Tingkatkan Penetrasi Asuransi, FWD Luncurkan Program Customer Engagement

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Januari 2018 - 16:26 WIB

FWD Life luncurkan FWD MAX
FWD Life luncurkan FWD MAX

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Asuransi jiwa berbasis digital, PT FWD Life Indonesia (FWD Life), memperkenalkan inovasi terbaru yang dinamakan FWD MAX, sebuah program customer engagement, untuk membantu nasabah dengan memberikan SupportInformation dan Protection (S-I-P). Program ini diharapkan bisa mendukung dan membantu meningkatkan penetrasi asuransi.

Direktur Utama FWD Life, Choo Sin Fook menjelaskan bahwa FWD MAX akan memperkuat inovasi layanan dan penawaran untuk nasabah.

“FWD Life mengerti kebutuhan masyarakat saat ini yang menginginkan layanan asuransi yang dapat memberikan lebih dari manfaat proteksi, namun juga menemani dalam setiap perjalanan hidup masyarakat sejalan dengan gaya hidup serta passion mereka,” kata Choo saat peluncuran FWD MAX di Jakarta, Selasa (23/1/2018).

Menurut Choo, peluncuran FWD MAX juga dilatarbelakangi adanya fenomena peningkatan kinerja yang positif, tidak sejalan dengan angka penetrasi dan utilitas asuransi yang saat ini masih cukup rendah. 

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan sepanjang triwulan III-2017 pendapatan premi asuransi jiwa meningkat 20% (yoy) menjadi Rp 139,27 triliun. Namun penetrasi asuransi masih berada di angka 2,99% dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang lebih rendah dibandingkan beberapa negara lain di wilayah Asia seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand yang mencapai lebih dari 5%.

Selain itu riset Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016, menunjukkan bahwa tingkat utilitas asuransi di Indonesia baru mencapai 11,81 persen. Artinya, dari 100 penduduk Indonesia, baru 11 orang yang mempunyai polis Asuransi.

“Kondisi tersebut adalah permasalahan bersama yang terjadi di industri dan kami berharap kehadiran FWD MAX merupakan salah satu solusi untuk mengatasi persoalan ke depan dalam upaya meningkatkan penetrasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” kata Choo.

Sementara, Wakil Direktur Utama FWD Life Rudi Kamdani menjelaskan inovasi yang berbasis teknologi dapat mengakselerasi penetrasi asuransi jiwa di Indonesia, terlebih saat ini terjadi pergeseran gaya hidup generasi muda yang melek teknologi.

“FWD Life menangkap fenomena tersebut dan turut berperan aktif mendukung passion mereka dengan menghadirkan program FWD MAX sebagai program customer engagement yang komprehensif yang mengakomodir kebutuhan akan proteksi, informasi sampai dengan dukungan terhadap passion dari para nasabah, agen maupun masyarakat umum,” jelas Rudi.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Presiden Jokowi dan KH Maruf Amin (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 21:32 WIB

Jokowi-Ma`ruf Amin Nomor Urut 1, Prabowo - Sandiaga Uno Nomor Urut 2

Pasangan Joko Widodo-KH. Ma`ruf Amin mendapatkan nomor urut 1 dalam Pemilu Presiden 2019. Dengan demikian, pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno memperoleh nomor urut 2.

Ilustrasi Rokok Ilegal ((Ist)

Jumat, 21 September 2018 - 19:59 WIB

Dampak Peredaran Rokok Ilegal, Negara Dirugikan Rp 1 Triliun Pertahun

Peredaran rokok ilegal (tanpa cukai) di Tanah Air ternyata masih cukup besar. Berdasar temuan tim dari Universitas Gadjah Mada (UGM) melalui survei cukai rokok ilegal sepanjang tahun 2018, ditemukan…

Hikvision Luncurkan EZVIZ

Jumat, 21 September 2018 - 19:50 WIB

Dolar AS Naik, Pasar CCTV Alami Penurunan Penjualan

Nilai tukar rupiah masih menunjukan tren pelemahan. Kurs mata uang Garuda masih bertengger di level Rp 14.898 per dolar Amerika Serikat.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto

Jumat, 21 September 2018 - 19:30 WIB

Menperin Yakinkan Investor Singapura untuk Tingkatkan Investasi di Indonesia

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto meyakinkan kepada investor dan pelaku usaha Singapura untuk meningkatkan investasinya di Indonesia.

Beras Impor (Foto Dok Industry.co.id)

Jumat, 21 September 2018 - 19:20 WIB

Polemik Impor Beras, Siapa Layak Dievaluasi ?

Hembusannya seperti menemukan momentum saat terjadi polemik impor beras antara Dirut Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) dan Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita.