Hmm, Ada Cokelat Rasa Era Perjuangan Jepang, Seperti Apa Ya Rasanya?

Oleh : Chodijah Febriyani | Sabtu, 27 Januari 2018 - 14:00 WIB

Cokelat Unik Bertema Sejarah di Jepang (Foto:en.rocketnews24.com)
Cokelat Unik Bertema Sejarah di Jepang (Foto:en.rocketnews24.com)

INDUSTRY.co.id, Jepang - Berbeda dengan di Indonesia, yang mengharuskan para pria yang memberika cokelat kepada wanita. Di Jepang, berbeda malahan para wanitalah yang memberikan cokelatnya kepada para kekasih atau kerabat dekatnya. Itulah yang membuat tiap toko cokelat atau permen di Jepang, saat Hari Valentine mengeluarkan berbagai produk jenis cokelatnya yang lezat.

Dikutip dari rocketnews24, Sabtu (27/1/2018), salah satunya yaitu Toko Cokelat Tokyo Mary's yang menawarkan cokelat yang bertema Sengoku Era yang disebut "Tsuwamono", yang artinya adalah tentang sejarah Jepang.

Mengapa Era Sengoku? Dikenal sebagai Era Perjuangan Rakyat Jepang, inilah saat para panglima perang dan para pengikut samurai mereka mulai saling berperang melawan tanah dan kekuasaan, sampai Ieyasu Tokugawa, Hideyoshi Toyotomi, dan Nobunaga Oda berhasil mengkonsolidasikan kekuasaan dan menyatukan kembali Jepang.

Karena samurai dan penguasa samurai adalah bagian sejarah Jepang yang sangat dihormati dan mengidolakan, cerita-cerita saat ini telah hampir menjadi legenda di Jepang, dan tokoh-tokoh pentingnya diingat dengan baik oleh anak-anak dan orang dewasa. Itulah sebabnya 12 di antaranya, termasuk Tokugawa, Toyotomi, dan Oda, ditampilkan dalam kotak coklat ini.

Beberapa coklat mencerminkan gambar atau kisah seorang panglima perang samurai yang terkenal. Nobunaga Oda dikatakan telah menyukai teh hijau, sehingga coklatnya mengandung rasa teh hijau Uji Matcha, sementara Hideyoshi Toyotomi's, di samping Nobunaga's, menampilkan motif bunga, dan dimaksudkan untuk mengingatkan salah satu pesta melihat cherry blossom yang terkenal yang dia pegang. di Kuil Kyoto. Cokelat Ieyasu Tokugawa, yang kedua di baris pertama dengan lingkaran di atasnya, berisi Nindoushu, sejenis sake yang didasarkan pada minuman keras yang menurut namanya telah memiliki resep rahasia.

Cokelat lainnya melambangkan rasa dari daerah dimana samurai yang diwakili mereka bertempur. Rasa jeruk nipis Jepang dan lemon dari Shikoku disertakan, begitu pula gula hitam dari Kyushu. Cokelat lainnya memasukkan anggur dari daerah Shinshu di sebelah barat Tokyo, sake dari Tohoku, dan anggur prem dari Odawara di barat daya Tokyo. Cokelat berisi minuman keras berlimpah di kotak ini jelas prajurit samurai suka minum!

Anda juga bisa membeli kotak khusus untuk Nobunaga Oda dan tiga panglima perang lainnya, yang menampilkan rasa dan bahan yang berhubungan dengan tanah air dan sejarah mereka. Cokelat teh hijau tidak termasuk dalam kotak ini.

Penuh dengan kelezatan kelezatan dan eksplorasi rasa, sekumpulan coklat ini tampaknya tidak hanya menjadi pelajaran dalam sejarah Jepang, tapi juga eksplorasi kuliner Jepang. Karena coklat ini eksklusif untuk Jepang dan nampaknya paling lezat.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Senin, 19 November 2018 - 11:18 WIB

Jelang Dua Dekade Eksistensi, R&R Public Relations Raih Penghargaan PR Agency of The Year 2018

Berpengalaman lebih dari 18 tahun di industri kehumasan, R&R Public Relations sebagai PR agency lokal peroleh penghargaan "PR Agency of the Year 2018" dalam ajang Indonesia PR Program of the…

Menteri Perindutrian Airlangga Hartarto ketika mengunjungi pabrik karet PT New Kalbar Processors (NKP) di Kabupaten Kubu Raya,Kalimantan Barat (Foto: Kemenperin)

Senin, 19 November 2018 - 11:15 WIB

Kunjungi New Kalbar Processors, Menperin Janji Tumbuhkan Industri Pengolahan Karet Remah

Kementerian Perindustrian terus mendorong pertumbuhan sektor industri pengolahan crumb rubber (karet remah). Oleh karena itu, melalui Paket Kebijakan Ekonomi XVI yang telah dikeluarkan pemerintah,…

Kepala Pusdatin Kementan I Ketut Kariyasa

Senin, 19 November 2018 - 11:12 WIB

Produktivitas Tenaga Kerja Sektor Pertanian Meningkat

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Kepala Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), Ketut Kariyasa menegaskan produktivitas tenaga kerja…

Beras (Foto/Rizki Meirino)

Senin, 19 November 2018 - 11:02 WIB

Akademisi Sebut Produksi bukan Variabel Tunggal dalam Kenaikan Harga Beras

INDUSTRY.co.id -

Jakarta - Harga beras yang diberitakan mengalami kenaikan belakangan ini turut mendapat sorotan dari pakar ekonomi pertanian Luthfi Fatah.

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 19 November 2018 - 10:30 WIB

Hindari Jeratan Pinjaman Online, Ini Tujuh Poin yang Harus Diperhatikan Menurut YLKI

Praktik bisnis pinjaman online (pinjol) terus merebak, bahkan masif. Pemerintah pun berbangga, menepuk dada, sementara ribuan konsumen merana, menjadi korban pinjol.