Industri MICE Berkembang di Bogor

Oleh : Chodijah Febriyani | Senin, 12 Februari 2018 - 09:15 WIB

Kondotel Bogorienze Holiday (Foto Dok Industry.co.id)
Kondotel Bogorienze Holiday (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Jakarta- PT Nusa Raya Propertindo anak usaha dari kelompok usaha Eureka mengembangkan proyek kondominium hotel (kondotel), Bogorienze Holiday melengkapi hotel di Kota Bogor, mengingat tingginya aktivitas meetings-incentives-conferences-events (MICE) di kawasan ini.

"Kami membangun Bogorienze Kondotel dua tower di atas lahan 4 hektar, tower pertama untuk kondominium dan hotel, sedangkan tower kedua diperuntukan hotel seluruhnya," kata Direktur Utama NRP, Lukman Purnomosidi di Jakarta, belum lama ini.

Lukman mengatakan, untuk tower pertama dengan 300 unit kini sudah selesai konstruksinya setinggi 10 lantai, bahkan siap diserahterimakan pada akhir 2018.

"Tower ini awalnya di konsep sebagai apartemen namun diubah menjadi holiday kondo. Hal itu didukung kondisi lahannya yang berkontur tinggi dengan view Gunung Salak. Kami akan menerapkan konsep healthy living." kata Lukman.

Ketua Kehormatan DPP REI itu menambahkan, saat ini bisnis MICE di kawasan BNR sangat prospektif dan sedang gencar-gencarnya. Beberapa proyek apartemen dan hotel baru segera muncul dan hadir meramaikan industri MICE di kawasan tersebut.

"Potensi ini juga terlihat dari tingginya tingkat hunian hotel di kawasan tersebut, yang rata-rata mencapai di atas 80 persen," ujarnya.

Hotel  ini akan dikelola  manajemen Hotel Salak Hospitality yang telah sukses sebagai market leader atau pemimpin bisnis MICE di Bogor. Bogorienze Hotel akan menjadi Hotel Salak ke-3.

Grup Hotel Salak merupakan pemimpin pasar MICE di Bogor dan sekitarnya. Dari data Bogor City Occupancy MTD pada 12 -18 Oktober dan 7 November 2016, tingkat hunian Hotel Salak The Heritage dan Salak Tower Hotel selalu berada di atas 81 persen bahkan mencapai 87 persen, atau tertinggi dibanding hotel-hotel lain di Kota Hujan tersebut.

CEO Hotel Salak, Agus Prihanto seperti dilansir Antara optimistis hotel ketiga di bawah jaringan Hotel Salak tersebut akan sukses mengikuti dua hotel yang sudah dimiliki dan mereka kelola.

Agus mengatakan, jumlah kamar hotel bintang tiga ke atas di Kota Bogor sekarang sekitar 3000 kamar, dengan kebutuhan per hari mencapai 300 kamar. Oleh karena itu, penambahan 300 kamar baru di Hotel Salak Bogorienze diharapkan dapat memenuhi tingginya kebutuhan kamar hotel di Kota Bogor.

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melepas ekspor perdanaAll New Ertiga dan New Scooter Nex II di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Kemeneprin)

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:15 WIB

Ekspor Industri Otomotif Nasional Makin Tak Terbendung

Industri otomotif di Indonesia semakin menghasilkan produk yang berdaya saing tinggi dan mampu mengikuti selera konsumen global. Hal ini mendorong produsen di dalam negeri untuk terus melakukan…

Foto Doc Kementan

Senin, 22 Oktober 2018 - 19:03 WIB

Pemerintah Siap Kawal Optimalisasi Lahan Rawa

INDUSTRY.co.id -

Banjar Baru - Penutupan acara peringatan Hari Pangan Sedunia (HPS) ke 38 tahun 2018, dilaksanakan di Halaman Kantor Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel,…

Executive Vice President Divisi Enterprise Service Telkom Judi Achmadi

Senin, 22 Oktober 2018 - 18:46 WIB

Telkom Dukung Implementasi Uang Elektronik BKE Pay Melalui T-Money

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Sebagai wujud nyata dukungan terhadap implementasi uang elektronik di Indonesia, PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) menandatangani Perjanjian…

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat melihat interior All New Ertiga sebelummelepas ekspor perdanake ke 22 negara tujuan ekspor di Pabrik Suzuki Cikarang, Bekasi, Jawa Barat (Foto: Kemeneprin)

Senin, 22 Oktober 2018 - 17:45 WIB

Lepas Ekspor All New Ertiga dan Nex II, Menperin Acungi Jempol Capaian Gemilang Suzuki

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menyampaikan apresiasinya kepada PT. Suzuki Indomobil Motor (SIM) yang ikut berkontribusi dalam pengembangan industri otomotif di Indonesia.

Bekraf Ajak Talenta Kreatif Indonesia Siapkan Diri Ikuti SXSW 2019

Senin, 22 Oktober 2018 - 14:38 WIB

Bekraf Sebut Hanya 10 Persen Startup yang Mampu Bertahan

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) menyebutkan meski di Indonesia banyak bermunculan perusahaan rintisan (startup), namun diprediksi tak akan banyak yang mampu bertahan.