YAP BNI Dorong Wisata Kuliner Sulawesi Utara

Oleh : Chodijah Febriyani | Minggu, 18 Februari 2018 - 08:03 WIB

Wisata Benteng Moraya, di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Foto:manadopostonline.com)
Wisata Benteng Moraya, di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara (Foto:manadopostonline.com)

INDUSTRY.co.id - Manado- Layanan aplikasi Your All Payment (YAP) BNI diharapkan mampu mendorong pengembangan wisata kuliner di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara, kata CEO BNI Wilayah Manado Hari Sutriyono.

"Pengembangan BNI YAP ini di wilayah kuliner mampu mendorong pariwisata dan meningkatkan perekonomian daerah," kata dia di Manado, Sabtu (17/2/218)

Hari mengatakan jika semua lokasi kuliner di Sulut menggunakan Yap maka dipastikan akan ada diskon dan makin banyak pengunjung ke lokasi wisata kuliner tersebut.

Apalagi, katanya, wisata kuliner di Kota Manado dan sekitarnya terkenal enak dan sehat.

Dia menjelaskan tentang aplikasi YAP yang berfungsi sebagai alat pembayaran transaksi nontunai.

Aplikasi tersebut merupakan pengganti peran mesin Electronic Data Capture (EDC) yang dapat memenuhi kebutuhan akan fasilitas pembayaran dari berbagai macam segmen.

Meskipun demikian, bank pelat merah tersebut memastikan jika mesin EDC akan tetap tersedia meski nantinya sejumlah konsumen mulai menggunakan aplikasi YAP.

"EDC dan aplikasi YAP masih jalan semua. Ini merespons kebutuhan pasar. Bukan hanya substitusi tapi lebih kepada pengembangan jangkauan dan kemudahan bertransaksi," katanya kepada awak media.

Bila pasar telah teredukasi dengan baik, katanya, tentunya kebutuhan EDC akan berkurang dengan sendiri, namun akan tetap ada.

Aplikasi YAP adalah aplikasi pertama yang menggunakan tiga sumber dana, yaitu kartu debit, kartu kredit, dan uang elektronik sesuai pilihan pengguna saat bertransaksi.

Berbeda dengan EDC yang harus menggunakan kartu dan pengguna atau nasabah harus menggesek kartu debit maupun kredit, katanya, melalui aplikasi YAP nasabah hanya perlu memindai barcode yang tersedia pada kasir "merchant" melalui aplikasi YAP.

Hadirnya aplikasi itu, katanya, semangatnya adalah "cashless transactions" yang praktis, mudah, dan cepat.

Aplikasi YAP disiapkan BNI sudah sejak lama, di mana BNI menyasar kalangan generasi muda atau milenial yang tentunya akrab dengan laju perkembangan teknologi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.