Ini Kata Dokter Gigi Tentang Bahaya dari Albothyl !

Oleh : Ahmad Fadli | Sabtu, 17 Februari 2018 - 11:30 WIB

BPOM melarang peredaran produk Albothy PT Pharos Indonesia
BPOM melarang peredaran produk Albothy PT Pharos Indonesia

INDUSTRY.co.id, Jakarta -Kepala Divisi Ilmu Penyakit Mulut, Departemen Gigi dan Mulut RSCM, dokter gigi Endah Ayu Tri Wulandari membenarkan penggunaan bahan kimia policresulen pada kasus tertentu justru bisa memperparah penyakit/kelainan rongga mulut, seperti sariawan.

Ia menemukan banyak pasien yang mendatangi dirinya terkena efek samping dari pemakaian policresulen.Menurut catatannya, lebih dari 20 pasien yang terkena efek samping policresulen menyebut merek Albotyhl sebagai obat luar sebelum datang kepada dirinya lantaran penyakit sariawan yang diderita tak kunjung sembuh.

Awalnya, kata Endah, ia pernah menangani pasien dengan mulut sampai bolong karena jaringannya mati. "Dan setelah ditanya-tanya, ternyata dia sebelumnya sariawan, lalu menggunakan obat tersebut, ucapnya.

Selain itu, Endah mengatakan belum ada studi ilmiah yang membuktikan penggunaan policresulen bisa menyembuhkan penyakit atau kelainan rongga mulut, seperti sariawan. Hingga kini, belum ada studi dan bukti ilmiah yang mengatakan penggunaan policresulen untuk rongga mulut aman digunakan. Kalau dari sisi ilmu penyakit mulut, semua sariawan tidak boleh pakai policresulen, ujarnya.

Sebelumnya, di media sosial sempat viral sebuah surat yang dikeluarkan BPOM bernomor B-PW.03.02.343.3.01.18.0021 mengenai rekomendasi hasil kajian aspek keamanan pasca-pemasaran policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen. Surat bertanggal 3 Januari 2018 tersebut ditujukan kepada PT Pharos Indonesia.

Dalam surat tersebut tertulis belum ada bukti dan studi ilmiah yang mendukung penggunaan policresulen dalam bentuk sediaan cairan obat luar konsentrat 36 persen bisa disetujui. Selain itu, rekomendasi tersebut juga didasarkan atas adanya laporan bahwa penggunaan policresulen konsentrat 36 persen telah menyebabkan chemical burn pada mucosa oral oleh konsumen.

Karena itu, policresulen cairan obat luar konsentrat 36 persen tidak lagi direkomendasikan penggunaannya untuk indikasi pada bedah, dermatologi, otolaringologi, stomatologi, dan odontologi. Karena itu, policresulen dalam bentuk sediaan carian obat luar konsentrat 36 persen tidak boleh beredar lagi untuk indikasi tersebut, demikian rekomendasi BPOM dalam surat tersebut.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BNI dukung gerakan tanam di daerah

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:36 WIB

BNI dan Kementan Kini Garap Bumi Borneo

Barito Kuala - Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) memperluas cakupan Program Gerakan Mengawal Musim Tanam Oktober 2018 - Maret 2019…

Menteri Airlangga resmikan Real CoId-Pressed Facility PT Sewu Segar Primatama (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:17 WIB

Didukung Sumber Daya Alam dan Permintaan Domestik, Sektor Mamin Miliki Potensi Pertumbuhan Besar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, Sektor makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam yang berlimpah dan permintaan…

BRIsyariah berpartisipasi di ISEF

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:16 WIB

BRI Syariah Dorong Perekonomian Melalui Indonesia Sharia Economic Festival 2018

Surabaya - PT Bank BRIsyariah Tbk atau BRIsyariah sebagai bank syariah ritel modern kembali hadir dan berpartisipasi di acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) untuk yang kelima kalinya.…

Direktur Utama BAV Muhamad Siddik Heruwibowo (Foto Dok Bahana)

Rabu, 12 Desember 2018 - 14:13 WIB

Bahana Targetkan Penyaluran Dana Program Kemitraan Rp 100 Miliar

Demi meningkatkan akses pelaku usaha menengah kecil dan mikro kepada pembiayaan, PT Bahana Artha Ventura (BAV) terus berupa memperluas jaringan kepada sejumlah badan usaha milik negara (BUMN)…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan dalam acara penghargaan Industri Hijau (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Rabu, 12 Desember 2018 - 13:40 WIB

Penerapan Industri Hijau Mampu Hemat Energi Sebesar Rp1,8 Triliun dan Air Mencapai Rp 27 Miliar

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan, hasil assessement penghargaan industri hijau tahun 2018, diperoleh penghematan energi sesebesar Rp 1,8 miliar dan air sebesar Rp 27 miliar.