Ini Cara Industri Perbankan Genjot Pertumbuhan Bisnis di 2018

Oleh : Arya Mandala | Minggu, 18 Februari 2018 - 10:35 WIB

Ilustrasi Bank (Kompas.com)
Ilustrasi Bank (Kompas.com)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Prediksi membaiknya perekonomian global dan domestik memberikan harapan pada tumbuhnya bisnis industri perbankan di tahun 2018.

Berdasarkan data yang dirilis Bank Dunia , pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun 2018 akan mengalami penguatan dibanding tahun 2017.

Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) riil Indonesia diperkirakan menguat menjadi 5,3 persen pada 2018 dibanding tahun 2017 yang sebesar 5,1 persen, pemerintah pun berharap untuk pertumbuhan sektor perbankan.

Seperti disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, tantangan terbesar yang dimiliki Indonesia untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi di RAPBN 2018 diantaranya adalah pertumbuhan dari perbankan yang diharapkan bisa tumbuh cukup kuat sehingga bisa mencapai target pertumbuhan PDB 5,4%.

Alasannya, karena untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di 2017 sebesar 5,2% saja masih harus dipicu oleh sektor perbankan terutama dari pertumbuhan kredit.

Nah, untuk mencapai petumbuhan perbankan 5,4% tersebut kredit bank juga dituntut lebih tinggi.

Perbankan harus tumbuh Rp483 triliun kreditnya untuk mencapai growth 5,4% dibanding 2017 yang diperkirakan 5,2% sebesar Rp370 triliun," ujar Sri.

Sementara itu Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengungkapkan prospek perekonomian global yang diikuti oleh pertumbuhan harga komoditas secara gradual menjadi penopang tumbuhnya DPK dan penyaluran kredit perbankan di tahun 2018.

Dengan prospek perekonomian tersebut Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) dan penyaluran kredit industri perbankan di 2018 masing-masing akan berada dalam kisaran 9 - 11 % dan 10 - 12 %.

Per Oktober 2017 tercatat 115 jumlah bank umum dengan total 32,447 kantor cabang.

Perbankan pun mempersiapkan beberapa strategi untuk pertumbuhan bisnis 2018.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk diantaranya, menargetkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di tahun 2018 mencapai Rp13,5 triliun.

Penyaluran kredit tersebut ditargetkan meningkat dibandingkan tahun 2017 yang mencapai Rp9,7 triliun.

Direktur Bisnis Menengah BNI, Putrama Wahyu Setiawan menjelaskan bahwa sepanjang 2017 jumlah debitor KUR BNI mencapai 61.606, atau berhasil meningkat sebesar 39% dibanding tahun 2016 yang mencapai 44.300.

Selama ini penyaluran KUR BNI mayoritas dilakukan ke sektor produktif seperti pertanian, perkebunan, perikanan, industri, konstruksi dan jasa yang semuanya menguasai porsi 40,7%.

Penyaluran tersebut berhasil meningkat sangat tajam dibanding 2016 dimana penyaluran ke sektor produktif hanya menguasai porsi 25%.

Sementara itu PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) sudah merencanakan pertumbuhan anorganik dari awal tahun.

BRI berencana mengakuisisi bank kecil. Namun sepeti disampaikan Direktur Utama BRI Suprajarto, proses akuisisi tersebut tidak dilakukan secara langsung oleh BRI, melainkan melalui salah satu anak usaha, yakni PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk atau BRI Agro.

BRI masih melakukan kajian kemampuan BRI Agro untuk mengakuisisi bank.

Sekilas tentang Bank Agro, Bank berkode saham AGRO ini memiliki aset sebesar Rp 15,48 triliun atau naik 47,87% di November 2017.

Kenaikan aset tersebut diantaranya didorong oleh perolehan laba bersih Rp 126,69 miliar per November 2017 atau mengalami peningkatan sebesar 29,89% dibandingkan laba Rp 97,50 miliar di November 2016.

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berani mematok target pertumbuhan kredit lebih tinggi mencapai kurang lebih 24% pada tahun 2018.

Program sejuta rumah masih menjadi pendorong utama kredit Bank BTN.

Seperti disampaikan Direktur Utama Bank BTN, Maryono, BTN akan optimal mendukung pemerintah untuk program subsidi baik Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan, Subsidi Selisih Bunga, Bantuan Uang Muka maupun Bantuan Pembiayaan Perumahan Berbasis Tabungan (BP2BT) .

Sementara itu untuk menghimpun DPK, strategi pendanaan BTN masih diintensifkan untuk mengejar dana murah.

Adapun target Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank BTN pada tahun 2018 adalah sebesar 24% dengan porsi dana murah sebesar 48-49% dari total DPK.

Angka tersebut juga di atas rata-rata target perbankan secara umum sebesar 14%.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Kang Emil Gubernur Jawa Barat (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:16 WIB

Ini 12 Modus KKN di Wilayah Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyebutkan ada 12 modus yang dilakukan oknum kepala daerah melalukan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) untuk memperkaya diri sendiri.

Dirut Semen Padang Yosviandri

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:13 WIB

Semen Padang Cegah Perilaku Curang Berbisnis

PT Semen Padang menyatakan komitmen untuk mencegah korupsi dan perilaku curang di lingkungan perusahaan serta menaati prosedur yang berlaku dalam menjalankan hubungan bisnis.

Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian

Jumat, 14 Desember 2018 - 05:10 WIB

Aliran Dana Aksi Terorisme Terus Ditelusuri Polisi

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian mengatakan bahwa saat ini yang menjadi fokus penegak hukum dalam memberantas kasus terorisme adalah penelusuran aspek pendanaannya.

Grup Band Slank

Jumat, 14 Desember 2018 - 04:47 WIB

Slank akan Jadi Duta Kelor untuk NTT

Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur akan menobatkan para personel grup musik Slank menjadi duta tanaman kelor melalaui perayaan memperingati hari ulang tahun (HUT) ke-60 Provinsi NTT yang…

Menteri ESDM Ignasius Jonan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

Jumat, 14 Desember 2018 - 04:43 WIB

Menteri ESDM Pastikan Listrik Natal-Tahun Baru Aman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan pasokan listrik saat Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, terutama di Jawa dan Bali aman.