Miliki Lima Keunggulan, Martadinata Residence Jadi Pilihan Terbaik Kaum Urban

Oleh : Ridwan | Selasa, 13 Februari 2018 - 19:15 WIB

Peresmian Proyek Martadinata Residence (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)
Peresmian Proyek Martadinata Residence (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Tangerang, PT Fontana Bangun Cemerlang bekerjasama dengan PT Bumiraya Utama resmi menghadirkan hunian premium, Martadinata Residence di kawasan Tangerang Selatan.

Direktur Utama PT Fontana Bangun Cemerlang, Harso Salim mengatakan, bagi kalangan urban di daerah perkotaan tentunya satu hal yang menjadi keinginan adalah memiliki rumah impian.

Menurutnya, ada lima hal yang paling mempengaruhi konsumen untuk memilih hunian terbaiknya yaitu lokasi, harga, kenyamanan, keamanan, serta Investasi.

"Dari kelima faktor tersebut, Martadinata Residence menjadi pilihan yang tepat bagi kaum urban saat ini," ujar Harso Salim Kepada INDUSTRY.co.id di Tangerang, Selasa (13/2/2018).

Proyek yang berdiri di atas lahan 4,6 hektar tersebut merangkum lebih dari 300 unit exclusive dua lantai, serta di kelilingi beberapa ruas jalan tol antara lain, ruas tol Cinere-Serpong, ruas tol Antasari-Depok, dan JORR 2 Extension.

Ia menambahkan, dari segi investasi, saat ini kawasan Tangerang Selatan khususnya Ciputat-Pamulang masih belum banyak dilirik oleh investor. Menurut Harso, Martadinata Residence yang berada di jalan utama Ciputat-Depok merupakan daerah investasi emas di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

"Jadi secara lokasi bagus, secara kenyamanan kita bangun rumah minimalis 2 lantai menggunakan bahan-bahan berkualitas terbaik. Fasilitas Sport Hall, Gym. Jogging Track, sehingga memberikan kenyamanan. Kalau bicara investasi sudah jelas cepat meningkat karena diapit oleh beberapa infrastruktur yang memadai," terangnya.

Harso menuturkan, pihaknya menargetkan penjualan tahun ini mencapai 100 unit. "Dengan harga yang terjangkau mulai dari Rp750 juta, kami optimis target tersebut akan tercapai," katanya.

Proyek yang berdiri di atas lahan 4,6 hektar ini akan memulai pembangunan pada April 2018, dan ditargetkan dapat serah terima tahap pertama pada Desember 2018.

"Total ada 300 unit, kita proyeksikan pembangunan akan selesai dalam kurun waktu 3 tahun," jelasnya.

Menurutnya, ini sebagai bentuk komitmen kami dalam menjaga kepercayaan konsumen dengan melaksanakan serah terima unit dengan tepat waktu dan kualitas yang terjamin.

Harso optimis dengan menilik berbagai progres pembangunan di Martadinata Residence yang cepat serta didukung oleh pembangunan infrastruktur berbagai ruas tol oleh pemerintah dapat menjadi kombinasi yang sempurna bagi Martadinata Residence sebagai pilihan utama investasi para konsumen.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Lintasarta berhasil meraih penghargaan untuk kategori Best Improved Data Technoloy Governance & AI untuk layanan data center dan cloud, di ajang Data Technology Governance, AI and Analytics Summit & Awards 2018

Jumat, 19 Oktober 2018 - 09:04 WIB

Lintasarta Sabet Penghargaan Kualitas Layanan Data Center & Cloud

Lintasarta berhasil meraih penghargaan untuk kategori Best Improved Data Technoloy Governance & AI untuk layanan data center dan cloud, di ajang Data Technology Governance, AI and Analytics…

Homestay - foto IST

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:55 WIB

Homestay di Danau Toba Akan Berstandar ASEAN

Pengembangan kawasan Danau Toba sebagai satu dari 10 destinasi prioritas memiliki potensi pariwisata yang besar. Dari sisi amenitas, Pengembangan homestay berstandart Asean terus dikebut. Goalnya…

Ilustrasi kredit perbankan

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:31 WIB

Kontribusi Kredit Perbankan di Palu Capai 0,5 Persen

INDUSTRY.co.id

Jakarta - Berdasarkan data sementara yang diterima OJK, jumlah kredit perbankan di Provinsi Sulawesi Tengah sebesar Rp 27 triliun atau 0,5% dari…

Jababeka Morotai Night (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:30 WIB

Promosikan Pariwisata Morotai, Jababeka Gelar "Jababeka Morotai Night"

PT Jababeka Morotai berkolaborasi dengan KAUM Restorant menggelar acara yang bertajuk "Jababeka Morotai Night".

 Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso (kmps)

Jumat, 19 Oktober 2018 - 08:00 WIB

OJK Perkirakan Potensi Kredit Macet Sulteng Rp4 Triliun

Otoritas Jasa Keuangan memperkirakan potensi kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) di Sulawesi Tengah akibat gempa dan tsunami mencapai Rp4,063 triliun dari total Rp27 triliun kredit…