Nenek Moyang Bangsa Madagaskar

Oleh : Jaya Suprana | Rabu, 31 Januari 2018 - 14:36 WIB

Jaya Suprana (Foto Dok Industry.co.id)
Jaya Suprana (Foto Dok Industry.co.id)

INDUSTRY.co.id - Menurut Historia yang memperoleh anugerah MURI sebagai majalah sejarah pertama karya putera bangsa Indonesia, ilmuwan biologi molekuler Universitas Massey Selandia Baru, Murray Cox, menganalisa DNA mitokondria yang diturunkan lewat ibu dari 2.745 orang Indonesia berasal dari 12 kepulauan dengan 266 orang dari tiga suku Madagaskar: Mikea, Vezo, dan Andriana Merina.

Hasil analisa tersebut menyimpulkan bahwa sekitar 30 orang perempuan Indonesia menjadi pendiri koloni di Madagaskar 1.200 tahun silam. Penelitian DNA ini memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya.

Secara arkeologis didukung dengan temuan perahu bercadik ganda, peralatan besi, alat musik gambang, dan makanan berbahan tanaman ubi jalar, pisang, dan talas. 

Bahasa

Bahasa penduduk Madagaskar berasal dari bahasa Ma’anyan yang digunakan di daerah lembah Sungai Barito di Kalimantan Tenggara, dilengkapi  tambahan dari bahasa Jawa, Melayu, atau Sansekerta.

Menurut Robert Dick-Read dalam Penjelajah Bahari, kemiripan tersebut dikemukakan misionaris Norwegia Otto Dahl pada 1929 setelah meneliti kamus Ma’anyan karya C. Den Homer (1889) dan karya Sidney H. Ray (1913). Dahl sendiri menyebut terdapat beberapa unsur dalam Malgache yang mengarah ke Celebes (Sulawesi), terutama suku Bajo dan Bugis sebagai para pelaut ulung.

"Nenek moyang dari suku-suku inilah yang kemungkinan besar adalah para pelaut Indonesia yang telah berhasil menjelajah lautan hingga ke Afrika," tulis Dick-Read.

Bahkan, menurut S. Tasrif dalam Pasang Surut Kerajaan Merina, "mereka kemungkinan campuran dari ras Sumatra, Jawa, Madura, Sulawesi, atau orang-orang Indonesia Timur. Di sana, mereka berbaur membangun kebudayaan Malagasi. Para pendatang itu kemudian dominan di Madagaskar, karena penduduk aslinya sangat sedikit. Di kemudian hari, datang pendatang baru dari Arab, Pakistan, India, dan orang-orang Prancis yang membawa buruh-buruh pribumi Afrika. Jadilah Madagaskar sebuah negeri multiras," demikian dikutip Tempo, 21 September 1991.

Sejarah

Ahli sejarah Afrika, Raymond Kent, dalam Early Kingdoms in Madagascar 1500-1700, menyimpulkan, "... pasti telah terjadi pergerakan manusia dalam jumlah besar yang datang secara sukarela dan bertahap dari Indonesia pada abad-abad permulaan milenium pertama. Sebuah pergerakan yang dalam istilah Malagasi kuno disebut lakato (pelaut sejati) karena mereka tidak berasal dari satu etnis tertentu."

Menurut Denys Lombard dalam Nusa Jawa, intelektual pertama yang membahas hubungan Nusantara dan Madagaskar adalah Moh. Nazif yang menulis disertasi De Val van het Rijk Merina pada 1928 di Sekolah Tinggi Hukum di Batavia. Adanya hubungan Indonesia dengan Madagaskar kemudian digunakan sebagai "politik kesatuan" oleh beberapa tokoh bangsa sejak 1920-an.

Pada peresmian Lembaga Pertahanan Nasional di Istana Negara, Jakarta, 20 Mei 1965, Sukarno, merujuk karya Nazif, mengemukakan: "...bangsa Indonesia itu adalah sebenarnya qua ras inter related dengan bangsa-bangsa yang mendiami Kepulauan Pasifik, Indocina, sampai Madagaskar."

