Selama 5 Tahun Terakhir, Sulawesi Tengah Surplus Beras Hingga 209 Ribu Ton

Oleh : Hariyanto | Selasa, 13 Februari 2018 - 21:31 WIB

Sulawesi Tengah Surplus Beras
Sulawesi Tengah Surplus Beras

INDUSTRY.co.id - Palu - Dalam Rapat Kerja Daerah yang diadakan di Palu hari ini, Selasa (13/2/2018), Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola mengatakan, kondisi ketahanan pangan Sulawesi Tengah khususnya beras sejak 5 tahun terakhir mengalami surplus sekitar 165-209 ribu ton. Sebagian besar beras ini diperdagangkan antar propinsi dan pulau, seperti ke Gorontalo, Maluku Utara, Balikpapan, dan sebagainya. 

Rakerda dalam rangka Evaluasi sasaran tambah tanam Upsus Pajala dan Babe tahun 2018 mengambil tema "Mengangkat Kesejahteraan Petani untuk Mewujudkan Sulawesi Tengah yang Maju, Mandiri, dan Berdaya Saing". 

Acara ini dihadiri oleh Gubernur Sulteng, Korem 132/Tadulako, Penjab UPSUS Sulteng, stakeholder pertanian baik pemerintah dan swasta, serta Bupati/Walikota, Kepala Dinas Pertanian, Dandim, dan UPTD/BPP se Sulawesi Tengah.

Program Upsus Pajala dan Babe sangat penting bagi rakyat Sulteng, karena selain meningkatkan produksi juga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani serta mengentaskan kemiskinan terutama di pedesaan.  

Oleh karena itu Upsus harus dijadikan momentum untuk mengangkat kesejahteraan petani menuju terwujudnya Sulteng yang maju, mandiri, dan berdaya saing, demikian Longki menambahkan. 

Staf Ahli Menteri bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementan, Mat Syukur dalam sambutannya mengatakan bahwa luas tambah tanam (LTT) padi jagung dan kedelai Sulteng musim tanam Okmar 2017/2018 hingga Januari 2018 positip dibandingkan dengan tahun sebelumnya di waktu yang sama.  "Hal ini diharap menjadi motivasi kab/kota se-Sulteng untuk terus meningkatkan LTT sehingga target LTT 2018 dapat dicapai," katanya.

Sementara, Kepala BBSDLP Dedi Nursyamsi menambahkan bahwa Sulteng mempunyai peluang besar untuk meningkatkan LTT.  "Peluang tersebut antara lain melalui percepatan tanam di lahan sawah baru dan pembangunan embung dan dam parit untuk tingkatkan indeks pertanaman," unkapnya.

Dengan terbitnya Inpres No.  1/2018 tentang embung kecil dan bangunan air lainnya, maka pemerintah daerah dapat membangun embung menggunakan dana desa,  anggaran Kemendesa PDTT dan Kementan, demikian Dedi yang juga penanggungjawab Upsus Kabupaten Parimou, Toli-toli, Buol dan Touna menegaskan. 

Komandan Korem 132/Tadulako Kolonel Inf. Agus Subiyanto menegaskan bahwa TNI sudah lebih dari 3 tahun aktif melaksanakan program Upsus bersama Kementan, Pemda, dan petani. "Hasilnya sudah tampak, berupa peningkatan produksi pajala yang signifikan meskipun ada beberapa hal yang masih perlu ditungkatkan lagi," kata perwira menengah asal Pangandaran itu menambahkan. 

Dalam acara tersebut Gubernur memberikan penghargaan kepada 3 Bupati yang berhasil mencaoai target LTT.  Ketiganya yaitu Bupati Poso yang berhasil dalam mencapai target LTT padi dan jagung, Bupati Banggai dan Bupati Buol yang berhasil dalam mencapai target LTT jagung MT 2017. 

Gubernur berharap agar Bupati/Walikota se-Sulteng lainnya mengikuti jejak 3 Bupati tersebut di atas. Selanjutnya Gubernur juga meminta agar Bupati/Walikota berkoordinasi bersama Dandim setempat, Kadistan Kab/Kota, dan Camat untuk bersama-sama merumuskan target UPSUS Pajala dan Babe yang telah ditentukan sampai tingkat kecamatan dan desa sehingga target LTT 2018 bisa tercapai.

Selain itu Gubernur bersama SAM Pertanian menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas antara Danrem 132/Tadulako dengan Kadistan Propinsi Sulteng, antara Dandim dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng, serta Penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama Dirut PT Pembangunan Sulteng dengan Kadistan Kab/Kota se-Sulteng. 

"Pakta integritas yang ditandatangani dijadikan janji terhadap diri sendiri serta dijadikan amanah dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat," tegas Gubernur.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…

LUNA V Lite

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:41 WIB

Fokus ke Produk, LUNA Smartphone Optimis Kuasai Pasar Dalam 3 Tahun

Luna V Lite dengan layar Fullscreen rasio 18:9 mampu menghadirkan kualitas yang sama dengan harga yang cukup fantastis yaitu 1,7 jutaan.