SMMT Targetkan Penjualan Batu Bara 1,46 Juta Ton di 2017

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 12 Januari 2017 - 16:25 WIB

Ilustrasi penambangan batu bara. (Ed Wray/Getty Images)
Ilustrasi penambangan batu bara. (Ed Wray/Getty Images)

INDUSTRY.co.id, Jakarta – Penjualan batu bara PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) ditargetkan sebanyak 1,46 juta ton pada 2017, atau 35% lebih tinggi dibanding realisasi penjualan pada 2016 sebanyak 1,08 juta ton. Jika dibandingkan dengan target 1,2 juta ton, maka realisasi penjualan batu bara SMMT pada 2016 hanya sekitar 90% dari target.
 
Roza Permana Putra, Direktur Utama SMMT, mengemukakan, untuk mencapai target penjualan tahun ini, maka manajemen SMMT mengalokasikan belanja modal antara US$25-30 juta “Sebagian besar dana belanja modal tersebut akan digunakan untuk membiayai peningkatan kepemilikan saham di tambang Tabalong,” ujarnya, Kamis (12/1/2017).
 
Sejak 2016, manajemen SMMT berusaha meningkatkan kepemilikan di konsesi tambang Tabalong. Dari kepemilikan saat ini sebesar 34%, SMMT ingin meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 59%. Agar bisa menjadi pemilik mayoritas di tambang tersebut, SMMT saat ini masih mengupayakan berbagai persyaratan yang harus dipenuhi sesuai klausul perjanjian.
 
Rencana tersebut diharapkan dapat terealisasi segera sehingga kontribusi tambang tersebut dapat terwujud. Pasalnya, akuisisi kepemilikan saham mayoritas di tambang Tabalong akan memberikan kontribusi cadangan tambahan sebanyak 109 juta ton.
 
Disamping itu, demikian Roza, kenaikan penjualan batu bara SMMT tahun ini juga diharapkan berasal dari produksi tambang di Sumatera dan Kalimantan. “Kelancaran jalur logistik dan ketersediaan angkutan laut yang memadai akan menjadi faktor penting untuk mencapai target penjualan tahun ini,” imbuhnya.
 
SMMT juga akan memperluas ekspor ke Vietnam, Filipina, Hong Kong dan berbagai negara Asia lainnya. Wilayah Asia Tenggara memang menjadi pasar strategis SMMT karena hampir 56% dari ekspor SMMT tahun lalu ditujukan ke Thailand.
 
Roza menjelaskan, selain batubara, perseroan juga mencoba masuk ke bisnis penyediaan tenaga listrik. Kedepan, sektor bisnis ini akan memberikan peluang pendapatan tetap bagi perseroan. “Saat ini, kami turut serta dalam proses prakualifikasi pembangkit listrik, namun kelanjutan proses tersebut tergantung tender dari PT Perusahaan Listrik Negara (PLN),” pungkasnya.(iaf)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto saat meresmikan pabrik farmasi PT Ethica

Kamis, 23 November 2017 - 18:12 WIB

Kemenperin Perdalam Struktur Industri Farmasi Nasional

Kementerian Perindustrian tengah memprioritaskan pendalaman struktur industri farmasi nasional terutama di sektor hulu atau produsen penyedia bahan baku farmasi. Upaya strategis ini untuk mengurangi…

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Prof. DR. Yohana Susana Yembise, Dip, Apling, MA., PhD. bersama Lansia

Kamis, 23 November 2017 - 18:00 WIB

Selain Jawa Tengah, NTT Rawan Perdagangan Manusia

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana S Yembise mengatakan Nusa Tenggara Timur masuk dalam zona merah "human trafficking" atau perdagangan manusia.

Menperin Airlangga resmikan Pabrik Farmasi di Cikarang Bekasi

Kamis, 23 November 2017 - 17:01 WIB

Menteri Airlangga Resmikan Pabrik Farmasi Senilai Rp1 Triliun

Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto hari ini, Kamis (23/11/2017) meresmikan pabrik farmasi milik PT Ethica di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat.

Kepala BPPI Kementerian Perindustrian, Ngakan Timur Antara

Kamis, 23 November 2017 - 16:54 WIB

Kemenperin Bentuk Balai Litbang di Pekanbaru Guna Tingkatkan Nilai Tambah CPO

Riau merupakan salah satu provinsi yang memiliki pertumbuhan ekonomi cukup baik, dengan didorong oleh aktivitas industri pengolahan kelapa sawit.

Menhub Budi Karya S (humas kemenhub)

Kamis, 23 November 2017 - 16:30 WIB

Menhub Budi Karya Tnjau Pengoperasian Kereta Bandara Soetta

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau pengoperasian Kereta Bandara Internasional Soekarno-Hatta dari Stasiun Sudirman Baru Jakarta, menggunakan kereta inspeksi, Kamis (23/11/2017)