cerah terinspirasi dari pakaian orang Betawi dan model celana yang digunakan terinspirasi dari budaya Minang," jelas dia.

Selain membawakan tarian itu, mereka juga mementaskan tarian "Kabaret Baliano".

"Dasar gerakan Kabaret Baliano adalah gabungan dari tari Pendet dan tari Legong dan ditambah dengan gerakan modern sehingga tarian ini menjadi kontemporer," kata dia.

Kedua tari yang dibawakan oleh mereka memang terlihat enerjik dengan gerakan yang melompat-lompat, menurut Takako hal tersebut karena penari dari sanggar tersebut punya dasar ballet yang kuat.

Sanggar tari EKI diajak oleh Radio Republik Indonesia yang juga menjadi salah satu anggota ABU.

"Saat tampil di pertemuan ke-53 ABU di Bali, Sanggar EKI berhasil membuat kagum para penonton. Karena penampilan mereka yang sangat mengagumkan itulah Indonesia diundang untuk memeriahkan Festival Tari Internasional ABU yang pertama," kata Direktur Program dan Produksi RRI Soleman.

Festival tari itu dikhususkan untuk penari muda berusia 18-25 tahun.

Soleman mengatakan seluruh biaya dan akomodasi penari ditanggung oleh pihak penyelenggara.

Dia berharap, keikutsertaan RRI pada festival tersebut dapat memperkenalkan dan mempromosikan kebudayaan Indonesia, dan memacu semangat anak muda untuk menjaga dan bangga akan kebudayaannya.(Ant/Hrb)
 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Acara AMIGO Innovation Summit

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:41 WIB

Telkom Gelar AMIGO Innovation Summit 2019

Jakarta – Sebagai wujud komitmen Telkom untuk mendukung perkembangan ekosistem digital Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan pameran dan konferensi tahunan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat meninjau salah satu booth di pameran Adiwastra Nusantara 2019 (Foto:Ridwan)

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:13 WIB

Kemenperin Targetkan Ekspor Tenun dan Batik Naik 10 Persen di Tahun 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor tenun dan batik nasional mampu meningkat 10 persen di tahun 2019.

Sniper PowerHome

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:55 WIB

Penuhi Kebutuhan Listrik Saat Darurat, SNIPER Hadirkan PowerHome 

Pemenuhan kebutuhan listrik di luar ruang ternyata tidak hanya berkutat dengan tegangan arus searah (DC) atau arus lemah. Salah satu produsen power bank SNIPER memberikan solusi untuk pengisian…

Tanjung Lesung

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:20 WIB

Kementerian PUPR Terus Lengkapi Infrastruktur Tanjung Lesung

Tanjung lesung layak disebut primadona wisata dari Banten. Keindahannya tak diragukan lagi. Kawasan ini memiliki pesona pantai yang memukau. Letaknya berada di ujung Pulau Jawa, tepatnya di…

Kepulauan Morotai, Maluku Utara. (Foto: IST)

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:12 WIB

Gubernur Maluku Utara Dorong Pulau Morotai Jadi Lumbung Ikan

Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasuba mendorong Pulau Morotai menjadi lumbung ikan.