Dalam beberapa kesempatan Sukarno kerap menyebut peran Indonesia dalam terbentuknya Madagaskar. Dalam sambutan Kongres Indonesia Muda pertama tahun 1930, dikutip R.E. Elson ke dalam The Idea of Indonesia, tokoh muda pergerakan Kuncoro Purbopranoto menyatakan, "Indonesia merupakan satu negeri, dengan satu bangsa, dari Madagaskar hingga Filipina, dengan satu sejarah, sejarah Sriwijaya dan Majapahit."

Tan Malaka

Dalam Madilog, Tan Malaka meyakini bahwa para pelaut Nusantara yang menjelajah hingga Madagaskar membuatnya memimpikan Republik Indonesia Raya sampai Madagaskar. "Tan Malaka dulu membayangkan wilayah Republik Indonesia Raya merdeka itu akan terbentang dari Pulau Madagaskar melintasi seluruh semenanjung Melayu, kepulauan Filipina, seluruh Hindia Belanda, termasuk Timtim sampai ke ujung Timur Papua," tulis Sultan Hamengku Buwono X dalam Merajut Kembali Keindonesiaan Kita.

Sementara Mohammad Yamin dalam buku  Proklamasi dan Konstitusi RI menulis "Di Pulau Madagaskar bangsa Indonesia mendirikan kerajaan Merina, yang diruntuhkan oleh tentara Prancis dalam tahun 1896, dan sampai kepada kerajaan ini tidaklah dikenal Konstitusi yang dituliskan." 

Jaya Suprana;  Adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kebudayaan_

 

 

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Foto Paspamres berbisik ke Gubernur DKI Aneis Baswedan (TribunAceh)

Minggu, 18 Februari 2018 - 20:12 WIB

Beredar Video Paspamres Halau Gubernur DKI Jakarta di Piala Presiden

Jakarta-Beredar video pendek Gubernur Anies Baswedan dicegah paspamres untuk mengikuti Presiden Joko Widodo ke lapangan dalam rangka menyerahkan piala presiden ke Persija yang menjadi juara…

Presiden Jokowi dan Tim Persija Juara Piala Presiden 2018 (Foto Setkab)

Minggu, 18 Februari 2018 - 20:09 WIB

Istana Tegaskan Tak Cegah Gubernur Anies Dampingi Presiden Jokowi

Istana Kepresidenan menegaskan bahwa tidak ada arahan apapun untuk mencegah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo saat penyerahan Piala Presiden 2018 kepada…

Es Krim Aice beri ucapan selamat pada pemenang Asian Games 2018. (Dok Industry.co.id)

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:50 WIB

Aice Ucapkan Selamat Kepada Para Pemenang Atlet dan INASGOC Pada Asian Games 2018

Dalam rangka persiapan menyambut perhelatan akbar pesta olahraga Asian Games 2018, Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) telah melangsungkan dengan sukses Asian Games 2018 Invitation…

Koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah Baitul Maal wat Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (BMT UGT ) Sidogiri menargetkan asetnya bisa tembus mencapai Rp 5 triliun hingga tahun 2020

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:41 WIB

Koperasi Simpan Pinjam BMT UGT Sidogiri Targetkan Aset Tembus Rp 5 Triliun

Koperasi simpan pinjam pembiayaan syariah Baitul Maal wat Tamwil Usaha Gabungan Terpadu (BMT UGT ) Sidogiri menargetkan asetnya bisa tembus mencapai Rp 5 triliun hingga tahun 2020. Untuk tahun…

Wuling Cortez (ist)

Minggu, 18 Februari 2018 - 18:26 WIB

Cortez, MPV Dari Wuling Motors Resmi Meluncur di Yogyakarta

Peluncuran ini merupakan bentuk nyata komitmen Wuling Motors agar lebih dekat dengan konsumennya, selaras dengan semangat' Drive for a Better Life'.