Industri Alas Kaki Masih Mendominasi Ekspor Banten

Oleh : Ahmad Fadli | Rabu, 14 Februari 2018 - 13:29 WIB

Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)
Ilustrasi Industri alas kaki (Foto Ist)

INDUSTRY.co.id - Serang - Golongan barang alas kaki seperti sepatu dan sandal masih mendominasi perolehan nilai ekspor nonmigas Banten bulan Desember 2017 yang mencapai 222,15 juta dolar AS, disusul bahan kimia organik 70,31 juta dolar AS.

Dominannya Banten mengekspor berbagai jenis alas kaki ke beberapa negara tujuan utama seperti Amerika Serikat dan negara Eropa itu karena Banten memang memiliki banyak industri alas kaki yang berkualitas, termasuk sepatu olahraga, berpusat di kawasan Cikande, Kabupaten Serang, kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Banten Agoes Soebeno di Serang, Selasa (13/2/2018)

Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang yang pada Desember 2017 mencapai nilai 634,74 juta dolar AS, urutan selanjutnya yang nilai ekspornya tinggi adalah plastik dan barang dari plastik dengan nilai 65,90 juta dolar AS.

Soebeno mengatakan delapan dari sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Desember 2017 mengalami penurunan kecuali berbagai makanan olahan serta besi dan baja yang naik masing-masing sebesar 0,36 juta dolar AS dan 27,65 juta dolar AS. Ketiga besar komoditi ekspor mengalami penurunan ekspor yang berurutan dibanding bulan sebelumnya, dimana pada golongan barang alas kaki turun 34,24 juta dolar AS, bahan kimia organik turun 24,89 juta dolar AS, serta plastik dan barang dari plastik yang turun 12,95 juta dolar AS.

Sedangkan pada lima barang yang lain terjadi penurunan masing-masing kurang dari 10 juta dolar AS dengan penurunan terendah berasal dari golongan olahan dari tepung sebesar 1,17 juta dolar AS.

Ekspor nonmigas sepuluh golongan barang utama untuk Januari - Desember 2017 memberikan kontribusi 69,82 persen terhadap total ekspor nonmigas. Nilai ekspor nonmigas untuk sepuluh golongan barang utama tersebut naik 25,60 persen dibanding ekspor nonmigas pada periode yang sama tahun lalu yang mencapai 6.241,22 juta dolar AS.

Kesepuluh golongan barang ekspor nonmigas Januari - Desember 2017 seluruhnya mengalami peningkatan dibanding periode yang sama tahun lalu. Peningkatan tertinggi berasal dari berbagai makanan olahan dan terendah terjadi pada karet dan barang dari karet masing-masing sebesar 481,23 juta dolar AS dan 1,98 juta dolar AS.

Lebih lanjut, bila dibandingkan secara bersamaan untuk sepuluh golongan barang ekspor nonmigas utama pada Desember 2017 dan November 2017, maka akan didapati sembilan golongan barang yang sama, kecuali besi dan baja. Tujuh dari sembilan golongan barang tadi, kecuali olahan dari tepung dan tembaga merupakan golongan barang yang selalu masuk dalam sepuluh golongan barang utama ekspor nonmigas Banten selama satu tahun terakhir, dengan pangsa ekspor nonmigas gabungan tidak pernah kurang dari 54 persen.

Soebeno juga menyebutkan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar Desember 2017 adalah Amerika Serikat dengan nilai ekspor 150,01 juta dolar AS, disusul oleh Tiongkok dan Jepang yakni sebesar 111,39 juta dolar AS dan 79,69 juta dolar AS. Sementara itu, untuk tujuan negara-negara ASEAN dan Uni Eropa masing-masing sebesar 223,04 juta dolar AS dan 104,94 juta dolar AS.

Sepuluh golongan barang utama nonmigas Desember 2017 adalah alas kaki senilai 222,15 juta dolar AS, bahan kimia organik 70,31 juta dolar AS, plastik dan barang dari plastik (65,90 juta dolar AS), berbagai makanan olahan (57,34 juta dolar AS), besi dan baja (50,10 juta dolar AS), tembaga (37,56 juta dolar AS), mesin-mesin/pesawat mekanik (35,40 juta dolar AS), mesin/peralatan listik (35,08 juta dolar AS, olahan dari tepung (32,75 juta dolar AS), serta karet dan barang dari karet senilai 28,15 juta dolar AS.

Sebanyak 12 negara utama ekspor nonmigas Banten Desember 2017 adalah Filipina senilai 53,59 juta dolar AS, Thailand 50,96 juta dolar AS), Malaysia (46,53 juta dolar AS), Jerman (26,98 juta dolar AS), Belgia (23,09 juta dolar AS), Belanda (20,21 juta dolar AS), Amerika Serikat (150,01 juta dolar AS), Tiongkok 111,39 juta dolar AS, Jepang (79,69 juta dolar AS), India (58,85 juta dolar AS), Korea Selatan (27,15 juta dolar AS), dan Australia senilai 18,55 juta dolar AS. (Ant)

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Vivo V15 Pro

Rabu, 20 Maret 2019 - 18:10 WIB

Sebelum Beli Smartphone, Ini Keunggulan Vivo V15 Pro yang Harus Kamu Tau

Vivo V15 Pro bukan hanya mengintegrasikan fitur kamera terbaru untuk selfie atau portrait saja, namun juga semakin eksploratif untuk berbagai kebutuhan mobile photography lainnya dengan fitur-fitur…

Acara AMIGO Innovation Summit

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:41 WIB

Telkom Gelar AMIGO Innovation Summit 2019

Jakarta – Sebagai wujud komitmen Telkom untuk mendukung perkembangan ekosistem digital Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menyelenggarakan pameran dan konferensi tahunan…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bersama Dirjen IKMA Kemenperin Gati Wibawaningsih saat meninjau salah satu booth di pameran Adiwastra Nusantara 2019 (Foto:Ridwan)

Rabu, 20 Maret 2019 - 17:13 WIB

Kemenperin Targetkan Ekspor Tenun dan Batik Naik 10 Persen di Tahun 2019

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menargetkan ekspor tenun dan batik nasional mampu meningkat 10 persen di tahun 2019.

Sniper PowerHome

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:55 WIB

Penuhi Kebutuhan Listrik Saat Darurat, SNIPER Hadirkan PowerHome 

Pemenuhan kebutuhan listrik di luar ruang ternyata tidak hanya berkutat dengan tegangan arus searah (DC) atau arus lemah. Salah satu produsen power bank SNIPER memberikan solusi untuk pengisian…

Tanjung Lesung

Rabu, 20 Maret 2019 - 16:20 WIB

Kementerian PUPR Terus Lengkapi Infrastruktur Tanjung Lesung

Tanjung lesung layak disebut primadona wisata dari Banten. Keindahannya tak diragukan lagi. Kawasan ini memiliki pesona pantai yang memukau. Letaknya berada di ujung Pulau Jawa, tepatnya di…