Kementerian ESDM Tingkatkan Fleksibilitas Investasi

Oleh : Hariyanto | Selasa, 13 Februari 2018 - 16:00 WIB

Kilang LNG (Foto: Ist)
Kilang LNG (Foto: Ist)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyederhanakan 10 regulasi menjadi hanya tujuh regulasi di sektor minyak dan gas bumi (migas) guna meningkatkan fleksibilitas investasi, salah satunya pada perizinan SPBU atau penyalur bahan bakar minyak dan gas elpiji.

Dalam konferensi pers di Gedung Kementerian ESDM Jakarta, Senin (12/2/2018) , Plt. Dirjen Migas Kementerian ESDM, Ego Syahrial, mengatakan regulasi tentang penyaluran BBM dan LPG sebelumnya diatur terpisah dalam Permen 16/2011 dan Permen 26/2009 yang kemudian digabung dalam Rancangan Permen ESDM tentang Kegiatan Penyaluran Bahan Bakar Minyak, Bahan Bakar Gas dan Liquified Petroleum Gas.

"Contoh sekarang mau jadi penyalur Pertamina, kemarin 'ribet' (merepotkan), ngelamar dulu ke Pertamina, kemudian Pertamina bikin kerja sama, diseleksi baru kirim ke Ditjen Migas. Ditjen Migas bisa proses 14 hari setuju atau tidak, sekarang penyalur tidak perlu," kata Ego.

Ia menjelaskan pengajuan izin SPBU atau penyalur BBM dan LPG kini tidak perlu melewati persetujuan Ditjen Migas, melainkan langsung ke perusahaan migas terkait, dalam hal ini Pertamina.

Sebelumnya, perusahaan yang hendak mengajukan izin SPBU atau menjadi penyalur Pertamina, juga harus memiliki 31 sertifikat perizinan, namun dalam rancangan Permen ESDM yang baru ini hanya membutuhkan satu persetujuan layak operasi.

Selain terkait distribusi, Ego menekankan pengurangan regulasi dengan cara menggabungkan dan merevisi Permen, tersebut juga akan memudahkan perusahaan migas yang ingin membangun kilang.

Ia menambahkan tiga peraturan lainnya tentang Wilayah Kerja (WK) Minyak dan Gas Bumi, yakni Permen ESDM 35/2008; Permen ESDM 36/2008; dan Permen ESDM 05/2012 akan digabung menjadi satu regulasi yakni Rancangan Permen ESDM tentang Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi.

Menurut dia, penyederhanaan regulasi ini akan meningkatkan investasi terutama di sektor migas, baik sektor hulu maupun hilir. Sebelumnya pada minggu lalu, Ditjen Migas juga mencabut 11 peraturan.

Ada pun Kementerian ESDM, Senin, kembali menyederhanakan regulasi dari 51 menjadi hanya 29 regulasi, yaitu di subsektor migas (dari 10 menjadi tujuh regulasi), ketenagalistrikan (dua menjadi satu regulasi), minerba (enam menjadi satu regulasi), EBTKE (enam menjadi dua regulasi), dan SKK Migas (27 menjadi 18 regulasi).

Totalnya ada 22 regulasi yang dicabut karena dinilai tidak relevan lagi dan menghambat proses investasi, termasuk tiga peraturan yang dicabut di sektor migas.

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan penyederhanaan peraturan ini untuk meningkatkan fleksibilitas investasi. Kementerian ESDM dan SKK Migas pada tahun ini memiliki rencana investasi sebesar 50 miliar dolar AS, atau dua kali lipat dari realisasi total investasi sektor ESDM pada 2017 yang mencapai sekitar 26 miliar dolar AS.

"Hari ini total jumlah yang dicabut 22 peraturan. Mudah-mudahan bisa mendorong investas besar karena rencana investasi termasuk di SKK dan pemerintah itu kurang lebih 50 miliar USD," kata Menteri Jonan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi melantik Siwi Sukma Adji sebagai KSAL, dan menaikkan pangkat jadi Laksamana, di Istana Negara (Foto: Rahmat/Humas)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:45 WIB

DPR Harap KASAL Tingkatkan Profesionalisme Prajurit

Wakil Ketua DPR RI Taufik Kurniawan berharap Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana Madya TNI Siwi Sukma Adji mampu meningkatkan profesionalisme para prajuritnya agar mampu menghadapi…

Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA Nasional), saat berbicara di acara Forum Promoter 2018 Polri yang membahas tema Solusi Menuju Indonesia yang Berdaulat Adil dan Makmur Melalui Ketahanan Pangan, Rabu, 23 Mei 2018

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:35 WIB

Indonesia Bisa Menjadi Lumbung Pangan Dunia Pada 2045

Pangan tidak hanya merupakan komoditas dan kebutuhan pokok dalam kehidupan setiap orang. Tetapi pangan juga menjadi kepentingan nasional dan keamanan nasional bagi sebuah negara. Pangan memiliki…

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:33 WIB

Universitas Prasetiya Mulya Optimis Lulusan Lokal Mampu Bersaing di Era Global

Era globalisasi dan makin terbukanya Indonesia bagi pasar asing menuntut lulusan perguruan tinggi di Indonesia memahami tantangan dan tuntutan bisnis saat ini sehingga mampu bersaing. Potensi…

PT.Bumi Serpong Damai Tbk. (PTBSD)

Rabu, 23 Mei 2018 - 19:00 WIB

BSDE Anggarkan Belanja Modal Rp6 Triliun di 2018

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) menganggarkan Capital Expenditure (Capex) atau belanja modal sebesar Rp4 triliun-Rp6 triliun pada tahun 2018.

Kebun Kelapa Sawit (Ist)

Rabu, 23 Mei 2018 - 18:45 WIB

Harga Minyak Mentah Global Naik, CPO Malaysia Lanjutkan Penguatan Harga Pekan ini

Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) Malaysia pada perdagangan Rabu (23/05/18) dibuka pada level RM2.468 per ton, atau lebih rendah 0,36% dibandingkan harga pada penutupan sesi perdagangan…