Ratu Maxima Temui Menteri Darmin, Bahas Inklusi Keuangan Indonesia

Oleh : Hariyanto | Selasa, 13 Februari 2018 - 14:12 WIB

Ratu Maxima bertemu Menko Darmin (ist)
Ratu Maxima bertemu Menko Darmin (ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menemui Ratu Maxima asal Belanda siang ini. Kedatangan Ratu Maxima merupakan utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Inklusi Keuangan.

Sebelumnya, Ratu Maxima di pagi harinya telah bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Kedatangan Ratu Maxima beetujuan ingin melihat bagaimana perkembangan sistem inklusi keuangan yang ada di Indonesia, sesuai dengan tugasnya di PBB.

"Dia datang untuk mengecek berdiskusi bertukar pikiran sekalian melihat perkembangan inklusi keuangan di Indonesia," kata Darmin saat ditemui usai bertemu Ratu Maxima di Kantor Kemenko Perekoomian Jakarta, Selasa (13/2/2018).

Darmin menceritakan, dalam pertemuan kurang lebih 1 jam tersebut Ratu Maxima menanyakan banyak hal, terutama kebijakan pemerintah dalam mempermudah dan memperbanyak akses masyarakat untuk dapat ikut dalam sistem inklusi keuangan.

"Yang kita jelaskan banyak, adalah lebih kepada program-program pemerintah terutama seperti bantuan sekolah, beasiswa yang semuanya itu pakai rekening, apalagi KUR atau PKH, bantuan non tunai semuanya itu, kita jelaskan," kata Darmin.

Darmin mengungkapkan bahwa permasalahan yang dihadapi pemerintah saat ini adalah soal data, seberapa besar masyarakat yang sudah memiliki akses ke perbankan dengan mempunyai rekening.

"Memang sejauh ukuran seberapa banyak presentase di masyarakat kita yang sudah punya rekening dan menggunakan rekening, tetapi yang kita mungkin masih kurang menjelaskan secara rinci perkembang tesebut," katanya.

Darmin juga bilang bahwa dalam pertemuan tersebut, Ratu Maxima menginginkan pemerintah untuk lebih mendorong penguatan data terhadap akses masyarakat terhadap sistem inklusi keuangan yang ada di Indonesia.

Darmin mengatakan, Ratu Maxima ternyata memuji program inklusi keuangan Laku Pandai atau Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif merupakan salah satu program yang baik. Sehingga inklusi keuangan dapat mendukung pembangunan ekonomi berbasis masyarakat sekaligus mengurangi kemiskinan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…