Club Med Ceylon, Surga Tersembunyi di Sri Lanka

Oleh : Chodijah Febriyani | Jumat, 26 Januari 2018 - 11:00 WIB

 Club Med Ceylon, Sri Lanka (Foto: blog.clubmed.com.au)
Club Med Ceylon, Sri Lanka (Foto: blog.clubmed.com.au)

INDUSTRY.co.id, Sri Lanka - Berlokasi di Sri Lanka, Club Med, pelopor konsep liburan All-Inclusive Premium, mengumumkan rencananya untuk membuka Club Med Ceylon, yang merupakan resor pertama di Provinsi Barat Daya Sri Lanka di kota kecil Beruwela, hanya 90 menit berkendara dari Bandara Internasional Kolombo, dan dijadwalkan dibuka pada bulan Agustus 2019 mendatang.

Diposisikan sebagai 4 Trident Resort, Club Med Ceylon akan memanjakan tamu untuk menikmati keindahaan Sri Lanka dan pantai yang tepat untuk berjemur.

"Kami sangat bersemangat untuk menjelajahi ke pasar yang baru dengan potensi seperti itu Sri Lanka adalah negara yang indah dan mistis dengan sejarah dan budaya yang kaya. Saya senang menyambut Club Med Ceylon ke dalam keluarga Club Med. Bersama dengan mitra kami, LOLC, kami sangat gembira dengan prospek resor kami di Sri Lanka yang berkembang menjadi tujuan liburan premium kawasan ini di masa yang akan datang," ujar Mr. Henri Giscard d'Estaing, Presiden Club Med, melalui siaran persnya yang diterima Industry.co.id, Rabu lalu (24/1/2018).

Wakil Ketua Umum LOLC, Ishara Nanayakkara, mengatakan, Langkah historis yang mempertemukan dua perusahaan besar ini akan menjadi kerjasama yang saling menguntungkan dan memberikan kontribusi besar ke sektor pariwisata Sri Lanka. Sebagai destinasi, Sri Lanka kaya akan keanekaragaman budaya serta menawarkan keindahan alam, budaya, agama, petualangan dan eco-tourism.

"Kami yakin popularitas dan profitabilitas Sri Lanka akan meningkat dan menjadikannya salah satu aset utama Club Med," katanya.

Sejauh ini, Club Med telah membangun dan membuka resor di berbagai lokasi indah yang belum banyak dikenal seperti Cancun, Punta Cana, Phuket, dan lokasi lainnya.

Di Sri Lanka, Club Med menjalin kerjasama dengan LOLC, lembaga keuangan non-bank terbesar di Sri Lanka dengan beragam portofolio antara lain Hiburan, Layanan Kesehatan, Perkebunan, Pertanian, Energi Terbarukan, Konstruksi, Manufaktur, dan Perdagangan. Kerjasama strategis tersebut akan membantu mempromosikan sektor pariwisata Sri Lanka dan membuka lapangan kerja untuk meningkatkan dan mengembangkan industri pariwisata lokal.

Club Med Ceylon ingin menyajikan pengalaman terbaru di Sri Lanka kepada seluruh tamu, mulai dari keluarga hingga pasangan, melalui estetika resor yang eco-chic dan hidup yang menampilkan ruang-ruang luas. Sejalan dengan prinsip hijau dan berkelanjutan yang dianut oleh Club Med, resor ini dibangun sesuai standar sertifikasi Green Globe.

Sebagai organisasi yang mengutamakan aspek lingkungan, Club Med telah berhasil menjalankan sejumlah inisiatif hijau tahun ini, termasuk upaya berkelanjutan untuk melestarikan kondisi alam di mana resor ini berada.

Jauh dari hiruk-pikuk, Club Med Ceylon berada di sepanjang Pantai Emas, sebuah pantai yang masih asli sepanjang 1,5 kilometer, yang terlindungi dengan baik oleh pepohonan kelapa yang tersebar ke arah laut. Resor ini akan menawarkan sejumlah aktivitas laut dan darat kepada para tamu termasuk kegiatan utama Flying Trapeze, serta beragam aktivitas lainnya seperti tenis, sepak bola dan panahan.

 Resor ini akan mencerminkan budaya dan masakan unik Sri Lanka, warna tradisional yang semarak, gaya hidup yang dinamis untuk dirasakan para tamu dan akan menjadi titik awal penjelajahan bentang alam, margasatwa liar dan situs warisan budaya Sri Lanka yang menakjubkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto: Ridwan/Industry.co.id)

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:30 WIB

Indonesia Posisi Kedua Sebagai Negara Dengan Optimisme Tinggi Terapkan Industri 4.0

Berdasarkan hasil riset McKinsey, Indonesia menempati posisi kedua sebagai negara dengan optimisme tertinggi dalam menerapkan industri 4.0, yakni 78%.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin, Ngakan Timur Antara

Selasa, 19 Maret 2019 - 21:06 WIB

INDI 4.0 Jadi Acuan Kemenperin Ukur Kesiapan Industri Masuk Era Digitalisasi

Kementerian Perindustrian terus memacu kesiapan sektor manufaktur nasional dalam memasuki era industri 4.0 khususnya lima sektor yang telah menjadi prioritas berdasarkan peta jalan Making Indonesia…

Kemen Kominfo

Selasa, 19 Maret 2019 - 19:33 WIB

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme

Jakarta-Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.…

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:50 WIB

Lewat Program Santripreneur, Kemenperin Telah Bina Lebih dari 4 Ribu Santri Jadi Wirausaha

Kementerian Perindustrian hingga saat ini telah membina dan memberikan pelatihan tentang kewirausahaan kepada 4.720 santri.

Direktur Utama PT Jababeka Morotai Basuri Tjahja

Selasa, 19 Maret 2019 - 16:48 WIB

Dirut PT Jababeka Morotai Cari Investor untuk Kembangkan Bandara Internasional KEK Morotai

Perhelatan Metal & Energy International Summit 2019 kembali digelar selama dua hari yang berlangsung 19 -20 Maret 2019, di Hotel JS Luwansa. Acara ini menghadirkan sekitar 100 delegasi negara…