Bekraf Akan Gelar Pameran Seni Kreatif dan Teknologi Terbesar di Dunia

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 13 Februari 2018 - 17:53 WIB

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memperkenalkan sederet produk ekonomi kreatif (ekraf) dan talenta terbaik Indonesia melalui Pavilion Archipelageek di festival seni kreatif dan teknologi terbesar dunia, South by Southwest (SXSW) 2018
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memperkenalkan sederet produk ekonomi kreatif (ekraf) dan talenta terbaik Indonesia melalui Pavilion Archipelageek di festival seni kreatif dan teknologi terbesar dunia, South by Southwest (SXSW) 2018

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) kembali memperkenalkan sederet produk ekonomi kreatif (ekraf) dan talenta terbaik Indonesia melalui Pavilion Archipelageek di festival seni kreatif dan teknologi terbesar dunia, South by Southwest (SXSW) 2018 yang berlangsung dari 9-18 Maret 2018 di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Keikutsetaan produk ekraf dan talenta terbaik Indonesia dalam ajang tahunan dunia tersebut, sejalan dengan misi keberlanjutan dalam meningkatkan pertumbuhan perekonomian kreatif Indonesia.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik menuturkan, sebagai lembaga pemerintah nonkementerian, Bekraf senantiasa melakukan berbagai dukungan untuk memajukan ekosistem ekonomi kreatif di Indonesia.

“South by Southwest (SXSW) didedikasikan untuk mendukung para insan di industri kreatif dalam mencapai tujuan mereka. Mengikuti kesuksesan partisipasi Indonesia dan sambutan hangat dunia terhadap perusahaan teknologi dan rintisan dari Pavilion Archipelageek tahun lalu, dalam kesempatan ini Bekraf kembali membawa sederet talenta terbaik tanah air untuk unjuk gigi memperkenalkan karya kreatifnya ke ajang bergengsi dunia,” tuturnya di Jakarta, Selasa (13/2)

Menambahkan pernyataan Ricky, Josua PM Simanjuntak selaku Deputi Pemasaran Bekraf berpesan agar para wakil Indonesia dapat memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal.

“Kami melihat antusiasme yang luar biasa dari para peserta sepanjang proses seleksi dilakukan. Terlihat bahwa SXSW 2018 menjadi momen yang ditunggu sebab dapat menjadi acuan bagi para profesional untuk menunjukkan produk yang dimilki sembari memperluas jaringan," katanya.

Ia melanjutkan, tahun ini Bekraf memberangkatkan lima perusahaan rintisan Indonesia, yaitu Kata.ai, Seruniaudio, SAFT7ROBOTICS, Squline, dan Mycotech. Keberangkatan Indonesia ke ajang tahunan ini juga didukung Telkomsel NextDev, di mana perusahaan telekomunikasi tersebut memberangkatkan Vestifarm, salah satu perusahaan rintisan lulusan The NextDev Academy.

Gelaran akbar SXSW 2018 ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat dunia terhadap produk dan talenta kreatif Indonesia. Tak hanya itu, ajang ini bertujuan untuk menciptakan peluang lebih banyak lagi kepada para pelaku ekonomi kreatif Indonesia agar semakin siap memasuki pasar dunia yang Iebih besar dan kompetitif. Sehingga, melalui kesempatan ini diharapkan dapat memberi manfaat besar bagi kemajuan ekosistem ekonomi kreatif tanah air di masa depan.

Dalam acara yang dihadiri oleh para peserta dari ratusan negara tersebut, Efek Rumah Kaca direncanakan akan tampil memberi 'warna' dalam SXSW 2018. Tak ketinggalan, duo pemusik bergenre elektronik asal Jakarta, Kimokal, juga akan tampil memeriahkan ajang bergengsi tersebut.

“Kami berharap kepada masyarakat agar turut mendukung dan memberikan semangat kepada para wakil Indonesia agar tampil maksimal dalam acara akbar ini. Begitupun sebaliknya, semoga kiprah para wakil dari Indonesia ini dapat menjadi semangat baru untuk kemajuan ekonomi kreatif di tanah air," tutup Ricky

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…

LUNA V Lite

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:41 WIB

Fokus ke Produk, LUNA Smartphone Optimis Kuasai Pasar Dalam 3 Tahun

Luna V Lite dengan layar Fullscreen rasio 18:9 mampu menghadirkan kualitas yang sama dengan harga yang cukup fantastis yaitu 1,7 jutaan.