Tren FullView Display dan Bezel-less Masih Jadi Andalan Smartphone Tahun Ini

Oleh : Hariyanto | Selasa, 13 Februari 2018 - 16:27 WIB

Smartphone FullView dan Bezel-less
Smartphone FullView dan Bezel-less

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Tren layar smartphone penuh FullView Display semakin ramai dipasar global. Layar smartphone yang lebih lebar ini tentunya didukung oleh aspect ratio, atau perbandingan antara panjang dan lebar smartphone, yang berubah, dari umumnya 16:9, menjadi 18:9.

Bezel atau bingkai pun bukan hanya memperkuat struktur smartphone, namun juga memberi tempat bagi kamera depan, dan tombol navigasi. Kini, dengan inovasi desain bezel-less, area bezel dikurangi untuk membuat area layar dapat diperbesar, tanpa meningkatkan ukuran smartphone.

Selain itu, menghilangkan tombol fisik yang biasa terdapat dibawah layar, desain bezel-less membuat area layar dapat semakin lebar. Beberapa brand seperti Vivo dengan V7 mengangkat fitur Bezel-less “FullView Display”sebagai salah satu keunggulan utamanya. Resmi memperkenalkan FullView Display di penghujung tahun lalu, Vivo V7 juga mengintegrasikan layar Bezel-Less 18:9 ini dengan customized optimization pada game mode. 

Bukan hanya basis teknologi, hadirnya smartphone dengan Bezel-less 18:9 juga didorong oleh perubahan tren konsumen global.  Beberapa perubahan tersebut, antara lain:

Meningkatnya konten video

Berdasarkan riset YouTube, jumlah jam yang dihabiskan untuk menonton video meningkat hingga 60% per-tahunnya, dengan pertumbuhan tercepat pada 2 tahun terakhir. Seiring dengan perkembangan Konsumen semakin terbiasa menggunakan smartphone secara vertikal, dan membutuhkan layar smartphone yang lebih lebar. Rasio 18:9 atau 2:1 membuat lebar smartphone menjadi 2X panjang layar dan tentunya, semakin menunjang aktivitas menonton video.

Mobile Gaming

Sama seperti video streaming, aktivitas bermain game di smartphone juga dilakukan secara vertikal, dari game sederhana  hingga Multiplayer Online Based Arena. Rasio layar 8:9 membuat area permainan tampil lebih optimal, dan untuk tipe game petualangan atau Battle. Dengan ukuran smartphone saat ini umumnya 5.5 inci, Membuat smartphone bezel-less rasio 18:9 tetap nyaman digenggam, namun menghadirkan visual lebih maksimal.

Kebutuhan Multitasking

Melakukan beberapa aktivitas sekaligus pada smartphone dalam satu waktu, bukan hal baru saat ini.Android Nougat membuat fitur layar-ganda atau screen-splitsemakin umum digunakan, misalnya chatting sambil streaming. Layar 5.5 inci dengan rasio 16:9 tentu saja membuat pengguna harus lebih fokus untuk mencegah kesalahan pengetikan, atau ukuran konten yang terlalu kecil. Layar smartphone 18:9 membuat tampilan konten 12.5% lebih banyak, dan tentu saja membuat area keyboard semakin luas untuk mengurangi kesalahan pengetikan.

Tren smartphone 18:9 bezel-Less diprediksi masih akan berlanjut sebagai salah satu desain yang akan terus hadir. Disatu sisi, beberapa brand smartphone global sepertinya sedang bersiap untuk menghadirkan inovasi selanjutnya untuk layar. Smartphone dengan layar almost-zerobezel pun dirumorkan akan meramaikan pasar smartphone tahun ini. 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Peluncuran Generali Protection (G-PRO) (Foto: Ridwan/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 21 Februari 2018 - 18:20 WIB

Generali Gandeng Bank BTN Berikan Perlindungan Penyakit Kritis Bagi Nasabah KPR

PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia)bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero)kembali meluncurkan Generali Protection (G-PRO).

Ilustrasi Pekerja Pabrik Sarung Tangan Karet (Ist)

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:50 WIB

Industri Sarung Tangan Karet, Dari 40 Pabrik Tersisa 5 Pabrik, Mengerikan!

Isu penutupan pabrik hingga saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan para pelaku industri. Harga gas yang tak kunjung turun menjadi pemicu tutupnya beberapa pabrik di Indonesia.

Achmad Widjaja, Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:03 WIB

Kisruh Harga Gas Buat Investor Wait and See, Industri Petrokimia Makin Tak Matang

Investasi sektor petrokimia hingga saat ini masih belum ada perencanaan yang matang. Pasalnya, investor masih menunggu ketegasan pemerintah terkait penurunan harga gas untuk industri.

CEO blanja.com Aulia E Marinto

Rabu, 21 Februari 2018 - 17:00 WIB

Industri UMKM Harus Punya Kreativitas E-Commerce

Ketua Umum Indonesia E-Commerce Association (Idea) Aulia E Marinto mengatakan industri usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) harus memiliki kreativitas dalam memberdayakan "e-commerce" (perdagangan…

Gubernur BI Agus Martowardojo (Foto Rizki Meirino)

Rabu, 21 Februari 2018 - 16:00 WIB

Silkus 10 Tahun Krisis Ekonomi Indonesia Tidak Relevan

Pernyataan bahwa siklus krisis ekonomi di Indonesia akan terjadi setiap 10 tahun sekali tidak relevan jika melihat solidnya kondisi ekonomi saat ini, kata Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo.…