PGE Lahendong Sulut Cari Sumber Geothermal Baru

Oleh : Hariyanto | Selasa, 23 Januari 2018 - 13:30 WIB

Ilustrasi Energi Geothermal (ANTARA/Puspa Perwitasari)
Ilustrasi Energi Geothermal (ANTARA/Puspa Perwitasari)

INDUSTRY.co.id - Tomohon - PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Lahendong, Sulawesi Utara (Sulut) terus mencari sumber-sumber baru yang memungkinkan menghasilkan energi panas bumi di Wilayah Kerja Panasbumi (WKP) Lahendong, kata General Manager Salvius Patangke, Senin (22/1/218)

"Untuk memastikan potensi energi panas bumi, saat ini tim eksplorasi Pertamina terus melakukan survei geologi, geokimia, dan geofisika," kata Salvius di Tomohon.

Upaya mencari sumur baru, lanjut dia, terus dilakukan untuk memelihara sekaligus memastikan produksi tidak menurun.

Saat ini, PGE Area Lahendong akan melakukan pengembangan unit tujuh dan delapan di blok Lahendong dan Tompaso.

Dua unit ini, diperkirakan dapat menghasilkan 2X20 megawatt sehingga total keseluruhan yang mampu diproduksi sebesar 8X20 megawatt.

"Saat ini sudah dioptimalkan sebesar 6X20 megawatt, sebanyak 4X20 dari blok Lahendong dan 2X20 dari blok Tompaso," katanya.

Dia menambahkan, hingga saat ini rata-rata yang diproduksi di setiap unit sebesar 2X20 megawatt, tidak seperti di Kamojang dan Star Energy di Jawa Barat serta Lampung yang mampu dioptimalkan hingga di atas 100 megawatt.

"Kenapa demikian karena kebutuhan energi listrik di daerah relatif lambat sehingga Pertamina tidak membangun sistem kelistrikan yang lebih besar," ujarnya.

Dia berharap, selain di blok Lahendong dan Tompaso, ada juga sumber energi panas bumi yang secara keekonomian bisa dikembangkan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Rupiah (Foto Dok Industry.co.id)

Selasa, 11 Desember 2018 - 08:00 WIB

KEIN: Fundamental Ekonomi Makin Kuat

Wakil Ketua Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengungkapkan bahwa kinerja pemerintah dalam mengelola anggaran semakin baik, sehingga membuat kondisi perekonomian Indonesia…

Mata uang Rupiah (Foto Ist)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:47 WIB

Kemungkinan Rupiah Melemah Tanpa Sentimen Positif

Jakarta - Di perkirakan Rupiah akan bergerak di kisaran 14561-14442. Pergerakan Rupiah yang menyentuh batas middle bollinger band dikhawatirkan dapat kembali melampaui batas tersebut. Dengan…

Industri Fintech (images: illusionqueststudios.com)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:40 WIB

Perlindungan Konsumen, Prioritas Pengusaha Fintech

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengklaim, telah banyak melakukan kegiatan proaktif dan preventif dalam rangka memberikan perlindungan kepada konsumen, bersama Otoritas Jasa…

Indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa Efek Indonesia (dok INDUSTRY.co.id)

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:20 WIB

Saham PT Urban Jakarta Propertindo Tbk-PT Satria Mega Kencana TbkMulai Diperdagangkan

Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham dua perusahaan, yakni PT Urban Jakarta Propertindo Tbk dan PT Satria Mega Kencana Tbk.

Dalam periode 5 tahun, Nota Kesepahaman ini meliputi kerja sama di dua area prioritas, yaitu edukasi dan pemberdayaan kesehatan dalam gaya hidup aktif

Selasa, 11 Desember 2018 - 07:13 WIB

Inilah Kesepakatan Kementerian Kesehatan dan Fonterra Brands dalam Mendukung Sustainable Development Goal

Jakarta- Presiden Direktur Fonterra Brands Indonesia, Mr. Shekhar Rapaka menyampaikan kebanggaanya karena dapat bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk meningkatkan kesehatan masyarakat…