Efisiensi Industri Semen Harus dilakukan Untuk Tingkatkan Daya Saing

Oleh : Hariyanto | Rabu, 11 Januari 2017 - 15:59 WIB

Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)
Semen Indonesia (Agung Parameswara/Getty Images)

INDUSTRY.co.id - Jakarta, Untuk meningkatkan daya saing agar mampu meningkatkan pertumbuhan ekspor nasional, Efisiensi industri semen harus dilakukan.

"Produsen semen nasional bisa melakukan efisiensi untuk mendorong munculnya teknologi baru hasil rekayasanya dan membuat produk unggulan," kata Direktur Jenderal Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono  di Jakarta, Selasa (10/1).

Menurut Sigit, saat ini industri semen nasional telah melakukan efisiensi sehingga produk yang dihasilkan bisa bersaing dengan negara lain. Untuk mengukur suatu negara apakah terbangun atau tidak dapat dilihat dari pertumbuhan industri semen pada negara tersebut.

"Kalau industri semen di negara tumbuh, maka pembangunan di dalam negeri juga pasti tumbuh. Produk semen dari dalam negeri tidak kalah dibandingkan dengan produk semen dari negara lain" papar Sigit.

Sigit menambahkan, salah satu indikator peningkatan nilai investasi industri semen tahun ini ditandai dengan beroperasinya pabrik semen baru milik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah.

"Keberadaan pabrik semen tersebut diharapkan dapat mengangkat ekonomi daerah setempat dan meningkatkan penyerapan tenaga kerja," ujarnya.

Sementara, Ketua Asosiasi Industri Semen (ASI), Widodo Santoso mengatakan, efisiensi bisa dilakukan agar ekspor semen bisa ditingkatkan dengan harga yang bersaing dan kualitas lebih baik.

"Efisiensi sangat dibutuhkan dan produk kita masih yang terbagus di Asean. Selain pasar eksisting seperti Australia, Banglades, Filipina, Srilanka, Timor Leste, dan beberapa negara Afrika, produsen semen dalam negeri juga membidik sejumlah negara baru untuk mengejar target dengan menambah pasar baru ke arah Amerika Latin dan Afrika," ujar Widodo.

Industri semen, lanjut Widodo, ditargetkan bisa meningkatkan ekspor semen hingga 100% pada tahun ini menjadi 4 juta ton dari realisasi tahun lalu sebesar 2 juta ton.

"Hingga Oktober 2016, ekspor semen telah mencapai 1,39 juta ton, naik 55,2% dibanding periode yang sama tahun 2015 sebesar 898,33 ribu ton. Sebanyak 413,22 ribu ton berupa ekspor semen, dan 981,24 ribu ton dalam bentuk clinker," tutur Widodo.

Widodo menambahkan, rendahnya ekspor semen pada tahun-tahun sebelumnya karena keterbatasan kapasitas produksi. Sehingga, industri lokal lebih mengutamakan hasil produksi untuk pemenuhan kebutuhan semen domestik. (Hry/ Imq)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Wakil Ketua DPR, Fadli Zon

Rabu, 25 April 2018 - 17:30 WIB

Fadli Zon Sambut Baik Pertemuan Presiden Jokowi-PA 212

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Fadli Zon menyambut baik pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan petinggi Persaudaraan Alumni (PA) 212 sebagai upaya mendapatkan dukungan sehingga seharusnya…

Taman Nasional Komodo (Foto:Kaskus)

Rabu, 25 April 2018 - 17:30 WIB

Kunjungan Wisatawan Melibihi Kapasitas, ASITA Dukung Penataan di TN Komodo

Kawasan wisata Taman Nasional Komodo yang mulai melebihi kapasitas pengunjung, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) Nusa Tenggara Timur Abed Frans mendukung penataan…

Wanna One, BTS dan BIGBANG masuk dalam 100 chart lagu boyband versi Billboard. (Foto: Allkpop)

Rabu, 25 April 2018 - 17:20 WIB

Lagu K-Pop Ini Berhasil Masuk 100 Chart Boyband Terbaik Versi Billboard

Korean pop, atau sering disebut K-pop memang sudah melekat di hampir seluruh belahan dunia. Banyak para penggemar K-pop yang juga sudah mendunia. Majalah musik dunia, Billboard telah merangkum…

Konferensi pers Rhino X-Tri 2018 (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Rabu, 25 April 2018 - 17:17 WIB

Rhino Cross Triathlon 2018 Hadirkan Tantangan dan Keseruan Baru dengan Kategori Jarak yang Lebih Jauh

Selain itu di ajang Rhino Trail Run, kompetisi tahun ini di kelas ultra 50 km akan disiapkan untuk masuk ke rangkaian kalender event berskala internasional, Asian Train Master 2020

Presiden Jokowi dan Ketum MUI (Foto Setkab)

Rabu, 25 April 2018 - 17:00 WIB

Presiden Jokowi Bertemu Persaudaraan Alumni 212 Jalin Silaturahmi

Presiden Joko Widodo mengakui pertemuannya dengan sejumlah alumni gerakan 212 bertujuan untuk menjalin silaturahim.