Lezatnya Berbagai Olahan Tempe dan Tahu di Festival Tahu Tempe, Banyuwangi

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 10 Februari 2018 - 18:00 WIB

Tahu dan Tempe (Foto:doktersehat.com)
Tahu dan Tempe (Foto:doktersehat.com)

INDUSTRY.co.id, Banyuwangi - Ribuan warga dan juga wisatawan memadati acara Festival Tahu Tempe, yang digelar di Kelurahan Pengantigan, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat, (9/2/2018).

Festival yang kali pertama digelar itu dibuka Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan menjadi tontotan baru bagi masyarakat ataupun wisatawan yang datang ke Banyuwangi untuk berlibur akhir pekan.

Pada festival itu ditampilkan tempe berukuran raksasa yang dinamai "mongkleng".

Tempe dengan ukuran panjang lima meter itu diarak sepanjang jalan sambil diiringi seni barong khas Suku Osing, masyarakat asli Banyuwangi.

Dalam arak-arakan ini Bupati Anas ikut mengarak tempe "mongkleng".

Usai diarak, tempe raksasa itu kemudian dimasak, lalu disantap bersama ribuan orang yang hadir.

"Festival Tahu dan Tempe ini berangkat dari potensi warga setempat yang memproduksi tempe dan tahu sebagai sumber ekonomi. Lalu warga berkreasi, dan pemerintah daerah mendorongnya menjadi festival unik dan meriah ini," ujarnya.

Anas menjelaskan, Festival Tahu dan Tempe digelar sebagai cara pemerintah membangun budaya masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih.

Para produsen tahu dan tempe didorong melakukan proses pengolahan dengan higienis yang selaras dengan komitmen Pemkab Banyuwangi menjadikan kebersihan sebagai pilar pariwisata.

"Kalau kawasannya bersih dan punya potensi unik, pasti menghadirkan pengalaman berwisata menarik. Wisatawan bisa menyaksikan langsung proses produksi tahu dan tempe dan beragam olahannya tanpa risih karena lingkungannya bersih. Ini bisa kita lihat langsung, tempat produksi tempe yang katanya kotor ternyata di sini bersih dan rapi," kata Anas.

Di festival itu beragam olahan tempe dan tahu disediakan bagi pengunjung seperti keripik tempe, peyek tempe, tempe mendoan, dan kerupuk tahu. Tak hanya itu, banyak olahan tempe dan tahu yang unik, seperti brownies tahu, cokelat tempe, serabi tempe, spageti tempe, stik tempe, cookies tempe, sate tempe, dan burger tempe.

Kawasan Pengantigan, Banyuwangi. memang dikenal sebagai pusat produksi tahu dan tempe sejak 1960-an. Sedikitnya ada 30 pengusaha tahu dan tempe di daerah itu.

Indah Puji Rahayu (45), misalnya, yang merupakan pengusaha tahu tempe generasi kedua yang meneruskan usaha dari sang ayah.

Indah mengatakan, produksi tempe-nya terus berkembang. Dulu hanya memproduksi dua kuintal per hari, sekarang mencapai empat kuintal yang didistribusikan hingga Pulau Bali. Indah memperkerjakan 20 warga sekitar tempat usahanya.

"Saya senang sekali sentra produksi ini dibikinkan Festival Tahu Tempe, sehingga masyarakat luar semakin tahu potensi kampung kami. Kami juga berlomba-lomba meningkatkan kualitas produk serta higienitas produksi," kata Indah.

Festival Tahu Tempe berlangsung mulai Jumat ini hingga Selasa (13/2) pada pukul 15.00-22.00 WIB. Festival itu bagian 77 atraksi wisata di Banyuwangi sepanjang 2018. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:30 WIB

BAZNAS Kembali Raih Sertifikat ISO 9001-2015

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mempertahankan prestasi dan kembali memperoleh sertifikat ISO 9001-2015 dari Worldwide Quality Assurance (WQA), sebuah lembaga sertifikasi manajemen berstandar…

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:23 WIB

Timberland Gandeng Madness Luncurkan Koleksi Sepatu Limited Edition

Berkembang dari tema sebelumnya yaitu "Transmutation" yang berarti transformasi, tema kali ini adalah "Alteration" yang berarti "perubahan" untuk menandakan penyatuan antara kedua merek - Timberland…

Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Jumat, 18 Januari 2019 - 14:00 WIB

Berprestasi, Empat Mahasiswa SIA UBSI Juarai Zahir Accounting Competition

Empat mahasiswa SIA UBSI yaitu Martina Ayu Wigati, Sari Indriyani, Muhammad Yamin dan Siti Nuraeni Bariati berhasil menjadi Juara 1 Kategori Analisa Keuangan di Gunadarma All About Competition…

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani saat menemui Presiden Komite Organisasi Luar Negeri Musiad Ibrahim Uyar (Foto: Kadin)

Jumat, 18 Januari 2019 - 13:55 WIB

Kunjungi Kadin, Musiad Jajaki Kerja Sama Bisnis

Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) siap menjalin kerja sama bisnis dan perdagangan dengan Mustakil Sanayici ve Isadamlari Dernegi (Musiad) atau Asosiasi Pebisnis dan Industri Independen…

Stephanie Tangkilisan (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 18 Januari 2019 - 11:59 WIB

Politik Identitas VS Hoaks Jelang Pemilu 2019

Pertanyaan-pertanyaan yang umumnya timbul adalah apakah isu politik identitas dan hoaks benar-benar akan menurunkan kualitas demokrasi Indonesia di Pemilu nanti?