Tender Beras Impor di Bulog Rawan Upeti

Oleh : Wiyanto | Selasa, 13 Februari 2018 - 06:48 WIB

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)
Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta-Kebijakan impor beras yang dilakukan pemerintahan Joko Widodo sebanyak 500 ribu ditugaskan pada BULOG

Arief Poyuono Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja (FSP) BUMN Bersatu menyatakan mulai dari proses tender dan penentuan pemenang tender impor beras ke BULOG sangat rawan terjadi praktek Kolusi ,nepotism dan upeti

"Belajar dari impor Gula yang dilakukan oleh BULOG yang oleh KPK berhasil diungkap Akan adanya tindak pidana korupsi ,dalam kasus Irman Gusman yang mengalihkan kuota impor gula dari Jakarta ke Sumatera Barat ,Hal ini bisa terjadi pula nantinya dalam kasus kuota impor Beras," kata dia dalam siaran pers di Jakarta, Senin (12/2/2018).

Menurut dia, banyak modus operandi dalam imoir beras pada masal lalu untuk mendapatkan fee impor bagi oknum pejabat yang berhubungan dengan Kuota Impor Beras serta Proses tender impot berasnya.

Biasanya Ada bagian fee dari para pemenang tender kepada pejabat pejabat yang menentukan Dan memilih importir yang memenangkan tender impor beras tersebut

Biasanya negara yang dijadikan Vehicle untuk menampung hasil fee impor Beras dan gula itu singapura ,sebab KPK tidak bisa sampai tangannya ke KPK ,baru setelah itu mereka berbagi fee di Singapore dengan Cara membuka no rekening bang di Singapore alias disimpan di Singapore

Menurutnya, walau Dari 21 perusahaan yang mendaftar, 11 perusahaan ditetapkan lolos. Perusahaan tersebut berasal dari empat negara produsen beras yaitu, Vietnam, Thailand, India, dan Pakistan.

Usai penetapan itu akan dilakukan tawar menawar harga. Bila telah terjadi kesepakatan, Djarot bilang hari Senin sudah bisa keluar Letter of Credits (LC). Sangat rawan suap ketika terjadi Proses tawar menawar harga saat tender impor beras

Karena itu Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu mendesak KPK untuk mengawasi secara intensive Proses tender impor beras oleh BULOG karena kemungkinan bisa saja terjadi suap pada pejabat Bulog berupa bagian fee kepada pejabat yang berhubungan Dan penentu pemenang tender impor beras

"Jangan sampai impor Beras Akan seperti impor Gula yang di indikasikan Dan tertangkap KPK dalam aksi suap menyuap untuk pembagian kuoatanya," katanya.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Jaringan 5G

Senin, 21 Januari 2019 - 20:50 WIB

China Unicom dan ZTE Selesaikan Panggilan Telepon 5G Pertama di Dunia dengan Smartphone Prototipe 5G ZTE

ZTE Corporation, penyedia solusi telekomunikasi, perusahaan, dan teknologi terkemuka untuk internet seluler, mengumumkan bahwa China Unicom cabang Guangdong dan ZTE telah melakukan panggilan…

ACE Hardware

Senin, 21 Januari 2019 - 20:25 WIB

Tawarkan Solusi Kebutuhan Produk Harian, ACE Hadirkan Program Your Everyday Solutions

Terus manjakan konsumen dengan berbagai pilihan produk inovatif dan berkualitas, ACE tawarkan promo menarik untuk berbagai produk yang memudahkan kegiatan keseharian melalui program Your Everyday…

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat AMMdes di GIIAS 2018 (Foto: Dok. Liputan6)

Senin, 21 Januari 2019 - 20:10 WIB

Menperin Pastikan Produksi Massal AMMDes Akan Dimulai pada 2019

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto terus memacu peningkatan produktivitas dan daya saing alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) agar mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor.…

Kemenperin serahkan AMMDes Pengolahan Air Jernih ke Sulteng (Foto: Kemenperin)

Senin, 21 Januari 2019 - 19:45 WIB

Kemenperin Salurkan Lima Unit AMMDes Pengolah Air Jernih ke Sulteng

Kementerian Perindustrian akan menyalurkan lima unit alat mekanis multiguna pedesaan (AMMDes) yang berfungsi sebagai pengolah air jernih untuk tiga wilayah yang terkena dampak gempa di Provinsi…

Ilustrasi buku bacaan

Senin, 21 Januari 2019 - 18:08 WIB

Dua Belas Penulis Indonesia Hadir di London Fair 2019

Jakarta - British Council dan Komite Nasional menyeleksi penulis yang akan ditampilkan di London Book Fair 2019 dalam sejumlah acara yang bertujuan memperkenalkan kekayaan literasi Indonesia.